August 15, 2020
Art

 “Wave of Tomorrow”, Padukan Kreativitas, Seni, dan Teknologi

Marketplus.co.id – Festival seni berbasis teknologi yang dikolaborasi dengan pertunjukan musik yang fantastis bertajuk Wave of Tomorrow  akan kembali digelar oleh Level7 di The Tribrata, Dharmawangsa, Jakarta pada 20-29 Desember 2019 mendatang.

Di festival ini juga digelar sebuah kolektif kreatif yaitu Folkative dengan mengadakan sebuah diskusi ringan bertajuk Future of Tomorrow : How Technology Has Influenced The Present-day Arts and Music Performance. Diskusi tersebut melibatkan para kreator dan musisi yang akan terlibat di Wave of Tomorrow, seperti Rubi Roesli, Maika Collective, Motionbeast, dan Kamga.

Rubi Roesli merupakan seorang arsitek yang pada akhirnya terjun membuat karya spektakuler untuk Wave of Tomorrow. Pertama kalin turut memeriahkan Wave of Tomorrow, Rubi mengaku sangat bangga sekaligus gugup.

“Karya saya akan berbicara mengenai ruang dan banyak menggunakan tali. Sebenarnya karyanya abstrak, setiap pengunjung nantinya akan mendapatkan pesan dan sudut pandangannya masing-masing ketika melihat instalasi ini,” ungkap Rubi.

Ki-Ka: Rick Wattimena, Peul (Motion Beast), Ray (Motion Beast), Aditya Nugroho (Maika Collection), Kamga, Rubi Roesli (Biroe)

Kamga yang merupakan salah satu musisi yang akan ambil bagian di ajang Wave of Tommorow ini. Ia mengaku bahwa event ini diharapkan akan memberikan pengetahuan bahwa seni terutama musik dapat diimbangi dengan teknologi.

Penyanyi Mohammed Kamga atau Kamga Mo yang kini membentuk grup yang dinamakan Hondo ini merasa tak bisa lepas dari teknologi. Hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara di Folkative: Future of Tomorrow di Jakarta, Jumat (13/12).

Musisi yang sebelumnya menjadi salah satu personel grup Tangga itu mengatakan,”Hondo bikin lagu lewat komputer. Bikin audio pakai komputer. Bikin bunyi pakai komputer. Semua diproses lewat komputer. Mixing mastering lewat komputer. Manggungnya pakai laptop, mixernya pakai komputer. Berusaha menyelamatkan karir saya belajar co-produce lagu dengan teknologi”.

Menurut Kamga saat ini masyarakat sudah sulit membedakan antara musik digital dengan musik yang dimainkan asli oleh pemusiknya karena adanya sentuhan teknologi. Kekurangan dalam bermusik sudah bisa ditutupi dengan sentuhan teknologi.

Wave of Tomorrow diharapkan akan memberikan pemahaman masyarakat bahwa musik dan seni itu bisa digabungkan dengan teknologi yang akan bisa menghasilkan karya yang menakjubkan. Dengan pertunjukan seni berbasis tekhnologi yang dihasilkan oleh insan kreatif akan bisa menghasilkan bisual artist yang istimewa,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *