August 9, 2020
Articles

Roy Saputra Ungkap Perjalanan Bisnis Hasilkan Jutaan Dollar AS

Marketplus.co.id – Jatuh bangun di dunia bisnis sudah dirasakan Roy Saputra sejak masih kuliah. Mulai dari mengajar, membuat software hingga akhirnya membangun bisnis pribadi.

Tapi, ini semua itu berujung kegagalan bahkan terakhir modalnya ludes ketika mendirikan usaha bersama keluarga yang hanya bertahan 18 bulan.

“Sejak kuliah saya sudah membangun usaha, ketika itu saya bisa memiliki penghasilan 6-8 juta per bulan. Usai kuliah, saya fokus investasi dan memulai bisnis tapi menemui banyak kegagalan,” ungkap Roy.

Kehilangan banyak uang tak menyurutkan langkahnya, dia berusaha mencari jalan dengan berbagai usaha, mulai dari marketing flyer hingga akhirnya menyediakan apapun jasa untuk orang lain selama 2,5 tahun sejak 2007.

Sayangnya, usaha itu tak membantunya secara keuangan, dia harus hidup dengan penghasilan di bawah 1 juta rupiah.

Roy berada di titik terendah hidupnya pada 2008. Dia merasa apapun usaha yang dia lakukan berakhir sia-sia. Usahanya untuk bisa mandiri secara finansial belum menemukan hasil. Hingga satu saat dia bertemu kembali kawannya, yang mengajaknya berbisnis.

Ajakan ini bukan tanpa penolakan. Kata kunci berjualan, membuat dia nyaris menarik diri. Betapa tidak, dia mengaku tak memiliki keahlian menjual dan harus berdamai dengan kata ini jika ingin memulai usaha.

“Kemampuan jual penting dan harus berdamai dengan kata jualan yang sebenarnya saya tidak suka. Teman saya mengajak bisnis jaringan,” kenang Roy.

Tak ada pilihan lain, pria 35 tahun itu akhirnya mengikuti jejak sang kawan. Dengan memendam egonya untuk tidak takut dengan kata ‘jualan’ dia memulai perjalanan baru di dunia bisnis.

Dia sendiri terkejut dengan raihan yang ditorehkan di bulan pertama langkahnya dengan menghasilkan uang 16 juta rupiah. Jumlah yang jauh lebih besar dari penghasilannya usai lulus kuliah.

Perlahan tapi pasti, binis menarik yang menawarkan produk kecantikan yang membuat orang tampak jauh lebih muda membawanya ke tangga sukses. Dia bahkan kini menjadi salah satu leader yang harus memimpin banyak orang yang ingin mengikuti jejaknya. Betapa tidak, kini pebisnis muda itu sudah menghasilkan 1 juta dollar AS atau setara 14,6 miliar rupiah dalam bisnis ini.

“Awalnya saya yang tidak bisa jualan jadi harus bisa jualan, dari tidak bisa memimpin, sekarang harus bisa. Belajar public speaking sampai akhirnya saya kuasai,” ucap Roy.

Refleksi perjalanan 11 tahun ke belakang membuat Roy tambah yakin dan ingin apa yang dia lakukan bisa membantu orang-orang lain mengikuti langkahnya. Apalagi situasi pandemi Covid-19 yang membawa setiap orang kepada kehancuran keuangan karena pemutusan kerja, usaha yang mandek atau kesulitan menemukan usaha yang tepat.

Menemukan Solusi Usaha di Tengah Pandemi

Roy tidak pelit membagikan ilmu dan pengalamannya agar semua orang bisa bangkit di masa sulit seperti ini. Di tengah belitan masalah, dia yakin orang bisa mengikuti jejaknya.

“Carilah usaha yang menggunakan modal kecil, bahkan tanpa adanya resiko modal. Kalau saat ini, bisnis online tentu saja jadi pilihan dan terpenting ada kendaraan yang tepat. Cobalah cari merek-merek terkenal yang membangun usahanya dengan bisnis jaringan,” tukas dia.

Modal jadi syarat utama dalam memulai usaha. Tapi, di tengah pandemi rasanya sulit mendapatkan pinjaman dari pihank bank atau institusi keuangan lainnya. Lalu, bagaimana masyarakat kelas menengah bawah bisa memulai usaha ketika pinjaman sulit dan tabungan tidak ada?

“Jangan pilih bisnis dengan resiko tinggi. Kita harus melihat kemampuan kita sampai dimana, dari finansial, skill, relation dan tentu saja modal. Kita harus mengukur itu, jangan sampai karena modal untuk bisnis justru mengancurkan keuangan keluarga,” terangnya.

Protokol kesehatan di masa pandemi yang mengharuskan banyak bisnis mengarah ke sistem online. Tapi, jangan salah pilih bisnis lewat sistem ini, salah-salah bisa kehilangan uang.

Untuk kelas menengah yang secara finansial tidak kuat, berikut cara yang tepat.

  1. Pilih usaha yang sudah memiliki merek terkenal.

Kenapa harus memilih seperti itu karena bagi orang yang ingin memulai usaha tidak perlu lagi membangun branding untuk usaha yang baru dia ikuti.

  1. Produk berkualitas

Pengakuan atas produk rasanya tidak sulit didapatkan di zaman serba digital ini. Orang yang baru memulai bisnis mencari langsung jejak digital atau menanyakan kepada para pengguna yang sudah merasakan langsung sentuhan produknya.

  1. Sudah memiliki penggemar

Jika produk dibutuhkan dan berkualitas, banyak orang yang tidak akan bisa lepas dari penggunaan produk dari perusahaan tersebut.

  1. Kompensasi sepadan

Tentu saja, ketika beralih ke bisnis atau usaha baru, kompensasi dari bisnis ini tentu saja harus sepadan. Bisa menjadi alternatif bahkan nantinya jadi mata pencaharian utama.

“Jangan sampai usaha yang dikeluarkan di bisnis online sangat besar tapi marginnya kecil, incomenya kecil. Cari bisnis online yang mereknya teruji,” tutup Roy yang membuka peluang bagi masyarakat yang ingin mengikuti jejaknya di nomor telepon ini, 087783280610.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *