Loading...

Tuesday, September 21, 2021

Fenomena Pinjaman Online di Era Digital

Marketplus.co.idKemajuan teknologi berkembang dengan pesat. Hal ini membuat kehidupan sehari-hari dapat dipermudah dengan alat-alat teknologi yang berupa perangkat digital. Tidak hanya itu semua semakin serba mudah setelah adanya internet sebagai penemuan yang luar biasa.

Hal itu diungkapkan Ridan Muhtadi, IAI Miftahul Ulum, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (7/6/2021).

“Karena kemajuan teknologi orang-orang menjadi lebih gampang mengakses apapun atau mencari sesuatu. Sehingga kemajuan teknologi ini bisa menjadi dua sisi mata uang, dimana bisa negatif maupun posisif. Untuk itu masyarakat harusnya menyikapinya dengan baik,” paparnya.

Ridan menjelaskan, era digital bisa mengakses lebih cepat dan tidak perlu memakan waktu lama bisa dengan hitungan detik. Seperti fenomena yang lagi hangat saat ini adalah pinjaman online (pinjol).

“Pada masa pandemi ini banyak bermunculan pinjaman online baik yang legal maupun ilegal. karena saat ini kebutuhan masyarakat sangat besar, pinjaman online hadir dengan segala kemudahan untuk meminjam dan cepat prosesnya. membuat orang lain tertarik,” katanya.

Sebenarnya dengan banyak bermunculan pinjaman online artinya banyak bermunculan kasus kebocoran data pribadi yang viral dan menyeret pinjol (pinjaman online) makin viral di media sosial khususnya Twitter. Begitu juga kasus penipuan. Karena itu, patut sekali untuk waspada dan saling membantu dengan melaporkan cybercrime kepada pihak berwenang.

Apalagi, ada banyak kejahatan yang bisa terjadi dengan kebocoran data pribadi. Selain untuk dijual kepada pihak lain, data pribadi juga bisa diolah menjadi tindak kejahatan. Seperti identitas penipuan, tindakan pornografi, pencemaran nama baik, perundungan, sampai penyadapan.

Presiden Joko Widodo, saat membuka sisi webinar litrasi digital, menghimbau kepada masyarakat luas agar bisa memanfaat keberadaan internet secara positif, dengan memaksimalkan penggunaanya secara cerdas dan produktif salah satunya lewat platform e-commerce.

“Internet harus mampu meningkatkan produktifitas masyarakat. Membuat UMKM naik kelas, perbanyak UMKM masuk platform e-commerce sehingga internet bisa memberi nikai tambah ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya

Iskandar Zulkarnain, menjelaskan candu kegunaan internet di Indonesia sudah lewat batas. Hal ini merujuk pada data dari badan pusat statistik (BPS) yang menerangkan kalau orang Indonesia menggunakan internet setiap harinya selama 8 jam rata-ratanya.

“Rata-rata layanan yang sering dilihat di internet adalah belanja online. Kecenderungan menggunakan Internet secara berlebihan dapat menimbulkan penyakit. Untuk kita harus berpedoman pada 3 point, seperti mudah, bebas, terjangkau,” paparnya.

Iskandar mengungkapkan, dengan segala kemudahan dan perkembangan internet saat ini bisa dimanfaatkan ke hal yang lebih bermanfaat seperti untuk menambah penghasilan.

Selain Iskandar dan Ridan, pembicara Webinar Gerakan Literasi Nasional 2021 di wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur (7/6/2021) menghadirkan Vera Suryani dari Universitas Telkom dan juga Aryo Hendarto. Webinar Literasi Digital ini merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Literasi Digital Nasional 2021.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *