PLB e-commerce Bawa Produk Lokal Ke Pasar Global

PLB e-commerce Bawa Produk Lokal Ke Pasar Global

Marketplus.co.id – Saat ini dari total jumlah 62 juta UMKM di Indonesia, ditengarai baru 14% UMKM yang melakukan ekspor. Hal tersebut dikemukakan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), di Jakarta, Senin (9/12).

Untuk itu, pihaknya sudah menugaskan dua BUMN yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Sarinah (Persero) sebagai fasilitator yang akan mengumpulkan semua produk yang siap diekspor, termasuk produk milik IKM, dalam sistem yang dinamakan sebagai PLB e-commerce Distribution Centre (EDC).

Selaku perusahaan pengelola PLB e-commerce pertama di Indonesia, PT Uniair Indotama Cargo (UIC) akan segera melakukan pengapalan pertama menggunakan fasilitas PLB e-commerce, akhir bulan Desember tahun ini.

Menurut Presiden Direktur (Presdir) UIC, Lisa Juliawati di Jakarta, Selasa (10/12), pertengahan bulan ini produk-produk milik IKM dan UKM yang siap ekspor akan mulai masuk ke gudang PLB e-commerce di kawasan berikat Marunda Centre, Jakarta Utara.

“Setelah itu  kami akan tutup kontainer, dan rencananya kapal akan segera berangkat ke Tiongkok. Setibanya barang-barang tersebut di Tiongkok, maka produk-produk tersebut akan dimasukkan ke gudang PLB e-commerce di sana, sambil mitra dari UIC di sana meng upload (unduh) produk-produk tersebut, untuk dipasarkan baik di Tiongkok maupun di luar Tiongkok sebagai bagian dari ekspansi (perluasan) pasar,” papar Lisa.

Ia juga menammbahkan, arahnya adalah ke negara-negara tujuan di luar Tiongkok, namun masih termasuk dalam katalog yang ditawarkan, seperti misalnya ke Singapura, Malaysia, sampai ke Rusia, dan Amerika Serikat.

“Mengapa Tiongkok menjadi pililhan pertama kami dalam pemanfaatan ekspor produk-produk IKM, sebab selain daya tarik dalam hal jumah penduduk, kami mengharapkan mereka juga tertarik membeli produk-produk IKM Indonesia yang dikenal spesifik dan memiliki daya  saing cukup kuat,” ungkapnya.

Untuk dapat masuk ke pasar ekspor secara online dalam rangka tes pasar, satu hal yang saya tekankan adalah kemasan produk harus bagus. Demikian pula sejumlah peraturan menyangkut standar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bagi produk pangan dan produk pangan UMKM, minimal harus memiliki nomor Produk Industri Rumah Tangga  P-IRT. Saat ini sejumlah produk  yang cukup diminati di pasaran ekspor seperti Tiongkok misalnya, adalah makanan ringan (snack), kopi, dan biskuit. Ada juga yang mencari produk perawatan rambut (hair treatment).

PLB e-commerce Fasilitas yang Dibutuhkan Di Era Digitalisasi Ini

Secara terpisah, M. Rudy Salahuddin selaku  Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan UKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dalam kesempatan berbicara pada Forum e-commerce di Jakarta, mengemukakan,  apabila melihat manfaatnya yang membantu dari segi logistik, maka pemerintah sangat mendukung PLB e-commerce, sebagai fasilitas yang dibutuhkan di era digitalisasi ini, dan menjadikan pengiriman barang khususnya milik para IKM dan UKM menjadi lebih efisien.

“Pertimbangannya karena dengan PLB e-commerce, barang yang akan diantar (delivery) tidak perlu menunggu antara 3 sampai 4 hari sampai di Indonesia, melainkan hanya membutuhkan waktu pengiriman sekitar tiga jam dari gudang PLB e-commerce ke daerah tujuan seluruh Indonesia.

Demikian juga barang dari dalam negeri juga akan lebih mudah untuk penetrasi pasar ekspor, kalau sebelumnya sudah dibantu masuk gudang berikat PLB e-commerce. Dengan terdapatnya juga gudang milik PLB e-commerce di negara tujuan ekspor, maka sebenarnya hal ini mempermudah produk Indonesia sampai di negara tujuan ekspor secara lebih cepat.

Please follow and like us:
Articles Bisnis Expert Says Highlight infrastruktur News flash Rilis Pers Strategy