NAVIGATION

Sinergi ICA dan TRC PLN Suplai Makanan Bernutrisi di Daerah  Bencana

Sinergi ICA dan TRC PLN Suplai Makanan Bernutrisi di Daerah  Bencana

Aspek nutrisi wajib terpenuhi di setiap sajian TRC PLN. Dalam sepaket nasi bungkus atau nasi kotak TRC PLN, wajib terdiri dari 3 unsur karbohidrat, sayuran dan protein.

Marketplus.co.id Saat bencana alam terjadi, bantuan dan relawan datang dari berbagai penjuru negeri untuk membantu proses evakuasi korban bencana hingga pemulihan sarana dan infrastruktur di daerah tersebut.

Di daerah bencana, para relawan membutuhkan asupan gizi yang  baik untuk menopang pekerjaan mereka. Menurut Shanty Dewi Nurhayani, anggota Indonesian Chef Association (ICA), di daerah terdampak bencana, para relawan kerap kali bekerja tak kenal lelah dan tak ingat waktu.

“Pada titik itu mereka rentan mengalami kelelahan berat. Untuk menghindari agar kelelahan itu tidak berubah menjadi sakit, mereka membutuhkan asupan gizi yang seimbang selain tentunya istirahat yang cukup,” ujar Dewi  yang juga seorang pengusaha katering Pawon Basadjan yang juga berlokasi di Garut, Jawa Barat.

Ia juga menambahkan, “Ketika berada di daerah bencana, memang makanan yang tersedia untuk relawan kondisinya ala kadarnya, yang penting ada. Ini yang kurang baik karena bisa berdampak pada kesehatan para relawan maupun masyarakat korban bencana yang sangat memerlukan makanan bergizi”.

Untuk itu ICA, yang bernaung di bawah Kementerian Pariwisata, anggotanya kerap terjun ke lokasi bencana alam untuk membantu organisasi, baik pemerintah, sosial maupun swasta untuk mengelola dapur umum yang digelar berbagai institusi tersebut.

“Kami memberikan saran panduan menu yang cocok untuk daerah tersebut sesuai dengan selera lokal dengan kandungan gizi yang baik, cara pengolahan dan peralatan yang diperlukan untuk memasak dalam jumlah besar hingga ke manajemen higienitas dapur umum, agar kebersihan dan kesehatan selalu terjaga dari bahan baku hingga makanan jadi,” tuturnya.

Kerjasama ICA dengan TRC PLN

Dewi memaparkan, salah satu pihak yang kerap bekerja sama dengannya selaku anggota ICA adalah Tim Reaksi Cepat PLN yang tugasnya adalah mencari dan mengevakuasi korban bencana. Jika tidak melakukan SAR, maka TRC PLN bertugas men-support makanan untuk tim pemulihan infrastruktur listrik PLN maupun badan koordinator bencana lain, dan juga masyarakat terdampak bencana.

Aspek nutrisi pun wajib terpenuhi di setiap sajian TRC PLN. Dalam sepaket nasi bungkus atau nasi kotak TRC PLN, wajib terdiri dari 3 unsur karbohidrat, sayuran dan protein. “Jadi dalam satu paket sajian TRC PLN harus ada nasi, sayur, ayam atau daging dan tahu atau tempe. Wajib itu, agar kebutuhan nutrisi korban bencana dan tenaga relawan terpenuhi,” ujar Dewi.

Dewi pun menyebutkan menu yang kerap disajikan TRC PLN yang terus terang nampak cukup ‘mewah’ untuk ukuran daerah bencana. Ekkado alias telur bercampur daging berbalut tepung gurih, sapi lada hitam, balado ikan, ayam seraton, sayur capcay, dan aneka tumisan kerap disajikan TRC PLN.

Bahkan kala membuka dapur umum di di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, dan Lombok, TRC PLN sampai membeli sapi untuk dijadikan rendang. “Termasuk beras, Kami meminta yang kualitasnya terbaik. Karena makan apapun akan enak jika nasinya enak. Kalau tidak, percuma saja lauknya nikmat tapi nasinya tidak,” jelas Dewi.

Dengan standar demikian, tak heran saat bencana di Garut, yang notabene pertama kalinya TRC PLN membuka dapur umum, kontan didapuk jadi dapur umum percontohan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Dapur umum TRC juga kerap menjadi rujukan kala pejabat pemerintah daerah dan pusat mendatangi lokasi bencana.

Adapun ke depannya Dewi menyarankan, agar TRC PLN menyiapkan food truck untuk menampung alat masak yang akan digunakan di dapur umum. Pasalnya, peralatan masak yang dibutuhkan untuk membuat ribuan porsi makanan, tidak sama dengan proses produksi memasak seperti yang biasa dilakukan.

Mencari bahan dan peralatan memasaknya pun cukup sulit. Karena itu alangkah baiknya jika terdapat sejumlah titik di Indonesia untuk penyimpanan food truck TRC PLN, agar semakin cepat merespon bencana. “Saya kagum dengan dedikasi karyawan PLN. Saya melihat sendiri mereka tak kenal lelah tanpa mengeluh melayani ribuan orang dari pagi ke pagi lagi. Salut untuk TRC PLN,” puji Dewi.

Top