Thursday, December 18, 2014
Tags Posts tagged with "Nirmana Award"

Nirmana Award

0 12

Setelah menerima banyaknya permintaan melalui email maupun jejaring social, Nirmana Award akhirnya memutuskan untuk memperpanjang masa pengiriman entri Nirmana Award. Batas akhir pengiriman karya yang semula bakal ditutup pada 29 April 2012, diperpanjang menjadi 14 Mei 2012. Perpanjangan masa pendaftaran ini lantaran untuk mengakomodir tingginya animo dari para desainer muda Indonesia untuk mengikuti perhelatan khusus desainer Indonesia ini.

“Kami banyak menerima pertanyaan melalui twitter maupun call center Nirmana Award terkait pengiriman karya Nirmana Award. Umumnya mereka berharap agar ada perpanjangan waktu pendaftaran entri supaya bisa mempersiapkan karya terbaiknya” ungkap Aprianto Pinarso, Executive Director Nirmana Award.

Perpanjangan waktu pengiriman karya ini juga dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada peserta yang sebelumnya mengalami kendala pengiriman karya. “Ada beberapa kendala yang disampaikan oleh peserta saat mengirimkan karya diantaranya gagal pada saat pengiriman dikarenakan  server yang sempat down” tukas Anto.

Guna memudahkan peserta dalam pengiriman karya, panitia Nirmana Award membuat dua alternatif pengiriman karya yaitu melalui email: nirmanaaward@gmail.com atau dengan cara mengunggah langsung via website www.nirmanaaward.com.

Finalis kompetisi desain Nirmana Award akan diundang ke Jakarta untuk mendapatkan workshop kreatif dan bisnis dari pakar-pakarnya. Rangkaian acara Nirmana Award akan dibuka pada Hari Kamis malam, 24 Mei 2012, akan diadakan juga berbagai kegiatan antara lain pameran karya, creative talkshow, pameran komunitas dan yang tidak kalah menarik yaitu konsultasi portofolio bersama creative director agency terkemuka. Rangkaian tersebut akan ditutup pada puncak acara Malam Penganugerahan Nirmana Award tanggal 26 Mei 2012 di fX Sudirman.

Masih banyak waktu. Kirimkan karyamu dan jadilah finalis Nirmana Award 2012!

0 26

Sebanyak 72 mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Binus University mengikuti roadshow Nirmana Award yang diadakan (8/3) lalu. Kali ini Aria Rajasa dan Bima Shaw mendapat kepercayaan dari tim nirmana award untuk berbagi pengalamannya di dunia desain kepada mahasiswa Binus. Roadshow nirmana award di kampus binus mengangkat tema tentang pentingnya memiliki kearifan lokal bagi seorang desainer.

Pada kesempatan roadshow ini, Aria Rajasa (CEO dari Gantibaju.com) mengingatkan agar seorang desainer ketika sukses nanti mempunyai peranan membangun daerah atau negaranya. Demikian yang dilakukan oleh Aria Rajasa ketika mendirikan gantibaju.com, sebuah clothng line berbass komunitas yang hasil desainnya memiliki ciri khas nilai-nilai Indonesia. “Ada pentingnya dimana seorang desainer bisa kembali membangun daerah atau negara kita meskipun sudah sukses di tempat lain”, ujar Aria. Dalam hal ini, ada semacam rasa tanggungjawab sosial yang penting untuk dimiliki oleh seorang desainer. Selain membangun daerah, tanggungjawab sosial yang bisa dilakukan oleh seorang desainer adalah membuat desain yang dapat bermakna bagi banyak orang.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Bima Shaw dari ADGI (Asosiasi Desain Grafis Indonesia) Jakarta bahwa desain yang memiliki pesan dan dapat berkomunikasi dengan baik akan memiliki nilai yang sangat tinggi untuk masyarakat. Bima mencontohkan seperti desain yang mengangkat unsur kuat karakter Indonesia dapat menjadikan nilai bagi masyarakat. “Seorang desainer diharuskan tak malu dan ragu mengangkat unsur Indonesia, Tunjukan pada dunia kalau Indonesia itu keren melalui media desain”, tukasnya.

Roadshow ini merupakan bagian dari acara Nirmana Award. Nirmana Award merupakan ajang apresiasi desainer muda yang acara puncaknya akan diselenggarakan pada 26 Mei 2012. Nirmana Award mengajak para desainer muda untuk berani menunjukkan karyanya melalui kompetisi desain. Kompetisi desain dibuka hingga tanggal 29 April 2012. Selengkapnya mengenai Nirmana Award bisa didapatkan di www.nirmanaaward.com

Pastikan karyamu menjadi yang terbaik!

0 49

Desain dan Propaganda

Penggunaan desain dalam propaganda sebenarnya sudah dilakukan sejak jaman Perang Dunia di abad ke -19. Saat itu, Amerika membutuhkan rakyatnya untuk bergabung dalam militer, maka seorang seniman dan ilustrator James Montgomery Flagg membuat sebuah poster. Poster tersebut bergambar diri James tengah menunjuk ke arah depan. Ia  memakai pakaian khas Presiden Abraham Lincoln serta memakai topi bercorak bendera Amerika Serikat. Headline pada poster itu adalah “I Want You For U.S Army”. Isi poster itu adalah seruan kepada pemuda-pemuda Amerika Serikat untuk bergabung di pasukan militer. Dari poster itu pun akhirnya banyak pemuda yang mendaftarkan diri untuk gabung di militer.

Hal ini secara tegas menjadi bukti bahwa desain mempunyai kekuatan untuk membawa perubahan.  Melalui desain, materi visual bisa menjadi suatu bentuk komunikasi yang memiliki dampak signifikan.  Desain, sebagaimana fungsi dasarnya, adalah alat untuk memecahkan masalah, untuk menghasilkan sebuah fungsi baru dari suatu hal sehingga bisa digunakan untuk mencapai tujuan.

Desain dan Gerakan Sosial

Kembali ke tanah air, tentunya kita ingat saat terorisme merajalela? Saat itu banyak negara memberikan TravelWarning alias larangan untuk berkunjung ke Indonesia karena dianggap berbahaya bagi Warga Negaranya. Dampak dari travel warning tersebut cukup melemahkan sektor pariwisata kita karena angka turis asing yang berkunjung menjadi berkurang.  Tak hanya dari sektor pariwisata, Travel warning membawa efek domino bagi perekonomian, mulai dari investor yang ragu, sampai usaha kecil dan menengah yang terpuruk akibat kurangnya warga negara asing yang membeli kerajinan dan barang khas Indonesia.

Berdasarkan itu, muncul lah sebuah gagasan untuk mengembalikan citra Indonesia di mata dunia. Adalah Iwan dan Indah Esjepe, dua praktisi dunia komunikasi dan kreatif, yang mengusung suatu gerakan yang mencoba untuk mengarahkan persepsi serta pemikiran rakyat Indonesia ke arah yang positif. Mereka berdua sepakat untuk mengatakan bahwa Indonesia sedang dalam situasi terpuruk entah itu situasi pemerintahnya mau pun keadaan rakyatnya yang kian kehilangan rasa kecintaan kepada negerinya sendiri.  “Keadaan Indonesia memang terpuruk. Indonesia memang menyedihkan, tapi kalau terus bersedih tidak akan membawa perubahan. Indonesia harus bertindak,” ungkap Iwan menjelaskan.

“Kami capek melihat berita negatif yang selalu disiarkan media. dari pada marah-marah lebih baik kita beraksi. Karena kami  basic-nya komunikasi, maka kami pun berpikir untuk membuat campaign,”  Indah menambahkan.

Ya, berawal dari kemarahan, akhirnya mereka melancarkan gerakan yang diberi nama Indonesia Bertindak ini. Campaign awal yang digagas ialah menyebarkan propaganda Travel Warning: Indonesia Dangerously Beautifull. Propaganda yang disebar dalam bentuk stiker dan T Shirt itu bermaksud untuk mengubah persepsi masyarakat internasional tentang keadaan alam Indonesia “Saat itu isu bencana alam kerap disebarkan oleh media, hasilnya wisatawan jadi enggan datang ke sini. Melalui campaign ini kami ingin memberi tahu kalau keindahan alam Indonesia itu luar biasa. Indonesia memang bahaya, bahaya indahnya,” ujar Iwan.

Desain propaganda ini terbilang sangat sederhana. Hanya rangkaian teks dengan jenis font balok dan besar lalu dibubuhi peta Indonesia di antaranya. Namun, hasil paduan kemampuan mengolah kata yang dimiliki Iwan dan skill desain grafis Indah ini menghasilkan efek yang luar biasa.

“Antara copy dan desain saling mendukung. Kita tidak membutuhkan desain yang hingar-bingar, karena ini bukan sekedar desain melainkan movement. Yang kita cari adalah impact,” jelas Iwan.

Kita pasti sepakat untuk menyebut bahwa permainan kata di sini menjadi kuncinya. Mereka memutar balik persepsi kata dangerous yang biasanya berkonotasi negatif dan destruktrif menjadi hal positif  yang memiliki kadar berlebih dan sangat memukau.

Tak butuh waktu lama untuk melihat impact yang diharapkan. Selang beberapa bulan setelah awal gerakan, terasa benar banyak perubahan, apalagi untuk melancarkan aksinya ini Iwan banyak dibantu oleh berbagai pihak “Setelah itu banyak yang tertarik untuk ikut menyebarkan stiker, termasuk orang-orang Indonesia yang ada di luar negeri,” kata Iwan. Pastinya, sektor pariwisata Indonesia pun kembali sehat dengan kembalinya anggapan positif dari masyarakat luas.

Tak berhenti di situ, Indonesia Bertindak pun terus mencari solusi dari permasalahan lainnya yang sedang menerpa bangsa Indonesia ini. Melalui penyebaran stiker “Kecerdasan Tanpa Etika Tidaklah Elok” misalnya,  Indonesia Bertindak bermaksud mendidik masyarakat untuk menggunakan kecerdasan serta intelektualitasnya untuk hal yang bermanfaat bukan malah digunakan untuk menipu seperti yang dilakukan oleh para pejabat-pejabat negara yang korup.

Bersamaan dengan Indonesia Bertindak, gerakan-gerakan serupa yang ingin mendongkrak nasionalisme bangsa lewat komunikasi visual pun satu per satu muncul. Seperti gerakan Hiduplah Indonesia Raya, Kementerian Desain Republik Indonesia dan Gantibaju.com yang mengusung kaos-kaos yang menyuarakan semangat kecintaan terhadap Indonesia.

Melihat fenomena ini pun Iwan merasakan betul peningkatan nasionalisme masyarakat “Dulu untuk mengajak orang untuk pakai baju bergambar burung garuda itu susah sekali. Orang lebih memilih baju dengan gambar Mick Jagger dan lidah meletnya. Tapi lihat sekarang , sudah banyak banget distro-distro yang menjual baju-baju bertema nasionalisme. Artinya kita sudah berubah,” ungkap Iwan

Desain sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Maka, begitu pula lah seorang desainer, yang harus bisa bermanfaat bagi lingkungan. Jika perusahaan-perusahaan besar  selalu menyisihkan keuntungannya untuk membuat  rangkaian program Corporate Social Responsibility, maka seorang desainer pun mesti menyumbangkan daya kreasinya untuk mencipta bentuk komunikasi visual yang membawa efek positif bagi masyarakat.

Iwan, sebagai seorang yang sudah  20 tahun menggeluti dunia kreatif pun menyatakan betapa pentingnya bagi para desainer untuk melakukan aksi sosial  “Desainer itu nggak hanya bikin untuk dirinya sendiri. Desainer akan semakin tinggi nilainya ketika bisa berdampak untuk orang lain secara sosial. Buatlah desain yang bisa mengajak orang untuk tergerak melakukan hal positif,” tegas Iwan.

Pastinya, dengan melakukan aksi sosial ini, desain dan kehidupan pun akan semakin bersinergi. Saling menguatkan dan menguntungkan. (Team Nirmana Award)

0 41

Kompetisi desain Nirmana Award telah dibuka. Nirmana Award adalah ajang apresiasi desainer muda yang bertujuan untuk memantapkan ekosistem dunia kreatif di Indonesia, terutama dengan menggali potensi lokal yang selama ini luput dari perhatian industri.

Nirmana Award mengajak desainer muda untuk menunjukkan warna kreasi Indonesia dalam bidang ilustrasi dengan membuat sebuah karya yang mengangkat nilai-nilai lokal sebagai titik awal pembuatan karya. Tema Nirmana Award tahun ini adalah “Warna Kreasi Indonesia”.

Melalui tema ini, Nirmana Award ingin mengangkat budaya lokal Indonesia melalui karya desainer muda. Budaya lokal yang dimaksud tidak terbatas pada bentuk fisik seperti batik, gamelan, wayang, tetapi juga kebudayaan non-fisik seperti ragam hias, adat, dan tradisi lokal dari segala penjuru Indonesia.

Nirmana Award membuka enam kategori kompetisi yaitu Desain Ilustrasi, Motion Graphic, Desain T-Shirt, Comic Strip, Digital Imaging, dan Tipografi. Duabelas juri telah didaulat untuk memilih karya terbaik desainer muda Indonesia. Setiap kompetisi akan dikawal oleh tiga orang juri yang ahli dibidangnya.

Beng Rahardian, “Mice” Misrad, Aditya Yoga, Yasser Rizky, Wahyu Aditya, Bona Soetirto, dan Chris Lie adalah beberapa dari juri yang dipilih Nirmana Award. Elemen penjurian yang penting diketahui oleh peserta adalah aspek originalitas dan craftmanship.

Kompetisi ini terbuka untuk desainer muda Indonesia berumur 19 sampai dengan 25 tahun. Entri dibuka mulai tanggal 1 Maret 2012 dan akan ditutup pada 29 April 2012. Seluruh entri pada kompetisi desain Nirmana Award bebas biaya. Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan lebih dari satu entri karya.

Panitia membuka dua jalur pengiriman entri yaitu melalui email dan melalui pos. Pengumuman finalis akan disampaikan pada tanggal 6 Mei 2012 melalui website nirmana award. Finalis akan berkesempatan mengikuti karantina finalis dari tanggal 23 – 26 Mei 2012 di Jakarta. Peserta harus mengikuti seluruh syarat dan ketentuan yang telah ditentukan oleh panitia. Syarat dan ketentuan kompetisi dapat dilihat melalui  website resmi Nirmana Award

Finalis yang terpilih akan mendapat kesempatan memamerkan karyanya di fX lifestyle xenter. Pemenang akan mendapatkan hadiah dengan total ratusan juta rupiah dan iMac. Masing-masing kategori akan dipilih lima finalis yang berkesempatan mengikuti workshop kreatif bersama pelaku industri kreatif diantaranya Yoris Sebastian dan Glenn Marsalim.

Selain kompetisi desain, Nirmana Award juga akan menggelar Roadshow sepanjang Februari hingga Maret, talkhsow, creative gathering, job fair, pameran karya, dan acara puncak Malam Anugerah pada tanggal 26 Mei 2012 di Jakarta. Selengkapnya mengenai rangkaian acara Nirmana Award dapat diperoleh di http://nirmanaaward.com

Nyalakan Karyamu, Luapkan Semangat “Warna Kreasi Indonesia”

158FansLike
10,168FollowersFollow
16SubscribersSubscribe