Loading...

Tuesday, September 21, 2021

Budaya Berkomentar Negatif Masih Tinggi, Masyarakat Perlu Literasi Digital

Marketplus.co,idMendorong masyarakat untuk lebih melek digital dalam kehidupan sehari-hari. Banyaknya aktivitas di dunia digital tidak bisa dipungkiri ada etika yang harus ditedapkan dalam berinteraksi satu sama lain secara digital. Hal itu diungkapkan, Ridha Ichsani, PR & Community Manager Zilingo Indonesia, dalam sesi saat Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin (14/06/2021).

“Pentingnya beretika dalam dunia digital dan juga harus diterapkan di semua apsek kehidupan termasuk penggunaan digital di ponsel,” katanya.

Ridha menerangkan, komunikasi digital itu memungkinkan seseorang untuk melakukan pembicaraan menggunakan media digital yang dirasa lebih efektif. Melalui media-media tersebut kita bisa berkomunikasi tanpa harus bertatap muka. Karena sifatnya tidak langsung tatap muka ini banyak melupakan apa yang perlu dilakukan saat menggunakan media digital seperti etika.

“Etika itu penting walapun saat berkomunikasi tidak dengan tatap muka di dunia digital. kalau tidak ada etika berkomunikasi pasti akan timbul masalah-masalah. Seperti minimnya bertutur kata yang sopan (contoh kasus seperti gurunya menegur siswanya yang belum mengerjakan tugas dan siswanya membalas dengan ‘ya belum jir gw kagak ngerjain tugas’. Kasus seperti ini sering dijumpai. Budaya bertutur kata sopan sepertinya hilang dan digantikan dengan text dan video,” terangnya.

Dia juga menjelaskan, selain itu dengan perkembangan dunia digital banyak masyarakat lebih sering berkomentar dulu dibandingkan menelaah berita. Dalam melihat postingan kita harus berhati-hati dalam berkomentar. Kalau bisa menghargai hak orang lain.

Budaya komentar negatif ini banyak ditemui di Indonesia. Hasil riset Microsoft menerangkan netizen Indonesia tidak sopan se-Asia Tenggara. Rata-rata pengguna dewasa menjadi peringkat atas netizen tidak beretika 68%, presentasenya 47% hoaks, 27% ujaran kebencian, dan 13% diskriminasi.  Melihat data itu, maka dijuluki orang Indonesia kurang sopan berbicara di dunia digital.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi di wilayah Kabupeten Magetan, Jawa Timur, Senin (14/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara Dadi  Krismantono (Business Director of Digital Media & Founder Opapaci Strategic), Bayu Dwi Cahyono (Dosen Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto), Alicia Soehardjono (Strategic Planning Digital Manager at Lotus), dan Key Opinian Leader Mario Alvin Supandhi.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *