NAVIGATION

Pentingnya Safety Riding & Melindungi Diri dari Risiko Kecelakaan

Pentingnya Safety Riding & Melindungi Diri dari Risiko Kecelakaan

Selain soal safety riding, pengguna jalan raya juga perlu melengkapi diri dengan asuransi kecelakaan.

Marketplus.co.id – Kecelakaan masih menjadi permasalahan lalu lintas di seluruh dunia. WHO Global Status Report on Road Safety menyebutkan bahwa setiap tahun ada lebih dari 1,25 juta korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan 50 juta orang luka berat di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut 90% terjadi di negara berkembang seperti Indonesia. Data kepolisian Republik Indonesia pun menyebutkan rata-rata 3 orang meninggal per jamnya akibat kecelakaan di jalan.  Data dari WHO dan Kepolisian ini  merupakan alarm bagi kita untuk peduli pada permasalahan keselamatan lalu lintas. Jika tidak, diprediksi 25 juta korban jiwa akan berjatuhan dalam kurun waktu 20 tahun ke depan.

Penyebab permasalahan lalu lintas bermacam-macam, terutama 61% karena faktor manusia, yaitu kemampuan berkendara dan karakter pengemudi. Misalnya, kebiasaan ojek online mengendarai motor atau mobil sambil menggunakan handphone dengan alasan orderan penumpang, berkendara dalam keadaan mabuk, kebiasaan pejalan kaki menyeberang tidak pada waktu yang tepat dan tidak pada tempat untuk menyeberang, tidak menggunakan seat belt (sabuk keselamatan) ketika mengemudi, tidak menggunakan helm dengan benar, berkendara tetapi tidak memahami dan menaati fungsi rambu-rambu lalu lintas, dan masih banyak lagi.

Saat ini pun sedang populer penggunaan skuter listrik di kota besar. Menggunakan skuter tentunya menyenangkan karena selain membantu sampai ke tujuan juga bisa untuk bersenang-senang. Sayangnya, potensi risiko kecelakaan juga bisa terjadi. Sebut saja insiden dua remaja pengendara skuter listrik yang tewas tertabrak mobil yang baru-baru ini terjadi di Senayan, Jakarta. Ini menunjukkan bahwa apapun yang kita gunakan dan lakukan di jalan raya berpotensi membahayakan pengguna jalan dan dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan.

Safety Riding, Aman Berkendara Agar Terhindar dari Kecelakaan

Sebagai pengguna jalan, tentunya kita wajib bertanggung jawab atas keselamatan diri sendiri dan orang lain di sekitar kita. Penting bagi pengendara untuk memiliki kemampuan safety riding, yaitu kecakapan dan keterampilan mengemudi dan mengutamakan budaya keselamatan berkendara. Misalnya, berkonsentrasi saat berkendara, tidak sambil menggunakan telepon genggam, nonton, makan dan minum terutama alkohol. Stamina dalam keadaan sehat, tidak dalam keadaan lelah, dan mengantuk.  Hal lainnya soal safety riding adalah menaati aturan lalu lintas dan menghormati pengguna jalan raya lain terutama pejalan kaki serta memberikan kesempatan bagi kendaraan yang mendapatkan prioritas, seperti ambulans, penanganan ancaman bom, penanganan huru-hara, penanganan bencana alam, atau pemadam kebakaran.

Mengingat kemacetan sudah menjadi hal kronis di banyak kota di Indonesia dan tingkat kecelakaan juga cukup tinggi maka kita perlu fokus saat berkendara, mengetahui dan menaati rambu-rambu lalu lintas, memiliki kemampuan teknis berkendara, jaga jarak aman, peduli pada keselamatan pengguna jalan yang lain, misalnya tidak mengerem mendadak dan gunakan lampu sen saat pindah jalur atau belok, dan selalu bawa SIM dan STNK yang masih berlaku.

Tips Berkendara Aman Saat Beraktivitas di Jalan Raya

Berikut tips aman berkendara:

  • Pastikan SIM dan STNK masih aktif dan selalu ada saat kamu berkendara
  • Kemanapun kamu pergi, jauh atau dekat, gunakan perangkat keselamatan dengan benar. Selalu pakai Safety belt dan pakai Helm SNI dengan benar
  • Pastikan kamu mengetahui tujuan dan arah lokasi karena kalau bingung bisa terjadi distraction (pengalihan) ketika berkendara.
  • Fokus saat berkendara, jangan menggunakan earphone, mengangkat telepon, membalas WhatsApp atau SMS walaupun saat ini smartphone sudah dapat disambungkan dengan audio kendaraan melalui teknologi bluetooth. Jika harus merespon saat itu juga, menepi dulu ke pinggir jalan.
  • Selalu jaga jarak aman antar pengendara. ideal jarak aman adalah 3 detik di kecepatan mana pun. Cara menghitungnya, bila kendaraan di depan sudah melewati satu titik maka 3 detik kemudian barulah kendaraan kita dapat melewati titik yang sama. 3 detik tersebut ditentukan berdasarkan kemampuan manusia merespon situasi mendadak. Biasanya, manusia butuh 1,5 detik untuk memahami situasi berbahaya dan 1,5 detik berikutnya untuk merespon.
  • Jangan rem mendadak. Hal ini masih berkaitan dengan prinsip 3 detik, yaitu bila sudah mendapatkan jarak yang cukup antar kendaraan maka bila kendaraan di depan kita melakukan rem mendadak dengan adanya jarak aman, kita masih dapat menghindari melakukan rem mendadak dan masih memiliki jarak yang cukup  untuk memberhentikan kendaraan pada posisi aman.
  • Selalu gunakan lampu sen beberapa ratus meter jika kendaraanmu akan pindah jalur atau belok agar kendaraan di belakang dapat mengidentifikasi arah kendaraan kita.
  • Budayakan keselamatan berkendara. Ingatlah pengguna jalan  jumlahnya banyak dengan tujuan yang berbeda, keahlian berkendara yang berbeda, dan karakter pengemudinya juga  berbeda. Mengerti rambu lalu lintas, tidak terburu-buru berkendara, dan selalu berlapang hati atau tidak mudah marah saat jalan Anda diambil atau disalip maka niscaya kamu dapat tiba di tempat dengan selamat.

Lengkapi Diri dengan Asuransi Perlindungan Kecelakaan

Selain soal safety riding, pengguna jalan raya juga perlu melengkapi diri dengan asuransi kecelakaan karena walaupun kita sudah berhati-hati dan memiliki kompetensi sebagai pengendara tetapi risiko kecelakaan masih saja dapat terjadi. Kepolisian Republik Indonesia menyebutkan bahwa risiko kecelakaan selain karena faktor manusia, 30% penyebab kecelakaan di Indonesia juga terjadi karena faktor prasarana dan lingkungan, misalnya karena jalan berlubang dan licin, karena cuaca berkabut dan hujan. Faktor lainnya, 9% karena kendaraan terkait pemenuhan persyaratan teknis laik jalan, misalnya karena usia kendaraan yang sudah tua, atau kendaraan pengguna lain secara teknis tidak laik, contohnya lampu, rem, dan emisi.

Evan Tanotogono, Head of Digital Channel Sequis Life mengatakan banyak hal tak terduga yang dapat terjadi saat kita berada di jalan raya sehingga selain menerapkan konsep safety riding demi keamanan dan keselamatan berkendara, kita juga perlu melengkapi diri dengan asuransi kecelakaan. Apalagi, pengendara motor jumlahnya termasuk yang paling besar di Indonesia dan paling rawan mengalami kecelakaan lalu lintas.

“Kami setuju bahwa kita harus menaati rambu lalu lintas dan menggunakan perlengkapan berkendara yang benar bukan semata-mata karena takut ditilang. Dalam asuransi pun pelanggaran lalu lintas termasuk dalam pengecualian.  Demi keselamatan dan keamanan diri pengendara, kami menyarankan agar menggunakan perangkat keselamatan, mempraktikkan safety riding, mampu mengelola emosi dan konsentrasi selama berkendara serta melengkapi diri dengan asuransi kecelakaan. Hal-hal ini adalah bentuk berkontribusi  kita untuk menekan jumlah kecelakaan dan mengurangi kemacetan,” sebut Evan.

 Ia pun menyarankan agar asuransi kecelakaan juga dimiliki oleh pejalan kaki karena risiko kecelakaan lalu lintas tidak saja terjadi pada pengendara, tetapi juga penumpang, dan pejalan kaki. Asuransi tersebut telah disediakan oleh Super You by Sequis Online sebagai bentuk kepedulian pada keselamatan pengguna jalan. Evan pun menambahkan bahwa mengurangi tingkat kecelakaan bukan saja urusan polisi lalu lintas tetapi tanggung jawab kita semua dan melalui Super You by Sequis Online,  Sequis ingin membantu masyarakat dengan menyediakan asuransi jika terjadi risiko kecelakaan.

Asuransi Super You by Sequis Online dapat diakses www.superyou.co.id. Terdapat produk asuransi kecelakaan diri yang bisa dimiliki oleh pengendara, penumpang, dan pejalan kaki, yaitu Super Safe Protection yang ditawarkan dengan premi murah dan tetap mulai dari Rp36.500,00. Produk ini juga menyediakan asuransi tambahan (rider) Super Motor Protection yang direkomendasikan bagi pengguna kendaraan bermotor karena memberi perlindungan biaya medis tambahan jika terjadi kecelakaan motor.

“Kami senantiasa mengingatkan masyarakat Indonesia bahwa asuransi perlu dimiliki oleh semua orang. Risiko kecelakaan bukan saja berdampak pada korban tetapi juga pada keluarga mereka. Artinya, ada risiko kehilangan pekerjaan, kecelakaan, dan finansial keluarga pun terganggu. Di Super You kami menyediakan  produk asuransi yang simpel, terjangkau, dengan akses yang mudah serta pengalaman bertransaksi secara online. Khusus produk Super Safe Protection, tersedia Uang Pertanggungan (UP) hingga  Rp1 miliar ditambah dengan perlindungan biaya rumah sakit agar keadaan finansial keluarga tetap terjaga,” tutup Evan.

Top