Loading...

Tuesday, September 21, 2021

Jadikan Virtual Private Network Sebagai Perisai di Dunia Digital

Marketplus.co.idKecakapan digital harus ditingkatkan dalam masyarakat agar mampu menampilkan konten kreatif mendidik yang menyejukkan dan menyerukan perdamaian. Sebab, tantangan di ruang digital semakin besar seperti konten-konten negatif, kejahatan penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, ujaran kebencian, radikalisme berbasis digital.

Hal itu diungkapkan, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dalam sambutannya saat meluncurkan Gerakan Nasional Literasi Digital 2021. Beliau mengimbau agar masyarakat terus meminimalisir konten-konten negatif.

Untuk menyaring hal tersebut pemerintahan Jokowi menerapkan pembatasan situs media sosial pada 2019 lalu. Akhirnya masyarakat Indonesia menggunakan Virtual Private Network (VPN) agar tetap bisa mengakses apa yang mereka inginkan.

“VPN merupakan perangkat penting yang masih jarang digunakan oleh orang awam. Padahal faktanya VPN dapat berperan sebagai perisai bagi pengguna. Akan tetapi tidak semua alat software ini bekerja dengan efektif,” jelas Muhammad Ali Mas’ud, Guru RPL & TKJ SMK Manbail Futuh Tuban, Jawa Timur.

Lanjut Ali, teknologi digital melesat seiring berjalan waktu, sehingga semakin besar pula peluang kejahatan yang mungkin terjadi tanpa adanya pengamanan ganda dari pengguna sendiri. Maka dari itu setiap individu harus peka terhadap berbagai akun dan data yang masuk ke dalam platform apapun.

“Tanpa bantuan VPN ini segala data hingga riwayat yang pernah terekam oleh internet akan menjadi ladang baru bagi berbagai pihak. Seperti pengambilan data guna kepentingan marketing hingga penyalinan data untuk tindakan tertentu oleh pihak tak dikenali,” paparnya.

Ali menerangkan, untuk itu, disarankan untuk tidak menggunakan VPN gratis. Karena kalau VPN gratis mendapatkan dana dari penjualan data secara ilegal. Di berbagai negara, banyak sekali kasus tentang penjualan data orang yang menggunakan VPN gratis oleh penyedianya. Pihak yang bersedia membeli adalah pihak ketiga, seperti korporasi yang ingin mengirim spam ke e-mail atau bisa juga para hacker.

“Namun, bagi kalian pengguna VPN berbayar, nggak perlu khawatir akan risiko ini. Pasalnya, para penyedia VPN berbayar umumnya memiliki aturan yang ketat dan jaminan,” ujarnya.

Webinar  Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi, ini juga menghadirkan pembicara lain seperti Kemal Khoirur Rahman (Inisiator Tuban Creative Hub), Andik Adi Suryanto (Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas PGRI Ronggolawe),  Sucipto (Kepala Sekolah SMAN 1 Soko Tuban), dan Key Opinion Leader (KOL) Fathan Mubin Putra.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *