Loading...

Wednesday, December 01, 2021

Ganti Kata Sandi secara Berkala, Ampuhkah dari Peretasan

Gowa, 18 Oktober 2021 – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 18 Oktober 2021 di Gowa, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan tema “Pupuk Demokrasi Tebar Toleransi di Media Sosial” ini diikuti oleh 644 peserta dari berbagai kalangan umur dan profesi.

Program kali ini dipandu oleh Linda Setiawati selaku moderator dengan menghadirkan empat pembicara yang terdiri dari Abdul Gafur R. Sarabiti selaku penggiat budaya Kemendikbudristek, Dedy Abrar Hamsir selaku penulis dan Founder EO Damal, Alvian selaku profesional IT, serta Azhe Rachman selaku pemengaruh (influencer) dan Host. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dibuka dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengenai pentingnya literasi digital untuk kemajuan bangsa. Adapun yang tampil berikutnya adalah Abdul Gafur R. Sarabiti sebagai pemateri pertama yang membawakan tema “Informasi Digital, Identitas Digital dan Jejak Digital dalam Bermedia Sosial”. Pada sesinya, Abdul membagikan tips menjaga data pribadi di dunia digital, di antaranya menggunakan perangkat lunak legal, menghindari penggunaan WiFi di sembarang tempat, serta selalu mengganti kata sandi setiap akun media sosial secara berkala. “Pastikan kata sandi terdiri dari gabungan nomor, huruf kapital, dan lain sebagainya agar tidak mudah ditebak,” sarannya.

Sesi dilanjutkan oleh Azhe Rachman dengan tema “Bebas namun Terbatas”. Menurut Azhe, masyarakat umumnya tidak membaca atau menonton suatu konten secara keseluruhan, sehingga cenderung mudah melontarkan komentar pedas dan negatif pada konten tersebut. Ia mengingatkan agar warganet memberikan komentar yang berhubungan dengan isi konten. “Banyak orang berkomentar di sosial media tidak nyambung dengan postingan. Ini bisa menggiring opini orang lain untuk mengumbar kebencian di komentar tersebut,” jelasnya.

Pemateri ketiga, Dedy Abrar Hamsir, membawakan tema “Media Sosial sebagai Sarana Meningkatkan Demokrasi dan Toleransi”. Ia mengatakan, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk memupuk demokrasi dan toleransi, salah satunya dengan membuat konten media sosial yang mengandung unsur persatuan dalam keberagaman. Selain itu, dapat juga membuat kampanye kepedulian terhadap berjalannya demokrasi di media sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya demokrasi.

Sesi pemberian materi diakhiri oleh Alfian Dirham yang mengusung tema “Memahami Aturan Perlindungan Data Pribadi”. Alfian mengungkap, pada tahun 2019, terdapat sekira 1.507 kasus penipuan lokapasar dan perbankan digital, 8.389 aduan iklan via surel yang dikirim tanpa persetujuan, serta 5.000 aduan penyalahgunaan data pribadi ke LBH. Mengacu pada data tersebut, Alfian mengingatkan masyarakat agar melakukan upaya untuk melakukan perlindungan terhadap data pribadi, salah satunya dengan menyeleksi aplikasi yang digunakan.

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang ditanggapi secara antusias oleh para peserta. Terdapat hadiah berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 yang diberikan oleh panitia kepada 10 penanya yang beruntung.

Salah satu pertanyaan menarik datang dari peserta yang menanyakan apakah mengganti kata sandi secara berkala dapat menghindari peretasan media sosial. Menurut Alfian, penggantian kata sandi secara berkala sangat dianjurkan untuk melindungi diri dari peretasan media sosial mengingat pada saat ini, kita cenderung menggunakan jaringan internet yang berada di tempat umum sehingga meningkatkan risiko terjadinya peretasan.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *