August 15, 2020
Articles

Kenaikan Signifikan eCommerce di Tengah Pandemi COVID-19

Marketplus.co.id – Criteo S.A (NASDAQ: CRTO), perusahaan teknologi global yang mendukung marketers dunia dengan periklanan yang efektif dan terpercaya, hari ini mengumumkan hasil penelitian mereka mengenai analisis dampak COVID-19 terhadap industri eCommerce. Data Criteo menunjukkan bahwa sekitar setengah dari semua negara di dunia mengalami peningkatan dalam angka penjualan online. Ini mungkin disebabkan oleh pergeseran perilaku pembeli karena konsumen melakukan social distancing. Dengan bulan Ramadan yang akan dimulai dari 23 April hingga 23 Mei tahun ini, lonjakan pembelian eCommerce diperkirakan akan meningkat lebih tinggi karena umat Muslim akan mencari kebutuhan secara online untuk mempersiapkan perayaan di tengah-tengah pembatasan sosial yang akan berlaku hingga waktu yang belum ditentukan, dengan adanya kemungkinan untuk diperpanjang sampai setelah Ramadan.

Traffic web harian melonjak lebih dari 50% secara global. Perdagangan online sekarang telah menjadi esensial untuk konsumen Asia Pasifik ketika mereka berpindah ke platform online – baik bekerja dari rumah atau menghabiskan waktu luang, karena pandemi kesehatan global,” kata Pauline Lemaire, Director of Account Strategy Criteo for Large Customers, SEA, Hong Kong and Taiwan. “Kami juga menyadari tren ini di Indonesia. Kami memperkirakan hal ini akan tetap berlanjut, terutama selama bulan Ramadan di mana lebih banyak orang yang diharapkan untuk beralih ke belanja online dalam rangka persiapan memasuki momen keagamaan ini. Brand dan pemain ritel sekarang dihadapkan dengan tantangan baru dalam membantu pembeli mempertahankan tradisi mereka dan juga meyakinkan, serta membuktikan bahwa kesinambungan bisnis terjaga di saat yang sama. “

Social distancing dan pembatasan perjalanan telah mengubah rutinitas harian dan cara konsumen bekerja, berbelanja, dan bermain. Marketer perlu mengakui kenyataan baru ini dan menyesuaikan kampanye mereka dengan pola interaksi pembeli dengan pelaku bisnis dan satu sama lain.

“Mirip dengan banyak negara lain, kebijakan social distancing di Indonesia diartikan bahwa hanya bisnis-bisnis penting seperti kebutuhan sehari-hari, pengiriman dan logistik tetap beroperasi penuh selama periode ini. Dengan meningkatnya ketergantungan pada eCommerce di masa ini, brand dan pelaku ritel harus memastikan jaringan logistik dan kapasitas pemenuhannya cukup kuat, serta memastikan stok barang lengkap untuk memenuhi pertumbuhan permintaan untuk perdagangan online,” tambah Lemaire.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *