Antisipasi Biaya Pengobatan Kanker dengan Asuransi Kesehatan

Antisipasi Biaya Pengobatan Kanker dengan Asuransi Kesehatan

Marketplus.co.id – 4 Februari kita peringati sebagai Hari Kanker Sedunia untuk meningkatkan kesadaran global bahwa masyarakat perlu berpartisipasi untuk mendorong, mencegah, mendeteksi, dan mengobati penyakit kanker apalagi penyakit kanker tidak pandang bulu. Lalu apa yang dapat kita lakukan? Hal pertama, kita perlu mengetahui apa yang menjadi pemicunya, apakah kita termasuk rentan terkena penyakit kanker? Setelah itu, cari tahu tindakan preventif yang dapat dilakukan, bagaimana meminimalkan penyebarannya jika sudah terkena kanker, dan bagaimana persiapan jika ada anggota keluarga yang terkena kanker.

Health Claim Senior Manager Sequis drYosef Fransiscus mengatakan, secara umum risiko kanker  berkembang karena paparan zat kimia, sinar matahari yang berlebihan, paparan radikal bebas, stres yang tinggi, gangguan hormonal, usia menua, kelebihan berat badan, sering mengalami radang dan infeksi, juga bisa karena gaya hidup yang buruk, seperti merokok, dan sering mengonsumsi miras, pola makan tinggi lemak, banyak gula, dan kurang serat. Namun, kanker dapat juga terjadi karena memiliki riwayat penyakit tertentu, misalnya  jika memiliki riwayat radang usus akan berpotensi terkena kanker usus, bisa juga karena kelainan genetik yang dapat mengganggu sistem kerja tubuh.

Adapun faktor yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker dapat berbeda pada setiap kasus dan biasanya tidak hanya dipicu oleh 1 faktor. Namun, pada umumnya karena ada sel abnormal yang tumbuh tak terkendali sehingga merusak sel normal di sekitarnya dan bagian tubuh lain. Sebenarnya, tubuh kita memiliki mekanisme sendiri untuk menghancurkan sel yang abnormal tetapi bila mekanismenya gagal maka sel abnormal tersebut akan tumbuh tak terkendali.

Semua dokter dan para ahli pastinya menyarankan agar masyarakat rajin melakukan cek kesehatan secara berkala dan mempraktekkan gaya hidup sehat, seperti menghindari paparan radiasi, asap dan zat kimia, menjaga lingkungan tetap bersih, rutin berolahraga serta konsumsi makanan sehat yang berserat tinggi dan rendah lemak serta gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Melakukan medical check up setidaknya 3 bulan sekali walau tidak sakit adalah tindakan preventif agar jika ada gejala dapat ditangani sejak dini, memberikan vaksin pada anggota keluarga juga sangat baik, misalnya vaksin hepatitis B dan vaksin HPV. Hal-hal tersebut merupakan langkah preventif untuk meminimalkan serangan kanker Apalagi, bagi mereka yang secara genetik rentan terkena kanker karena sulit dideteksi pada stadium awal dan beberapa kanker bahkan tidak menimbulkan gejala awal dan baru diketahui saat mencapai stadium lanjut sehingga menjalankan pola hidup sehat dan bersih menjadi pilihan yang bijaksana untuk mempertahankan kesehatan.

Masalah yang umum terjadi dalam masyarakat adalah kurangnya kesiapan kita menghadapi kenyataan jika anggota keluarga terdiagnosa kanker. Misalnya, takut akan kematian, takut pada efek kemo atau radiotherapy, takut jika telah dinyatakan sembuh lalu timbul lagi, takut tidak mampu membayar biaya pengobatan, takut hilangnya pendapatan, dan takut tergerusnya keuangan keluarga dan mengganggu kelangsungan hidup anggota keluarga lain. Ketakutan ini tidak hanya terjadi pada pasien, tetapi juga terjadi pada keluarga padahal mereka yang terdiagnosa kanker idealnya perlu bebas stres, jiwa yang gembira, mendapatkan makanan bergizi, dan diberikan dukungan moral.

“Haruslah kita sadari bahwa jarang ada kanker yang sembuh 100%. Fakta yang sering terjadi adalah pasien masuk masa statis atau sedang tidak berkembang dan ini bukanlah sembuh. Itu sebabnya, mereka yang telah dinyatakan sembuh atau yang biasa disebut survivor diwajibkan tetap melakukan kontrol ke dokter spesial onkologi dan dokter gizi dan anggota keluarganya pun terutama jika pasien sudah pada tahap stadium lanjutan perlu mempersiapkan diri dan finansial sehingga jika perjalanan hidup pasien sampai pada titik terakhir, tidak menambah stres baru” sebut dr. Yosef.

Tambahnya lagi, karena kanker dapat menyerang siapa saja dan belum ada cara meminimalkan kanker maka kita pun perlu menambah pengetahuan dan referensi mengenai bahaya penyakit kanker agar bisa lebih preventif dan tidak antipati pada penyembuhan medis, seperti kemoterapi karena makin cepat di kemoterapi maka makin besar pula harapan hidup.

Antisipasi Biaya Pengobatan Kanker: Perencanaan Keuangan dan Asuransi Kesehatan

Kesadaran bahwa kanker dapat menyerang siapa saja tentunya selain menjaga pola makan dan gaya hidup, kita juga perlu memiliki finansial yang kuat agar aktivitas kehidupan dapat tetap berlangsung. Agency Development Manager Henry Kurniawan K S, RFP®, LCPC mengatakan, untuk memiliki finansial yang kuat diawali dengan memiliki perencanaan keuangan yang matang, yaitu tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan pribadi, melipatgandakan kekayaaan, atau mempercepat akselerasi pertumbuhan kekayaan saja tetapi perencanaan keuangan yang mampu meredam dan meminimalisir risiko ekonomi, seperti terkena penyakit kritis.

Salah satu referensi paling sederhana dalam melakukan perencanaan keuangan, sebut Henry adalah dengan prinsip alokasi 10% untuk kebaikan, 20% untuk masa depan, 30% untuk cicilan dan 40% untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alokasi 20% dana untuk persiapan untuk masa depan, yaitu untuk dana darurat, asuransi jiwa dan kesehatan, dana pendidikan anak, dana pensiun, dana untuk DP Rumah (bagi yang belum memiliki), mengembangkan kekayaan, dan dana untuk berbagai tujuan keuangan lainnya.

Dana darurat dan asuransi kesehatan bagi seluruh anggota keluarga dan asuransi jiwa bagi pencari nafkah keluarga haruslah menjadi prioritas pertama, baru berikutnya dana yang lain karena dana itulah yang akan menjawab sejumlah pertanyaan yang sering muncul dalam masyarakat, seperti bagaimana membiayai pengobatan jika anggota keluarga terkena penyakit kritis atau kanker, apa dampaknya jika pencari nafkah tidak lagi produktif karena terkena penyakit kritis atau bagaimana jika pencari nafkah meninggal dunia.

“Bicara tentang asuransi maka asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis sangat penting kita miliki karena perannya bukan semata untuk mengganti biaya pengobatan pasien tetapi juga berperan untuk menggantikan sementara nilai ekonomis dari pencari nafkah yang terkena penyakit kritis atau dapat kita sebut dengan proteksi penghasilan. Hal ini karena selain polis memiliki Uang Pertanggungan Jiwa (UP Jiwa) yaitu sejumlah uang santunan yang akan cair jika Tertanggung meninggal, polis juga memiliki Uang pertanggungan atau santunan apabila tertanggung menderita resiko penyakit kritis, yang memenuhi kriteria dalam polis, yang mana kedua Uang Pertanggungan tersebut akan bermanfaat untuk kelangsungan hidup keluarganya” sebut Henry.

Sequis Q Infinite MedCare Rider dengan X Booster

Memiliki asuransi kesehatan sangatlah penting, tetapi tetap harus kita cermati mengenai limit biaya rumah sakit. Maksudnya adalah jika saat ini harus mendapatkan perawatan medis dan menghabiskan sejumlah dana yang ditanggung oleh asuransi, apakah polis kita masih memiliki limit yang cukup untuk menanggung biaya rumah sakit di masa yang akan datang. Perlu juga mempertimbangkan soal kenaikan atau inflasi karena inflasi akan ikut mempengaruhi kenaikan biaya kamar rumah sakit, biaya pengobatan, dan biaya medis lainnya. Jika Anda mencari asuransi kesehatan, pilih asuransi kesehatan yang memiliki limit  manfaat per tahun  yang besar, bahkan terlihat terlalu besar untuk saat ini, karena biaya rumah sakit di masa mendatang akan lebih fantastis jumlahnya dari saat ini.

Hal lainnya yang perlu dipertimbangkan jika akan mengambil produk asuransi kesehatan adalah pada biaya kamar rawat inap. “Misalkan saat ini harga kamar VIP saat ini adalah Rp1 juta, dengan adanya inflasi, bisa jadi harga kamar non VIP di masa depan akan sama dengan harga kamar VIP di masa kini. Artinya, carilah produk kesehatan yang tidak lagi dibatasi dengan harga kamar. Hal ini dimaksudkan agar jika suatu hari harga kamar meningkat karena terjadi inflasi maka nasabah yang memiliki fasilitas kelas VIP dengan kamar 1 tempat tidur masih dapat menggunakan fasilitas asuransinya dengan maksimal.

Menjawab permasalahan limit dan biaya kamar rawat inap, Sequis memiliki produk asuransi Sequis Q Infinite MedCare Rider yang menyediakan perlindungan hingga Rp90 miliar per tahun (tanpa batas tahunan keseluruhan) dan menjawab kebutuhan masyarakat akan biaya perawatan medis untuk penyakit kritis termasuk kanker. Di awal tahun 2020, produk ini memiliki fasilitas X Booster atau dikenal dengan Sequis Q Infinite MedCare dengan X Booster, yakni asuransi kesehatan yang lebih fokus pada manfaat penyakit kritis. Khusus untuk penyakit kanker, produk SQIMC dengan X Booster  menanggung  pengobatan eksperimental kanker, perawatan kanker (radioterapi dan kemoterapi) sesuai tagihan serta memiliki manfaat pemantauan penyakit kritis jika disarankan oleh dokter dengan besar manfaat sesuai tagihan selama polis masih berlaku.

Selain itu, Sequis juga memiliki produk Sequis Q Early Payout Critical Illness Plus Rider (EPCIP) yang memberikan perlindungan menyeluruh sampai dengan untuk 120 kondisi penyakit kritis, salah satunya penyakit kanker dari stadium awal, sedang, dan lanjut yang manfaat asuransinya dapat digunakan untuk melakukan perawatan apabila terdiagnosa penyakit kritis sehingga kondisi finansial keluarga Anda tetap terjaga (Income Replacement).

Mengingat penyakit kritis termasuk kanker semakin mendominasi penyakit-penyakit yang mengintai kita dan kita tidak tahu apakah anggota keluarga kita adalah calon pendertia penyakit kritis maka di Hari Kanker Internasional ini marilah kita bersiap dengan melengkapi diri kita dan keluarga dengan perlindungan kesehatan. Jadikan Sequis Q Infinite MedCare dengan X Booster dan Sequis Q Early Payout Critical Illness Plus Rider (EPCIP) sebagai payung keluarga Anda.

Please follow and like us:
Articles Asuransi Bisnis Expert Says Highlight Kesehatan News flash Rilis Pers