Loading...

Monday, September 26, 2022

Membuat dan Mendistrusikan Konten di Dunia Digital Harus Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 

Marketplus.co.id – Budaya bermedia digital merupakan kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

“Hal ini bisa dicontohkan dengan produksi dan distribusi konten, partisipasi serta kolaborasi aktif sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika,” ujar Praktisi Konsultan IT, Ary Sunaryo saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Kamis (11/8/2022).

Mengaplikasikan dalam kehidupan bermedia digital pengguna harus sebaik mungkin untuk tidak menyinggung isu suku, ras dan agama. Baik dalam mengunggah konten dan mendistribusikannya, serta menahan diri dari berkomentar yang akan melukai warga digital lainnya. Hal ini sebenarnya sama seperti di kehidupan nyata di mana masyarakat Indonesia memang multukuktural.

“Dunia digital ini sangat mengaburkan wawasan kebangsaan, membuat seakan-akan Indonesianya tidak muncul,” katanya lagi.

Wawasan kebangsaan yang mengabur seharusnya diperbarui dengan fokus membuat konten positif mengenai nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia, misalnya berupa budaya gotong-royongnya. Selain itu saat membuat konten biasakan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dibandingkan bahasa asing.

Oleh karena perkembangan Teknologi Informasi Komputer (TIK), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI pun bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Madiun, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya antara lain Founder, Komisaris Lenere Business Suites, Eko Prasetyo. Dosen Ilmu Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, Lilik Hamidah. Serta Praktisi Konsultan IT, Ary Sunaryo. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun instagram @Siberkreasi dan @literasidigitalkominfo.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *