Loading...

Wednesday, December 01, 2021

Dukung UMKM Lokal lewat Lokapasar

Minahasa Selatan, 25 Oktober 2021 – Sebanyak 872 peserta mendaftarkan dirinya untuk mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 25  Oktober 2021 di Minahasa Selatan, Sulawesi Tengah.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Cerdas dan Aman Manfaatkan Lokapasar.”

Empat orang narasumber tampil dalam seminar ini, yaitu Entrepreneur & Co-Founder Ruang Anak Muda Connection, Inkrianto Mahmud; peneliti & praktisi, Dimas Dwi Pratikno; Entrepreneur sekaligus Founder Gardapati Link, Kurniawan; narablog & kreator konten gaya hidup, Zilqiah Angraini. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Shinta Ardan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Beralih ke sesi materi, Dimas Dwi Pratikno sebagai narasumber pertama yang membawakan tema “Mengenal Marketplace: Aksesibilitas, Jenis, dan Fitur”.

Dimas menuturkan, loka pasar dapat dibagi menjadi dua, yaitu loka pasar murni dan lokapasar konsinyasi. Lokapasar murni menyediakan fitur penjualan lapak untuk berjualan, lengkap dengan fasilitas pembayarannya. Sementara lokapasar konsinyasi, penjual dapat menitipkan produk untuk dijual oleh situs tersebut.

“Hal yang patut diperhatikan ketika hendak bertransaksi jual beli di situs lokapasar adalah mencermati ulasan pembeli sebelumnya agar barang yang kita beli sesuai dengan ekspektasi kita,” katanya.

Sesi pemaparan materi dilanjutkan oleh Zilqiah Angraini yang membawakan tema “Peran dan Fungsi E-Market dalam Mendukung Produk Lokal”.

Ia menjelaskan, produk lokal saat ini menyangga setidaknya 99,9% sektor usaha, menyerap 97% tenaga kerja, 60% dikelola oleh perempuan, dan 9,1% PDB Indonesia berasal dari kontribusi UMKM milik perempuan. Dalam hal ini, situs lokapasar berperan penting dalam mendukung produksi serta penyebaran produk lokal karena menawarkan banyak kemudahan, seperti menghemat waktu, mengurangi biaya operasional, meningkatkan loyalitas pelanggan, serta mempermudah pembayaran.

“Jaringan lokapasar juga dapat merambah berbagai daerah bahkan negara lain, sehingga produk-produk tertentu dan akses untuk pemasaran dapat diperluas,” ujarnya.

Pemateri ketiga, Inkrianto Mahmud, mengusung tema “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif menjadi Lebih Produktif”. Inkrianto menghimbau masyarakat agar tidak buru-buru berbelanja ketika promosi di lokapasar tengah berlangsung. Sebaiknya, masyarakat menyusun daftar belanja berisi barang-barang yang diperlukan kemudian memilih waktu belanja yang tepat. “Hal ini untuk menghindari perilaku konsumtif yang umumnya menyerang masyarakat karena kemudahan transaksi yang ditawarkan situs lokapasar,” pesan dia.

Sebagai narasumber terakhir, Kurniawan membawakan tema “Cara Aman Investasi Online”. Ia memaparkan, investasi penting karena dapat menjadi tambahan finansial berkala setiap bulan, triwulan, atau tahunan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Jakpat, mayoritas orang Indonesia berinvestasi jangka panjang dalam bentuk saham karena transaksi yang mudah dan dapat menjadi penghasilan tambahan. “Meski menawarkan banyak keuntungan, namun ada risiko volatilitas di mana nilainya dapat berubah naik turun secara periodik,” pungkasnya.

Setelah pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Shinta Ardan. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah satu peserta, Zaki Ahmad, bertanya tentang bagaimana cara membantu pemasaran UMKM lokal yang berada di wilayah minim sinyal. Menanggapi hal tersebut, Zilqiah menyebutkan bahwa kita bisa mengajak teman-teman satu komunitas untuk berkunjung ke daerah-daerah dengan sinyal buruk, sehingga dapat membantu mempromosikan produk-produk milik mereka.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *