September 19, 2020
Articles

AAJI Merilis Tabel Mortalitas IV

Marketplus.co.id – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia [AAJI], melalui hasil kolaborasinya dengan Otoritas Jasa Keuangan [OJK], Persatuan Aktuaris Indonesia, PT Reasuransi Indonesia Utama [Persero] dan University of Waterloo [READI Project], meluncurkan Tabel Mortalitas IV [TMI IV] sebagai referensi data bagi para aktuaris di industri asuransi dalam menghasilkan tarif premi lebih akurat sesuai dengan gambaran masyarakat masa kini untuk kepentingan nasabah yang lebih baik dan sebagai hal mendasar dalam menetapkan strategi pengelolaan dana yang diterima dari nasabah.

Dikembangkan dengan menggunakan optimalisasi teknologi atau perangkat lunak R dan Phyton, TMI IV diluncurkan setelah TMI sebelumnya dirilis pada tahun 2011 lalu.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia [AAJI], Budi Tampubolon mengatakan, “Kami merasa gembira dan bangga atas pencapaian AAJI yang berhasil melakukan kolaborasi yang apik dengan beberapa pihak, guna dapat menyusun Tabel Mortalitas Indonesia IV (TMI IV) ini yang mencerminkan tingkat mortalitas masyarakat di Indonesia. Diharapkan TMI IV ini bermanfaat bagi para aktuaris perusahaan asuransi dalam menetapkan tarif premi yang akurat dan wajar kepada masyarakat Indonesia sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.”

Ia juga menambahkan, pihaknya mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya kepada pihak-pihak yang telah berperan dalam penyusunan TMI IV ini, yaitu OJK sebagai penghubung antara perusahaan asuransi dan tim penyusun, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) dan University of Waterloo (READI Project) yang melakukan proses cleansing dan validasi, serta analisis data.

“Apresiasi juga kami berikan kepada seluruh perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI yang telah berpartisipasi dalam penyusunan TMI IV, karena hal ini sejalan dengan transformasi bisnis yang dilakukan di industri asuransi jiwa yang tujuannya adalah memajukan industri dan turut meningkatkan kesejahteraan nasabah dan tentunya masyarakat Indonesia pada umumnya,” imbuh Budi Tampubolon.

Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia, Fauzi Arfan juga menuturkan, “Setelah rentang waktu 8 tahun, kami di industri asuransi merasa bahwa saat ini merupakan saat yang tepat untuk melakukan pengkinian data terkait tingkat mortalitas, dalam upaya kami untuk meningkatkan kualitas dan akurasi dalam penghitungan premi bagi aktuaris, Tabel Mortalitas IV menggunakan eksposur data lebih besar atau 52 perusahaan asuransi jiwa, jika dibandingkan dengan TMI 2011 yang hanya 40 perusahaan, serta menggunakan teknologi perangkat lunak R dan Phyton untuk proses cleansing dan validasi, serta disajikan dengan mudah dipahami dengan akurasi data berkualitas”.

Please follow and like us:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *