NAVIGATION

KAHMIPreneur; Holding BUMN Langkah Tepat

KAHMIPreneur; Holding BUMN Langkah Tepat

Untuk menghasilkan daya saing yang kompetitif di Indonesia, BUMN dapat merangkul enterpreneur potensial sebagai mitra

Marketplus.co.id — Kaukus Muda Indonesia (KMI) sebagai lembaga yang bergerak dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama bagi anak muda Indonesia untuk mengawal dan memantau kinerja BUMN,  menyelenggarakan kegiatan Dialog Publik dengan mengambil tema ’Masa Depan BUMN Periode Kedua Pemerintahan Jokowi’ yang berlangsung di Hotel Sentral Jakarta, (1/8).

Menanggapi seputar keberadaan dan perkembangan BUMN di masa pemerintah Jokowi periode kedua, Kamrussamad sebagai Founder KAHMIPrenuer yang dipercaya menjadi salah satu narasumber di ajang Dialog Publik yang digagas oleh KMI ini merasa optimis keberadaan BUMN ke depan akan memberikan kontribusi yang lebih besar kepada pertumbuhan ekonomi bangsa.

“Sebagai pelaku usaha dan mewakili KAHMIPreneur, kami nilai bahwa membentuk holding BUMN merupakan langkah yang tepat bagi pemerintah terutama pemerintahan Jokowi periode kedua. BUMN telah menjadi backbone dari perekonomian bangsa dan keberadaannya tak bisa dipungkiri mampu mendongkrak roda perekonomian nasional. Namun tentunya pengelolaan BUMN harus ditangani secara profesional di segala sektor sehingga menjadi lebih kuat, berdaya saing dan memberikan benefit optimal kepada negara dan rakyat. Di era yang serba transparan saat ini, pengelolaan BUMN kami rasa masih perlu untuk dioptimalkan dan melibatkan stake holder yang tepat agar mampu memberikan keuntungan maksimal serta memberikan manfaat optimal kepada masyarakat,” paparnya.

Kamrussamad juga menambahkan, untuk menghasilkan daya saing yang kompetitif di Indonesia, BUMN dapat merangkul enterpreneur potensial sebagai mitra nya sehingga terjadi hubungan simbiosis yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

“Dengan kebutuhan tersebut, maka KAHMIPreneur mengharapkan generasi muda dan millenials dapat menjadi enterpreneur yang handal yang lebih kreatif agar dapat memajukan industri usaha di Indonesia. Masa depan BUMN sudah pasti berada di tangan para pemuda Indonesia. Jadi kaum millenials harus bisa mengikuti perkembangan teknologi dan globalisasi dunia. BUMN sendiri merupakan representatif perusahaan yang didanai oleh rakyat sehingga keberhasilannya tentunya dapat mensejahterahkan rakyat dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa,” ujarnya.

Selain itu, Kamrussamad juga memperkenalkan tentang KAHMIPreneur kepada para peserta dialog publik, yang merupakan program inspiratif dalam menciptakan pengusaha muda untuk membuka wawasan serta terjun berkecimpung langsung dalam usaha enterpreneur hingga merealisasikan para pencipta lapangan kerja dalam segala bidang dan sekaligus mewujudkan kemandirian di bidang ekonomi serta untuk mengobarkan semangat para pemuda pemudi Indonesia dalam momentum mencetak enterpreneur yang handal. Sejauh ini, keberadaan program KAHMIPreneur sendiri juga telah memperlihatkan langkah nyata dengan memberikan wadah edukasi dan interaksi bagi pelaku usaha enterpreneur dalam kemasan ajang nasional ‘Indonesia Young Enterpreneur Summit’ yang telah sukses digelar di 7 kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Sragen, Makassar, Medan dan Lombok di pertengahan tahun 2019 lalu dengan melibatkan sekitar puluhan ribu pelaku usaha, enterpreneur, start up dan mahasiswa yang berpartisipasi.

Kamrussamad sangat mengapresiasi langkah yang diambil KMI untuk menggelar dialog publik dengan tema yang menarik. KAHMIPreneur senantiasa mendukung dan bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam memastikan kondisi perekonomian Tanah Air yang stabil dan kondusif. Salah satu langkah dengan mengoptimalkan BUMN agar dapat beroperasi lebih efisien dalam membantu mewujudkan cita-cita negara untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Upaya sinergi perusahan-perusahaan BUMN melalui holding BUMN memang perlu di dukung oleh masyarakat. KAHMIPreneur tetap mengedepankan aspek kewirausahaan sesuai program KAHMIPreneur untuk melatih, mentoring, membuka akses permodalan, akses pemasaran, akses teknologi digital dan akses managemen modern agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi kemandirian ekonomi dan dapat bersaing di kancah nasional maupun internasional”, tutup Kamrussamad.

Top