Loading...

Tuesday, September 21, 2021

Keterbukaan Informasi Bikin Rawan Penyalahgunaan, Pengamanan Digital Diperlukan

Marketplus.co.idKehadiran internet menjadi sangat penting. Ibaratnya, internet seperti napas kedua bagi masyarakat dunia. Salah satu dampak positif dari hadirnya internet adalah kemudahan berkomunikasi serta terhubung dengan apa dan siapa saja. Selain itu, internet juga menawarkan banyak hal, informasi khususnya.

Meski membawa banyak dampak positif, internet juga bisa menjadi sumber masalah. Untuk sebagian orang, internet digunakan sebagai media untuk melakukan kejahatan digital. Dampaknya cukup beragam, mulai dari serangan ke individu, perusahaan hingga suatu negara.

Serangan terhadap keamanan sistem informasi (security attack) dewasa ini seringkali terjadi. Kejahatan computer (cybercrime) pada dunia maya seringkali dilakukan oleh sekelompok orang yang ingin menembus suatu keamanan sebuah sistem. Aktivitas ini bertujuan untuk mencari, mendapatkan, mengubah, dan bahkan menghapus informasi yang ada pada sistem tersebut jika memang benar-benar dibutuhkan.

“Kecakapan digital harus ditingkatkan dalam masyarakat agar mampu menampilkan konten kreatif mendidik yang menyejukkan dan menyerukan perdamaian. Sebab, tantangan di ruang digital semakin besar seperti konten-konten negatif, kejahatan penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital,” ungkap Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat memberikan sambutan membuka program Gerakan Nasional Literasi Digital, wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (11/6/2021).

Jatmiko Fitri Hamzah, Praktisi IT, menjelaskan, kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sangat berperan dalam meningkatkan kecepatan dan efisiensi di berbagai layanan. Namun di sisi yang lain juga memberikan risiko penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam bentuk cyber threat untuk hal-hal yang merusak atau membahayakan.

Dalam sistem pengoperasian melalui automasi sistem, sistem kendali dan supervisi jarak jauh, akuisisi data serta kecerdasan buatan secara terintegrasi dan terkoneksi. Keamanan digital atau cyber security perlu menjadi perhatian penting. Sehingga penggunaan teknologi informasi yang bisa dibilang menjadi kebutuhan penting untuk saat ini, karena hampir seluruh masyarakat menggunakan waktu senggangnya untuk gawainya. Tentunya hal tersebut memiliki ancaman yang tidak bisa kita hindari.

“Keterbukaan informasi seseorang menyebabkan kurangnya security digital saat ini yang mana menjadi kewajiban kita untuk berhati-hati dalam memberikan suatu informasi / identitas pribadi ketika membuka situs tertentu. Bijaklah dalam menggunakan dan memaanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini, karena baik buruknya teknologi tergantung pada penggunanya,” paparnya.

Lanjutnya, tidak ada yang aman di dunia digital, sehingga disarankan ekstra hati-hati menggunakan ruang digital. Karena dalam dunia digital terdapat 3 jenis ancaman, seperti acaman multimedia, ancaman keamanan, dan ancaman sosial.

“Melihat hal ini sangat disarankan masyarakat harus sangat berhati-hati. kalau tidak data-data yang kita miliki bisa disalahgunakan oleh orang,” jelasnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (11/6/2021) ini diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi. Webinar ini juga menghadirkan pembicara lain seperti Puji Laksono (Dosen Komunikasi IKHAC Mojokerto), Muhammad Zaki Alimudin (Content Strategist RENDUNK_ID), Himawan (Prodi Ilmu Komunikasi Muhammadiyah Malang ASPIKOM Jawa Timur), dan Sherly Dwi Artamevia, Key Opinian Leader dan juga Owner Pawoen.co.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital ini merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *