NAVIGATION

Hari Purbakala ke-106 Disambut Antusias Kaum Milenial

Hari Purbakala ke-106 Disambut Antusias Kaum Milenial

Peninggalan purbakala dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan nasional.

Marketplus.co.id – Memperingati Hari Purbakala Ke-106 yang bertajuk “Jalinan Kebinekaan Cagar Budaya sebagai Identitas Bangsa”, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan serangkaian acara yang diantaranya yang melibatkan generasi muda atau yang saat ini disebut kaum milenial.

Salah satu acara yang digelar Diskusi Cagar Budaya di Bali yang menjadi rangkaian pertama kegiatan ini. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 4 hingga 7 April 2019. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama PCBM, IAAI Komisariat Daerah Bali, dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali. Acara ini dihadiri peserta sejumlah 100 orang yang berasal dari dinas kebudayaan setempat, pelajar, pramuka, hingga pegawai BPCB Bali. Dalam acara ini juga hadir dari publik figur Raymon Tungka sebagai salah satu nara sumber.

Selain itu, Diskusi Cagar Budaya juga digelar di Makassar dengan mengusung tema “Mengenal Arkeologi Bawah Air”. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara PCBM, IAAI Komisariat Daerah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampapua), BPCB dan juga Universitas Hassanudin. Acara ini dihadiri sejumlah 200 orang yang berasal dari mahasiswa, pelajar, pramuka, komunitas, masyarakat, bpcb makasar, dan juga dari dinas kebudayaan propinsi Sulawesi Selatan. Dalam acara ini juga hadir dari publik figure yaitu Raymon Tungka sebagai salah satu nara sumber.

Peringatan Hari Purbakala 2019 juga diramaikan dengan pembuatan film yang bercerita tentang perjalanan lembaga kepurbakalaan dari awal terbentuk hingga akhirnya tahun ini memasuki tahun ke-106. Diantaranya dilakukan pengambilan gambar foto dan video di lingkungan kawasan Prambanan dan Borobudur.

Menurut Fitra Arda, Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, peninggalan purbakala dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan nasional.

“Yang melampaui batas-batas pengelompokan etnis, ras, budaya, dan agama dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan falsafah negara Pancasila,” imbuh Fitra dalam pidato sambutan HUT Purbakala 106.

Hal ini menandakan jika Cagar Budaya memiliki peran penting untuk memupuk kesadaran jati diri bangsa dan mempertinggi harkat dan martabat bangsa, di tengah-tengah peradaban dunia.

Agar pelestarian Cagar Budaya kedepan dapat lebih fokus, efektif, dan efisien perlu strategi pengelolaan yang tepat. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, khususnya yang berkaitan dengan Strategi Kebudayaan. Dalam penyusunan agenda Strategis Pemajuan Kebudayaan salah satunya telah ditetapkan langkah-langkah upaya untuk meningkatkan pariwisata berbasis pemanfaatan museum, Cagar Budaya, dan obyek pemajuan kebudayaan yang mengindahkan kaidah-kiadah pelestarian.

Capaian registrasi cagar budaya yang telah dihimpun dalam Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya (sampai dengan 10 Juni 2019) adalah jumlah Obyek Yang Diduga sebagai Cagar Budaya (OYDCB) sebanyak 90.076 objek yang terdaftar, jumlah OYDCB yang terverifikasi sebanyak 45.034 objek, jumlah Rekomendasi CB sebanyak 1.518 objek, dan jumlah CB sebanyak 1.455 objek. Berdasarkan data statistik ini menunjukan capaian jumlah Cagar Budaya yang ada masih belum seimbang dengan jumlah obyek yang didaftar. Salah satu faktor penyebab utama adalah masih rendahnya kuantitas dan kualitas SDM Bidang Pelestarian Cagar Budaya..

Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid juga menuturkan, agar seluruh komponen bangsa untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfatkan Cagar Budaya Indonesia.

“Harapan saya ke depan kita bisa bergotong royong, bekerjasama, menggunakan dan memanfaatkan Cagar Budaya sebagai ruang publik bagi interaksi seluruh komponen bangsa sehingga Bhinneka Tunggal Ika kita bisa terwujud dalam kenyataan,” ujar Hilmar Farid.

Top