Loading...

Monday, June 14, 2021

HIPMI Probolinggo; Dunia Digital Bisa Bikin Kita Inovatif

Marketplus.co.idLiterasi digital merupakan kerja besar. Oleh sebab itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah perlu dukungan seluruh komponen bangsa agar semakin banyak masyarakat melek digital. Infrastruktur digital, tidak dapat berdiri sendiri. Ketersediaan jaringan internet harus diikuti dengan kesiapan penggunanya. Dengan begitu, manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif.

Hal itu diungkapkan, Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, dalam sambutannya pembukaan persatuan dan kesatuan bangsa dengan melakukan literasi digital harus terus dilakukan. Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Siberkreasi mengadakan Webinar Literasi Digital Nasional untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (7/6/2021).

“Saya harap, gerakan itu menggelinding dan terus membesar sehingga bisa mendorong berbagai inisiatif di tempat lain serta melakukan kerja konkret agar masyarakat makin cakap memanfaatkan internet untuk kegiatan edukatif dan produktif,” ujar Jokowi.

Intan Cahya Kurniasari, Ketua Dewan Pembina HIPMI Kabupaten Probolinggo, menjelaskan sekarang sudah waktunya semua melek digital. Karena sekarang ini siapa sih yang tidak memiliki media sosial. Usia di bawah 17 tahun sampai usia lanjut pasti memiliki media sosial. Contohnya Facebook, WhatsApp, Telegram dan lain sebagainya. Di sana mereka saling interaksi bertukar pikiran.

“Saat pandemi gini medsos sebagai jembatan untuk beraktivitas. Karena banyak kegiatan dilakukan di rumah seperti belajar online dari sekolah dasar hingga kuliah. Di rumah para dari anak-anak hingga orang tua menggunakan medsos. Alangkah baiknya menggunakan media sosial untuk hal positif dan produktif, sehingga menghasilkan rupiah dan juga dolar,” paparnya.

Lanjut Intan, 48 persen masyarakat Indonesia aktif menggunakan smartphone, dari saat mereka bangun hingga tidur lagi. Orang sangat ketergantungan smartphone karena biayanya sangat ekonomis dan hanya membutuhkan paket data.

“Dengan data itu, membuat banyak masyarakat banyak menggunakan hal-hal yang konsumtif seperti belanja online. Karena banyak promo yang diberikan marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak besar-besaran kadang hingga sampai 90 persen diskon,” paparnya.

Dia menerangkan, seharusnya dengan perkembangan dunia digital, masyarakat lebih bersikap kritis dan juga inovatif. Jadi walaupun banyak diskon gede-gedean masih bisa menahan diri untuk membeli barang prioritas saja dan menyisihkan dana untuk menabung.

“Selain menabung, kita juga dituntut untuk membuat prioritas kebutuhan guna menghindari pemakaian kartu kredit, membuat anggaran belanja dan kurang jalan-jalan ke mal ini. Lebih baik dana dipergunakan untuk berinvestasi,” paparnya.

Webinar Literasi Digital Nasional 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi, ini juga menghadirkan pembicara lain seperti Muhamad Zaki Amiludin, Eunike Nidya Christina, Taupik Alami, dan juga Muhammad Iqbal Darmawan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *