NAVIGATION

Selamatkan Ekosistem Mangrove Lewat Musik

Selamatkan Ekosistem Mangrove Lewat Musik

Setiap pembelian satu buah tiket “I Like Monday, I Like Nature: Music for Conservation” menandai satu buah bibit mangrove yang akan ditanam bersama-sama YKAN, Tony Wenas, WOLFTANK, Hard Rock Café Jakarta, dan media pada 9 November 2019 mendatang.

Marketplus.co.id Riset dari The Nature Conservancy (TNC) yang dilakukan pada 2016 menyebutkan, salah satu solusi untuk menciptakan kota yang sehat adalah dengan memanfaatkan infrastruktur alami. Dalam hal ini, hutan mangrove menjadi salah satu infrastruktur alami dengan kemampuannya menyerap karbon hingga 1.000 ton per hektar per tahun. Selain menyerap karbon, hutan mangrove juga mampu melindungi kawasan pantai kota Jakarta dari terjangan ombak besar dan abrasi (penyusutan) pantai.

Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bekerja sama dengan Tony Wenas (Dewan Penasihat YKAN), WOLFTANK, dan Hard Rock Café menggelar acara musik bertajuk “I Like Monday, I Like Nature: Music for Conservation”,  di Hard Rock Café Jakarta, 28 Oktober 2019.

Kolaborasi ini terjalin sebagai respon terhadap buruknya kualitas udara Jakarta. Sempat beberapa kali menuduki peringkat lima besar sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, data dari Airvisual.com pada Minggu (20/10) menunjukkan sedikit penurunan, yakni menempati posisi ketujuh.

“Polusi udara Jakarta yang semakin buruk membuat kualitas hidup kita terus menurun. Untuk itu setiap individu punya peranan dalam membuat perubahan, dalam hal ini untuk lingkungan Jakarta,” kata Tony Wenas, Dewan Penasihat YKAN yang juga menggagas diselenggarakannya pagelaran musik ini.

Tony juga menambahkan, upaya mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan mangrove dapat dilakukan melalui pelbagai cara, salah satunya melalui pagelaran musik. “Musik adalah bahasa universal yang bisa menjadi wadah dalam menyuarakan pesan perubahan bagi kita semua,” imbuhnya.

Direktur Eksekutif YKAN, Rizal Algamar juga menuturkan, misi menjaga konservasi bisa dilakukan oleh setiap lapisan masyarakat. “Melalui ajang musik ini, kami melihat bahwa pesan-pesan perlindungan alam dan memelihara kehidupan yang selama ini menjadi misi kami, bisa dilakukan melalui cara kreatif,” ucapnya.

Ajang “I Like Monday, I Like Nature: Music for Conservation” ini merupakan hasil kerja sama YKAN, Tony Wenas, WOLFTANK, dan Hard Rock Café. WOLFTANK merupakan sebuah band beraliran Pop Rock beranggotakan para musisi senior Indonesia, yang kiprahnya lebih dulu dikenal lewat beberapa kelompok band legendaris negeri, yakni Ariyo Wahab dari The Dance Company, Kin Aulia dari The Fly, Tyo Nugros dari Dewa, dan Noey dari grup musik Java Jive.

“Alam seringkali menjadi inspirasi dalam berkarya. Kami pun percaya, musik dan kegiatan konservasi dapat berkolaborasi untuk menginspirasi dan mengajak semakin banyak orang terlibat, berkontribusi langsung melestarikan bumi,” ungkap Ariyo Wahab, vokalis WOLFTANK.

Konservasi Dan Restorasi Ekosistem Mangrove

Seperti diketahui, meski punya kemampuan menyerap karbon 3 -5 kali lebih besar dari hutan tropis,  luas hutan mangrove di Indonesia terus tergerus. Perubahan areal lahan mangrove untuk kebutuhan budidaya perikanan dan permukiman menjadi penyebab utama luas hutan mangrove terus berkurang. Di ibu kota Jakarta, ekosistem mangrove yang masih tersisa adalah Hutan Angke Kapuk seluas 195 hektar, yang terdiri dari Suaka Margasatwa Muara Angke, Taman Wisata Alam Angke Kapuk, dan Hutan Lindung.

Seluruh hasil pengumpulan dana dari kegiatan ini akan diperuntukkan bagi konservasi dan restorasi ekosistem mangrove di Hutan Angke Kapuk. Setiap pembelian satu buah tiket “I Like Monday, I Like Nature: Music for Conservation” menandai satu buah bibit mangrove yang akan ditanam bersama-sama YKAN, Tony Wenas, WOLFTANK, Hard Rock Café Jakarta, dan media pada 9 November 2019.

Program pemulihan dan perlindungan hutan mangrove di wilayah Hutan Angke Kapuk bersama YKAN telah berjalan sejak 2018 melalui program Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA). Program kemitraan multipihak berskala nasional yang diinisiasi oleh YKAN ini menjalin kerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jakarta dan beberapa pihak korporasi yang peduli akan kelestarian hutan mangrove, dengan wilayah kerja yang tersebar di Jakarta, Semarang, dan Riau.

Top