Loading...

Wednesday, October 20, 2021

Sutradarai Film ‘Tarian Lengger Maut’, Yongki Ongestu Suguhkan Sudut Pandang Berbeda Tari Lengger

Marketplus.co.id – Di era pandemi, hampir semua industri terdampak, tidak terkecuali film. Namun, sikap optimis bahwa industri film di Indonesia akan pulih ditandai dengan dirilisnya film garapan Visinema Pictures yang bekerja sama dengan Aenigma Pictures berjudul ‘Tarian Lengger Maut’.

Trailer berbalut misteri yang mengangkat kisah seorang dokter dan penari ini dijadwalkan tayang serentak pada 13 Mei 2021 mendatang di bioskop seluruh Indonesia.

‘Tarian Lengger Maut’ merupakan film thriller misteri pertama yang dirilis oleh Visinema Pictures. Cristian Imanuell selaku produser mengungkapkan alasan Visinema tertarik untuk berkolaborasi dengan Aenigma Pictures dan merilis film ini ke publik.

“Ini kali pertama Visinema Pictures merilis film dengan genre thriller misteri, apalagi setelah menonton filmnya, hasilnya sangat bagus dan kami menilai penonton film Indonesia pasti menyukai filmnya , tentunya kesempatan ini sangat sayang untuk dilewatkan,” ungkap Christian.

Film yang disutradarai oleh Yongki Ongestu ini bercerita tentang misteri yang terjadi di desa Pageralas, satu persatu warganya menghilang secara misterius. Kemudian di sisi lain kehadiran dokter Jati (Refal Hady), masih belum diketahui apa hubungannya dengan berbagai insiden yang terjadi di desa Pageralas. Namun, seorang penari Lengger, Sukma (Della Dartyan), sedang menjalani ritual untuk penerimaan Indang; dipercaya bahwa penari yang memiliki Indang dapat mempesona penontonnya dan dapat melindungi pemiliknya.

Chemistry atau kedekatan yang tidak lazim antara dr. Jati dan Sukma di dalam film ‘Tarian Lengger Maut’ coba digambarkan melalui trailer yang telah dirilis ke publik. Menyiratkan intensi yang tidak biasa dari dr. Jati terhadap Sukma.

Menurut Yongki Ongestu, Tari Lengger memiliki jamak perspektif, termasuk perspektif negatif di kalangan masyarakat.

“Di salah satu perjalanan saya berkeliling daerah, saya tiba di Purwokerto dan diperkenalkan dengan Tari Lengger. Tarian tersebut mendapat berbagai perspektif  dari masyarakat,  termasuk perspektif negatif. Saya tertarik untuk menyuguhkan sudut pandang yang berbeda dari Tari Lengger,” ungkap Yongki.

Ia juga menuturkan, preproduksi film ‘Tarian Lengger Maut’ memakan waktu 2 bulan dengan produksi selama 16 hari.

“Tantangan terbesar dalam pembuatan Tarian Lengger Maut adalah cuaca. Produksi dilaksanakan di kaki Gunung Slamet, dan suhu di malam hari cukup dingin,” akunya.

Film yang ditayangkan untuk menghibur penonton Indonesia selama libur lebaran ini menampilkan debut duet akting diantara aktor muda Della Dartyan dan Refal Hadi yang tentunya sayang untuk dilewatkan.

“Senang sekali ketika tau akan dipasangkan berakting dengan Della, apalagi setelah baca cerita dan karakternya, gue merasa beruntung mendapat peran ini. Makin gak sabar nonton filmnya di bioskop”, tambah Refal.

Aryanna Yuris yang juga duduk di bangku produser menjelaskan alasannya memproduksi film ini. “Film Tarian Lengger Maut diproduksi dengan visi untuk membawa direct impact kepada pekerja kreatif dan seniman tradisional, serta mengangkat budaya Indonesia,” ujar Yuris.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *