NAVIGATION

Indonesia Menjadi Tuan Rumah CRNA ke-3

Indonesia Menjadi Tuan Rumah CRNA ke-3

Mendorong pengembangan pertukaran akademisi di berbagai negara dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan anak-anak.

Marketplus.co.id — Sukses digelar di Shanghai dan Jepang pada tahun 2017 dan 2018, Konferensi Internasional Child Research Network Asia (CRNA) kembali digelar pada tanggal 25-28 September 2019 di Universitas Negeri Jakarta. Mengangkat tema besar “Developing Children’s Well-Being through Education and Parenting” di tahun ketiga, Indonesia dipercaya menjadi Tuan Rumah dalam penyelenggaraan konferensi internasional CRNA.

Pembukaan yang telah dilakukan pada tanggal 25 September, menghadirkan Rektor Universitas Negeri Jakarta Prof. Intan Ahmad,. P.hd, setelah pembukaan maka dilanjutkan dengan seminar yang diberikan oleh keynote speaker  Prof. Yoichi Sakakihara.

Acara yang berlangsung 25-28 September mengangkat beberapa topik seminar di antaranya Quality of life for children, Special Needs Education, STE(A)M Education, Indonesia Early Childhood and Care, Guided Play(tent.), Nutrition through ECEC Services, Caring and Visualizing Growth and Learning in Children’s Play at Preschool Facilities, dan Play with Paper.

Acara pada tanggal 28 September merupakan acara seminar khusus yang dibuat oleh Kodomo Challenge untuk seluruh Guru Taman Kanak-kanak di daerah Jabodetabek dengan total peserta sebanyak 100 Guru.

CRNA berkolaborasi bersama Benesse Indonesia, Kodomo Challege, dan Universitas Negeri Jakarta, akan banyak berdiskusi dengan para akademisi di wilayah Asia terkait pengasuhan anak, kesejahteraan anak dan pendidikan anak usia dini dengan mendatangkan berbagai pembicara baik dari dalam negeri dan luar negeri, sebagai berikut:

  1. Harris Iskandar, Ph.D. (IND)  (General Director Communite and ECE MOE)
  2. Prof. Dr. Fasli Jalal (IND)  ( Nutrition / ECE)
  3. Prof. Yoichi Sakakibara (JPN)
  4. Prof. Roberta M. Golinkoff (USA) (Develop Mental Psychology)
  5. Prof. Kathy Hirsh-Pasek (USA) (Develop Mental Psychology)
  6. Prof. Aminah Ayob (MY) (STEM Education)
  7. Prof. Sachiko Kitano (JPN) (Early Childhood Education)
  8. Prof. Thelma Mingoa (PHL) (Special Needs)
  9. Shih-Tsung Chang (TW) (Edutainment)

“CRNA mendorong pengembangan pertukaran akademisi di berbagai negara dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan anak-anak, memperbaiki lingkungan bagi tumbuh kembang anak dan mencapai kesejahteraan bagi anak-anak”, ungkap  Prof. Yoichi Sakakihara selaku Director CRNA.

Mengejar kebahagiaan anak-anak dari sudut pandang biologis dan sosial, CRNA mengedepankan “Ilmu Anak” yaitu konsep ilmiah yang mengintegrasikan ilmu psikologi perkembangan, ilmu perilaku, kedokteran, sosiologi, ilmu kesejahteraan anak, pendidikan, dan disiplin ilmu lainnya, dalam penelitian terkait tumbuh kembang anak.

Para ahli yang terlibat berasal dari berbagai latar belakang pengetahuan seperti kedokteran, pendidikan, psikologi perkembangan, neurolog, maupun yang terjun langsung di bidang pendidikan anak. Kesamaan mereka adalah kepedulian pada kesejahteraan anak dan keigninan untuk memberikan yang terbaik demi tumbuh kembang anak yang optimal. Saat ini Anggota Dewan yang aktif di CRNA terdiri dari Indonesia, Jepang, Cina, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, dan Thailand.

Sofia Hartatiperwakilan dewan CRNA untuk Indonesia, mengatakan, “Sebagai salah satu Anggota Dewan yang aktif di CRNA, Indonesia memiliki tujuan yang sama untuk menyiapkan dan memberikan pembekalan pada anak-anak Indonesia agar menjadi anak-anak yang berkualitas di masa mendatang”, ungkap Sofi. “Mengundang seluruh akademisi yang berkecimpung di dalam dunia pendidikan anak usia dini, akan banyak memberikan insight baru khususnya untuk para Guru Taman Kanak-kanak”, tambahnya.

 “Benesse Indonesia mendukung acara ini karena selaras dengan Visi dan Misi yang dibangun dan dijalankan khususnya untuk produk Kodomo Challenge. Produk Kodomo Challenge dipersiapkan untuk membantu tumbuh kembang anak, serta mendukung peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini,” ungkap Keiko Toyoizumi, Presiden Direktur Benesse Indonesia. Sebagai program edukasi anak prasekolah Kodomo Challenge disusun dengan kurikulum komprehensif dari Jepang yang bantu stimulasi kecerdasan si kecil, tambah Keiko.

Selain menjadi tempat diskusi Akademisi di wilayah Asia, CRNA tahun ini juga membuka pengumpulan karya tulis ilmiah dengan subtema yang sesuai dengan tema besar.

“CRNA diharapkan dapat memberikan pembelajaran tentang pentingnya menyiapkan anak dengan kualitas hidup lebih baik melalui pendidikan dan pengasuhan yang berkualitas”, tutup Sofi.

Top