Thursday, October 30, 2014
Tags Posts tagged with "Movie"

Movie

0 2

Setelah sukses dengan 5 sekuel berjudul ‘Catatan si Boy’ kini rumah produksi 700 Picture membuat film bergenre sama namun dengan judul sedikit berbeda, ‘Catatan Harian si Boy’.

Film ini adalah judul terbaru yang akan segera tayang 1 juli 2011 mendatang. Melihat dari judulnya mungkin Anda akan langsung berasumsi kalau film ini adalah kelanjutan dari film terdahulunya. Tapi, sutradara Putrama Tuta membuat film ini berbeda, dengan menceritakan esensi dan dampak dari catatan yang dibuat Boy.

“Jadi film ini bukanlah remake, tapi lebih membuat para penonton berfikir kalau, pemeran dalam film ini bukanlah Boy dan orang ini bukan siapa-siapa, karena disini saya menceritakan esensi dan dampak dari catatan Boy pada masa sekarang” ungkap Tuta dalam pres screaning tadi.

Selain menampilkan visual dan cerita yang berbeda, film ini juga membawa pesan kepada generasi muda agar lebih berkerja keras dalam meraih mimpinya. Film ini juga dapat menginspirasi para generasi muda agar berpikir positif.

Sinopsis Film Catatan Harian Si Boy

Nuke terbaring sakit namun tangannya tidak pernah lepas memegang sebuah buku. Anak Nuke yang bernama Natasha (Carissa Puteri) pulang dari London untuk menemui ibunya. Dokter hampir menyerah dan menyarankan Natasha mencari pemilik buku tersebut untuk membuat ibunya senang di akhir hayatnya.

Di jalanan, Satrio (Ario Bayu) sedang berpacu dengan mobilnya sebagai pembalap liar didukung 3 sahabat baiknya.

Dalam satu kejadian, mereka semua bertemu di kantor polisi. Satrio yang tertarik dengan Natasha memutuskan untuk membantu Natasha mencari pemilik buku yang dipegang Nuke, yang ternyata adalah sebuah buku catatan harian seorang laki-laki bernama Boy (Onky Alexander).

Namun usaha mereka tidak berjalan mulus saat cinta segitiga terbentuk, para preman muncul, kekerasan terjadi dan Boy mungkin sudah berubah tidak seperti yang tergambarkan di buku hariannya.

Sebuah regenerasi dari seri yang menjadi ikon di tahun 80an, di-update dengan cerita yang segar, seru dan menyenangkan dengan para bintang-bintang yang sudah dan akan bersinar, kami rekomendasikan film ini untuk Anda tonton. (Ditya)

0 9
The Changcuters masih di percaya melanjutkan aktingnya dalam The Tarix Jabrix 3 (Foto: Ditya Gumilar)

Melanjutkan kesuksesan film sebelumnya Tarix Jabrix 1 dan 2, kali ini film yang di produksi Starvision tersebut melanjutkan sekuel nya yang ketiga dengan judul  Tarix Jabrix 3. Masih seperti yang dulu, film ini tetap menonjolkan kelompok The Changcuters, yang personilnya Tria, Qibil, Dipa, Alda, dan Erick sebagai aktor utama.

Sang sutradara Iqbal Rais meyakinkan kalau film ini lebih seru dan lebih kocak. Pasalnya selain personel The Changchutters, film ini juga dimeriahkan bintang cantik Olivia Jansen dan Kamidia Radisti.

Selain menawarkan suguhan yang lebih menarik dan seru film ini juga masih membawa pesan moral kepada klub motor untuk menjadi geng motor yang sopan, mematuhi peraturan lalu lintas, dan hormat kepada orang tua tetap digambarkan.

Di dalam Tarix Jabrix 3 ini Cacing yang bekerja di sebuah perusahaan asuransi diberi sebuah misi dari atasannya.Ia harus bernegosiasi dengan geng motor Road Devils agar tidak membuat kerusuhan lagi di Bandung yang sudah banyak memakan banyak korban, yang mengakibatkan tagihan klaim asuransi jadi melonjak.

Cacing pun tidak sendirian, ia turut mengajak para sahabatnya untuk kembali ke Bandung dan menemui Road Devils. Namun saat The Tarix Jabrix berangkat ke Bandung dengan menggunakan mobil perusahaan kantor Cacing, justru mereka yang dirampok oleh Road Devils yang sekarang sudah memilik Jendral baru, seorang gadis galak namun cantik, Melly (Olivia Jensen).

Mobil kantor dirusak dan uang untuk negosiasi pun diambil oleh geng Road Devils tersebut. Bahkan jaket kebanggaan Cacing yang selalu dikenakan saat naik motor pun diambilnya. Cacing dan sahabatnya tidak tinggal diam. Mereka menantang Road Devils untuk adu balap dengan motornya masing-masing, namun dengan perjanjian jika Tarix Jabrix menang, Road Devils harus bubar dan mengembalikan uang, mobil, beserta jaket yang diambilnya. Sebaliknya, jika kalah, Road Devils meminta untuk Tarix Jabrix bubar.(Ditya)

0 12
Produser Sarjono Sutrisno (kiri) dan sutradara M. Yusuf (kanan) menampilkan film yang berbeda.

Skylar Picture merilis film berjudul Tebus. Film berdurasi 93 menit ini menurut rencana akan ditayangkan pada 31 Maret 2011 mendatang. Film garapan sutradara muda Muhammad Yusuf ini menggunakan Efek Motion Blur dalam beberapa siencenya sehingga membuat beberapa adegan terlihat lebih dramatis.

Film bergenre Thriler ini dibintangi oleh beberapa aktor dan aktris senior seperti Tio Pakusadewo, Chintami Atmanegara dan Jajang C. Noer. “Kami ingin memberikan tontonan yang berbeda dan berkualitas,” papar Muhamad Yusuf, sutradara film TEBUS, saat press screening di Urban Kitchen, Plaza Indonesia, Jakarta (21/3).

Sinopsis

Rony Danuatmaja (Tio Pakusadewo) adalah seorang pebisnis sukses yang sangat mengagungkan kebesaran nama keluarganya. Bagi Rony, nama Danuatmaja adalah segalanya. Sesuatu yang patut di jaga meski harus mengobankan darah dan nyawa.

Namun suatu ketika, Alaric (Revaldo), anak sulung sekaligus calon penerus satu-satunya kerajaan bisnis Danuatmaja ditemukan tewas di kamarnya karena overdosis. Terpukul karena kejadian itu, Rony, Sisca (Chintami Atmanagara) bersama kedua anaknya yang lain, Ludmilla (Sheila Marcia) dan Karissa (Luna Sabrina), kemudian pergi ke villa mereka untuk menenangkan diri.

Namun harapan mereka ternyata jauh dari kenyataan. Di vila tersebut, keluarga Danuatmaja justru dihadapkan pada terror yang menanti dan membuat nyawa mereka berada di ujung tanduk. Apakah yang sebenarnya terjadi? Siapa yang menginginkan kematian mereka? (Bimo)

0 5

Kabar mengejutkan ini datang dari bisnis perfilman di Indonesia. Industri film terbesar di dunia, Hollywood akan memutuskan untuk berhenti mengedarkan produksi film mereka di Indonesia. Artinya tidak akan ada lagi film asing yang diputar di bioskop-bioskop Indonesia.

Keputusan Hollywood melalui Motion Pictures Association (MPA) untuk stop mengedarkan produksi filmnya, seperti Universal, Warner Bros, Paramount Pictures, dan lainnya tidak mau mengekspor lagi film mereka ke Indonesia. Hal ini terjadi akibat pemerintah menaikkan pajak untuk film impor.

Kalau kemarin (18/2) Anda mampir ke XXI atau bioskop-bioskop yang memakai angka 21, disana masih terlihat film-film baru, seperti THE GREEN HORNET, mungkin saat ini sudah tidak lagi diputar.

Tapi sampai tulisan ini dibuat, situs 21 Cineplex masih menayangkan film asing, namun jika beralih ke halaman coming soon bisa dilihat semua film yang akan dirilis hanya diisi oleh film Indonesia. Tidak ada film impor lagi disana.

Penyebab Film Luar Tidak Beredar Lagi

Pajak film impor lebih murah daripada pajak film nasional. Pajak impor cuma dibebani per satu kopi film, yakni Rp 1 juta per kopi. Jadi, kalau rumah produksi asing itu mengirimkan satu judul filmnya sebanyak 20 kopi, maka mereka menyetor kurang lebih Rp 20 juta.

Sementara, film nasional harus membayar pajak untuk beberapa hal, mulai dari bahan baku, peralatan produksi, pajak atas artis, karyawan, pajak saat proses produksi, pajak pasca-produksi, dan untuk penggandaan kopi film.

Kalau ingin membuat film di Indonesia, produser film nasional harus menyiapkan sekitar 10% untuk pajak. Jadi kalau dihitung biaya produksi film nasional Darah Garuda: Merah Putih II yang mencapai Rp 60 miliar harus mengeluarkan pajak senilai Rp 6 milyar. Karena kabarnya film yang tayang akhir September 2010 lalu itu disebut – sebut sebagai film termahal.

Di Thailand, pajak film menggunakan sistem per meter panjang film tersebut. Angkanya 1 dollar AS per meter. Rata-rata setiap kopi film impor mengeluarkan 3.000 dollar AS per kopi atau lebih kurang Rp 30 juta. Itu artinya 30 kali lipat lebih besar dari pajak yang dipungut oleh Pemerintah Indonesia.

Alasan pemerintah berani menaikan pajak film ini dirasa cukup mengagetkan, karena pasalnya dulu pemerintah takut dan rela diatur oleh Hollywood.

Tanggapan dari beberapa kalangan juga sudah mulai muncul ke permukaan seperti yang diungkapkan Mira Lesmana dalam akun Twiternya, “Hilangnya film asing di bioskop Indonesia tidak akan menguntungkan perfiman Indonesia.” (Ditya)

2 75
Surat-kecil-Untuk-Tuhan foto
Surat kecil Untuk Tuhan (foto Ilustrasi: ditya gumilar)

“Surat Kecil untuk Tuhan” diangkat dari kisah hidup seorang anak bernama Gita Sesa Wanda Cantika (Keke), gadis cantik berusia 13 tahun pengidap kanker jaringan lunak, Rhobdomyosarcoma, pertama di Indonesia.

Kisah Keke yang harus berjuang melawan kanker ganas ini awalnya ditulis dalam blog pribadi milik Agnes Danovar. Karena disukai oleh banyak orang, kisah tersebut kemudian diangkat menjadi sebuah novel berjudul “Surat Kecil untuk Tuhan” dan telah mencapai terbitan ke tujuh. Di terbitkan juga di Taiwan dan mencetak sukses yang sama.

Kisah ini pun coba diangkat ke layar lebar oleh Skylar Pictures dengan judul yang sama. Dengan durasi 120 menit film yang direncakan tayang 7 juli 2011 ini menggaet sejumlah aktor seperti Alex Komang, Ranti Purnamasari, Dwi Andika, Egy John Foreisthe, Esa Sigit dan artis pendukung lainnya

Pemeran Keke sendiri diperankan oleh Dinda Haw yang terpilih dari 6500 peserta lewat rangkaian seleksi yang dilakukan di Yayasan Al Kamal, tempat almarhumah Keke bersekolah.

Alex-komang foto
Alex Komang aktor senior yang berperan sebagai Pa Jody - Ayah Keke (foto: ditya gumilar)

Alex Komang yang juga memerankan ayah Keke menjelaskan film ini merupakan kisah nyata, bahwa ini pernah terjadi di sebuah keluarga.

“Saya berusah semampunya untuk menyampaikan apa yang dirasakan ayahanda Keke kepada penonton. Ya setidaknya apa yang saya perankan, apa yang dirasakan oleh Ayahanda Keke bisa kita rasakan juga,” terangnya seusai acara Creativity Beats Cancer di f X Senayan Jakarta.

Film ini bukan menceritakan pergulatan seseorang melawan kanker, tapi kisah seorang gadis remaja yang hidup bersama kanker untuk mewujudkan semua harapannya sampai akhir. Karena menurutnya banyak cara untuk menjalani takdir, namun dia ingin menjalaninya dengan caranya sendiri, yaitu dengan bahagia.(Ditya)

0 2
Mathias Muchus saat peluncuran film garapan pertamanya (Foto:Ditya Gumilar/MP)

Mizan Production kembali meluncurkan film terbarunya Berjudul “Rindu Purnama” (8/2), film ini merupakan produksinya yang ke enam setelah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Garuda di Dadaku, Emak Ingin Naik Haji, dan 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta.

Film yang di garap oleh aktor kawakan Mathias Muchus ini berkisah tentang Purnama (Salma Paramitha) seorang anak jalanan perempuan yang tinggal di rumah singgah dan terkena amnesia akibat tertabrak mobil seorang pengusaha bernama Surya (Tengku Firmansyah).

Setelah keluar dari rumah sakit Purnama di bawa ke rumah Surya oleh supirnya, tapi Surya tidak suka. Karena tidak disukai, Purnama memilih kabur.

Surya menyesal saat mengetahui Purnama hilang Akhirnya Surya mencari Purnama dibimbing oleh gambar yang di buat gadis itu selama tinggal di rumahnya.

Di tempat lain, Sarah (Ririn Ekawati) dan anak-anak rumah singgah pun mencari Purnama. Sampai suatu ketika, Surya bertemu Sarah, mereka akhirnya mencari bersama. Selama mencari Purnama itulah Surya dan Sarah menjadi dekat. Keakraban Surya dan Sarah membuat Monique (Titi Sjuman), anak pemilik perusahaan tempat Surya bekerja cemburu.

Ia kemudian membuat sebuah rencana untuk menghancurkan kebahagian anak-anak rumah singgah. Surya galau saat mengetahui perusahaannya akan menggusur kawasan tempat rumah singgah itu.

Problema Surya, kegigihan Sarah dan keluguan Purnama, Akbar dan anak-anak jalanan menjadi daya tarik film ini.

Empat lagu menjadi pengiring dalam film Rindu Purnama; Cinta Satukan Kita yang dinyanyikan oleh Judika. Teman dinyanyikan oleh Ashilla dan Sah Tuboh dan Istigfar oleh Rafli

Selain anak – anak yang telah di casting, Mucus juga melibatkan anak anak jalanan langsung sekitar lokasi shooting.

“Dia itu keren untuk seorang sutradara, padahal ini film pertamanya, dia expert banget sampai sampai detil lighting dan adegan tiap pemain dia perhatikan, mungkin karena dia juga pemain jadi ngerti detil seperti itu yaa!!!” Kata Titi Sjuman saat peluncuran filmnya di FX Lifestyle Sudirman, Jakarta.

Film ini dibintangi juga oleh artis senior seperti Alm. Piet Burnama, Landung Simatupang, Ratna Rintiarno, Edwin & Jhodi. (Ditya)

0 6
Damien Dematra, Penulis Novel Obama Anak Menteng dan buku Mesage to Presiden Obama

Maraknya peredaran Narkoba dikalangan artis membuat penulis buku Damien Dematra melontarkan ide kampanye yang bertema “Film Indonesia bebas Narkoba. Ide ini diambil berdasarkan kenyataan yang dialami salah seorang artis Cara Lachelle yang berperan dalam film Obama Anak Menteng yang dibuat berdasarkan novel karya Damien. Cara Lachelle diduga mengkonsumsi narkoba, karena keprihatinannya itu, Damien mencetuskan ide dan ditanggapi positif oleh Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI).

Damien Dematra saat Jumpa Pers di Bellagio Jakarta mengatakan, kampanye “Film Indonesia Bebas Narkoba” merupakan upaya dunia perfilman Indonesia untuk bebas dari Narkoba. “Seharusnya rumah-rumah produksi melakukan tes urine pada artis yang akan bermain seperti yang dilakukan dunia perfilamn di Hollywood,” jelas pria berambut panjang ini.

Sementara Pong Hardjatmo sebagai Wakil Ketua Umum Parfi mengatakan, pada kongres PARFI mendatang kebijakan resmi PARFI dalam membahas anggaran dasar anggaran rumah tangga adalah tentang bebas Narkoba. “Awal tahun ini kita harus realisasikan bahwa artis harus bersih dari Narkoba dan Korupsi, karena artis Indonesia sudah banyak disorot,” jelas aktor yang bersinar pada era 80an ini.

Irjen Pol. Anang Iskandar, Direktur Advokasi Badan Narkotika Nasional yang juga hadir dalam acara itu mengatakan, pengguna Narkoba tidak akan dihukum jika melapor ke pihak berwajib, justru akan mendapat kekebalan dan perlindungan dari polisi. Mereka juga bisa diarahkan ke pusat rehabilitasi. Dengan adanya kampanye ini, diharapkan artis Indonesia dapat berkarya dengan baik tanpa ada pengaruh narkoba yang akan membawa hal posisif pada diri mereka. (Bimo)

0 8

Menjadi seorang pembunuh bayaran dan pemasok senjata ilegal membuat Jack (George Clooney) sangat sibuk dan butuh ketenangan. Jack pun berlibur ke Italia karena dianggap negara itu mampu memberikan ketenangan baginya. Ternyata liburannya itu pun terusik karena beberapa klien membutuhkan senjata rakitannya. Ingin menenangkan diri atas profesinya sebagai pembunuh bayaran ia justru disibukkan dengan pemesanan sejumlah senjata rakitan.

Tugas terakhirnya adalah membunuh wanita asal Belgia bernama Mathilde (Thekla Reuten), yang ingin memesan senapan rakitan buatan Jake. Tetapi di balik itu, bos Jake ternyata bersekongkol dengan Mathilde untuk membunuh Jake. Bumbu romansa disisipkan dalam film tersebut, ketika Jake terperangkap dan jatuh cinta terhadap seorang wanita. Padahal dalam pekerjaannya yang penuh resiko tersebut, Jake dilarang untuk dekat dengan seseorang.

Jake harus kehilangan pacarnya, karena ia Ingin menjadi sasaran tembak beberapa orang. Ketika Jake jatuh cinta untuk kedua kalinya, ia begitu menjaga  pasangannya agar tidak menjadi sasaran pihak yang memburunya.

Meski dalam film ini terdapat action dimana terjadi tembak-menembak atau adu jotos didalamnya, namun film ini lebih banyak unsur drama dimana menampilkan pribadi Jake yang memiliki dua sisi dalam dirinya. Cerita yang ditawarkan oleh sutradara Anton Corbijn ini juga begitu rumit, dan tak bisa ditebak sehingga anda akan dibawa berpikir oleh sang sutradara. Namun pada gala premiernya film berjudul The American ini menembus Box Office dan mampu menarik perhatian masyarakat di negeri Paman Sam. Untuk lebih jelasnya ada baiknya anda luangkan waktu untuk pergi ke Blitzmegaplex terdekat.

0 5
Damien Dimatra mengajak talent muda berbakat untuk ikut serta dalam casting film Dream Obama.

Setelah sukses dengan film Obama Anak Meteng, sutradara sekaligus penulis Damien Dimatra mengajak talent-talent muda berbakat untuk ikut serta dalam casting film terbarunya berjudul Dream Obama. Dalam film itu Damien akan melibatkan 300 pemain dan membuka casting pada 29 Desember mendatang.

Syaratnya anak berusia 1-7 tahun dan memiliki bakat akting. Damien juga mengajak sienas-sineas muda untuk bergabung dalam produksinya kali ini.

Rencananya shoting akan berlangsung pada 15-24 Maret 2011, dimulai dari tahap pre-production hingga premiere tanggal 24 Maret 2011. Damien yang telah mendapatkan rekor buku tertebal didunia pada bulan lalu, akan kembali mencatat rekor dengan memproduksi film layar lebar tercepat didunia. Sebelumnya film layar lebar tercepat dipegang oleh film India dengan waktu 11 hari 23 jam.

Pihak Guinnes World Records maupun Royal World Records telah menyetujui proposal ini, dan tema yang akan diambil adalah tentang Dream Obama. Dalam penggarapannya, Damien Dimatra bekerjasama dengan Rom Muller.

“Saya mengambil tema Obama,karena sosok Obama sangat terkenal, dan bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda. Dia punya nilai plus, yaitu memperkenalkan pluralisme.” jelas Damian, saat jumpa pers di Belagio, Jakarta Selatan.

Diharapkan dengan mengangkat figure Obama, dapat memberi inspirasi bagi anak-anak muda tentang pentingnya dream, bahwa segala sesuatunya tidak ada yang tidak mungkin.
Selain itu, diharapkan film ini nantinya dapat mengikuti jejak kesuksesan film Obama Anak Menteng yang telah diputar di beberapa negara seperti Amerika dan Cina. (Bimo)

150FansLike
10,046FollowersFollow
16SubscribersSubscribe