September 21, 2020
Articles

Kinerja Positif Bank OCBC NISP di Tengah Pandemi

Marketplus.co.id – Pada Q1-2020, Bank OCBC NISP mencatat laba bersih sebesar Rp791 Miliar naik dari Rp765 Miliar pada Q1-2019, sedangkan pertumbuhan laba sebelum pajak mencapai 12,1% YoY menjadi Rp 1,1 Triliun.

Total aset Bank tumbuh sebesar 7,8% menjadi Rp191,5 Triliun pada akhir kuartal I 2020 dari Rp177,5 Triliun pada kuartal I 2019.

Di tengah berbagai perubahan dan penyesuaian operasional bisnis akibat pandemi COVID-19, Bank OCBC NISP berhasil mempertahankan fungsi intermediasi dengan pertumbuhan DPK sebesar 5,2% YoY menjadi Rp 137,4 Triliun pada kuartal I 2020 dari Rp130,5 Triliun pada kuartal I 2019.

Sementara itu, penyaluran kredit senilai Rp123,9 Triliun pada kuartal I 2020, tumbuh 5,4% dari Rp117,5 Triliun pada kuartal I 2019.

Fungsi intermediasi dijalankan dengan berpedoman pada prinsip kehati-hatian dan terlihat dari rasio NPL (non-performing loan) net sebesar 0,9% dan bruto sebesar 1,8%. Dalam kondisi yang menantang likuiditas bank terjaga baik dengan LDR sebesar 89,9% dan LFR 87,3%.

Meski demikian, pandemi COVID-19 menghadirkan disrupsi yang luar biasa terhadap berbagai sektor, termasuk  sektor keuangan, mulai dari cara bekerja pelaku usaha untuk memberikan pelayanan sampai ke cara nasabah untuk mengatur keuangannya.

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah telah mengubah kebiasaan, gaya hidup dan pemanfaatan teknologi digital sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk cara masyarakat melakukan kegiatan perbankan.

Menurut Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP, berkembangnya kasus COVID-19 di Indonesia mendorong Bank OCBC NISP untuk melakukan penyesuaian guna memastikan keberlanjutan operasional Bank.

“Kami juga terus memastikan Bank  menjalankan strategi yang difokuskan pada peningkatan pendapatan non-bunga, melakukan efisiensi dan menjaga kualitas kredit” ujarnya.

Ia juga menambahkan, dengan kesehatan keuangan Bank yang masih tetap terjaga pada kuartal I 2020, yang terlihat dari rasio kecukupan modal yang berada pada level 18,8% dan juga rasio ketersediaan dana untuk memenuhi kewajiban yang mencapai 156,2%.

“kami siap memberikan dukungan kepada nasabah dan masyarakat Indonesia untuk melalui kondisi menantang ini,” imbuh  Parwati Surjaudaja.

 

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *