Loading...

Tuesday, September 21, 2021

Pencitraan Berlebihan di Media Sosial Bisa Bikin Blunder

Marketplus.co.idKementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) Kembali menyelenggarakan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I yang kali ini diselenggarakan di Kabupaten Jember.

Acara dipimpin oleh Muhammad Maftuh, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu M. Yasin, S.Kom., M.Kom., Muhammad Arifin, S.Ag., M.Ag., Alexander Zulkarnain, Akhmad Firmannamal, Ph.D.  Tercatat jumlah peserta yang mengikuti acara ini sejumlah 191 Peserta.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Membangun Jejak Digital Yang Baik dan masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dalam paparannya, Akhmad Firmannamal mengatakan, banyak cara untuk menghindari “penyakit hati” pencitraan diri berlebihan di medsos.

“Jika ingin merubah karakter agar dihindari dari penyakit hati; contoh-contoh pencitraan blunder di sosial media, harus lihat secara langsung baru percaya. Contohnya pejabat/artis yang dicitrakan baik saat menghadapi masalah perilakunya menghindar. Bisa mengambil pelajaran dari kasus tersebut;” katanya.

Cara menghindari hak tersebut salah satunya dengan mengikuti webinar supaya informasi yang didapatkan dapat berguna dan menambah pemahaman mengenai sosial media dan pencitraan.

Untuk mengapresiasi para peserta yang bertanya mendapatkan doorprize sebagai bentuk apresiasi. Dan juga seluruh peserta webinar yang hadir mendapatkan e-certificate.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *