Loading...

Wednesday, December 01, 2021

Waspada Berbagi Data, Doxing Bisa Dipicu Kecerobohan Sendiri

Makassar, 18 Oktober 2021 – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, kembali dilaksanakan secara virtual pada 18 Oktober 2021 di Makassar, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Mengenal Doxing dan Ancaman Hukuman Bagi Pelaku”.

Program kali ini menghadirkan 693 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari dosen komunikasi UIN Alauddin Makassar, Sadhriany Pertiwi Saleh; praktisi hukum dan pegiat sosial, Abd Rahim; aktivis Seknas FITRA, Husein Ratuloli; dan pemengaruh (influencer), Jeihan Kler. Adapun sebagai moderator adalah Ratih Aulia. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550  peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, mengawali paparan dalam sesi materi, Sadhriany Pertiwi Saleh menyampaikan presentasi berjudul “Digital Skill: Hardware, Software dan Fitur Keamanan”. Menurut Sadhriany, selain ulah peretas, doxing (membuka data pribadi seseorang ke publik tanpa izin) bisa terjadi akibat ulah iseng pengguna media sosial (medsos) lain ataupun pemilik akun medsos itu sendiri yang membagikan datanya secara sengaja atau tidak. “Tidak dibenarkan membagikan data pribadi dalam kondisi apapun karena berpotensi disalahgunakan untuk hal-hal tidak baik,” tandasnya.

Beranjak ke pembicara selanjutnya, Jeihan Kler membawakan materi dengan topik “Berpikir Bijak Sebelum Mengunduh di Internet”. Dia membeberkan hal-hal yang harus diperhatikan sebelum mengunduh di internet, yaitu perhatikan situs laman, unduh konten positif, perhatikan hak cipta, gunakan perangkat dengan antivirus, dan ketahui manfaat yang didapat. “Hati-hati kalau masuk ke situs yang terlalu banyak iklannya, apalagi iklan konten dewasa atau spam iklan. Jangan di-klik, atau kalau sudah terlanjur mengklik, harus cepat-cepat ditutup,” pesan dia.

Sebagai pemateri ketiga, Abd Rahim membawakan tema “Mengenal Lebih Jauh tentang UU ITE Terkait Perlindungan Data Pribadi”. Ancaman hukuman dan denda bagi pelaku doxing sudah diatur dalam UU ITE pasal 30. Namun, menurut Abd Rahim, doxing masih marak dikarenakan di Indonesia belum ada regulasi khusus tentang perlindungan data pribadi. “Politik hukum kita belum ada pergerakan ke arah perlindungan data pribadi secara masif,” tukasnya.

Adapun, Husein Ratuloli sebagai pemateri terakhir, menyampaikan topik “Digital Culture”. Husein menjelaskan, selain data pribadi yang bersifat umum seperti nama nama lengkap dan jenis kelamin, terdapat data spesifik yang sensitif, di antaranya data terkait agama, kesehatan, biometrik, serta data kependudukan seperti nomor Kartu Keluarga dan NIK. “Data pribadi yang sensitif bisa berakibat fatal kalau jatuh ke sembarang orang. Jadi, jangan sembarang mengunggah atau memberikan data pribadi ke pihak lain tanpa tujuan yang jelas,” tegasnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Ratih Aulia. Para peserta tampak antusias dengan mengirimkan banyak pertanyaan kepada narasumber. Panitia memberikan apresiasi berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

“Setiap ingin membuka aplikasi baru selalu diminta data pribadi. Bagaimana cara menjaga keamanan data pribadi, apakah kita isi dengan data asli atau asal saja?” tanya Novembrianto, salah satu peserta kegiatan Literasi Digital. Jeihan Kler menyarankan untuk mencari tahu terlebih dulu legalitas dari aplikasi yang akan diunduh. “Kalau memang itu aplikasi resmi dan sudah dikenal atau diunduh banyak orang, sebaiknya isi dengan identitas asli,” terangnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *