NAVIGATION

ISTC sebagai Instrumen Pengontrol Dampak Sosial Kepariwisataan

ISTC sebagai Instrumen Pengontrol Dampak Sosial Kepariwisataan

Pariwisata berkelanjutan mengedepankan unsur sosial dengan melestarian sumber daya alam dan budaya masyarakat setempat atau 3P; people, planet, prosperity.

Marketplus.co.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkenalkan Indonesia Sustainable Tourism Certification (ISTC) sebagai instrumen untuk mengontrol dampak sosial dalam pembangunan kepariwisataan di Tanah Air.

Menurut Roby Ardiwidjaja, Peneliti senior bidang kepariwisataan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), pemberian sertifikat ISTC menjadi tanda bahwa destinasi pariwisata tersebut sudah menerapkan prinsip-prinsip kepariwisataan berkelanjutan (sustain).

Pariwisata berkelanjutan mengedepankan unsur sosial dengan melestarian sumber daya alam dan budaya masyarakat setempat atau 3P; people, planet, prosperity.

“Destinasi yang mendapat ISTC, kalau dalam dua tahun tidak menjalankan prinsip pelestarian budaya dan lingkungan, bisa langsung dicabut,” kata Roby saat FGD (Focus Grup Discussion) Analisis PESTEL yang berlangsung di Mercure Sabang Hotel Jakarta Pusat, Kamis (16/5).

Ia juga menambahkan, kebudayaan masyarakat setempat menjadi aset pariwisata, karena wisatawan tertarik berkunjung ke suatu destinasi lantaran ada daya tarik berupa keunikan budaya di dalamnya. Keunikan budaya masyarakat Indonesia masih dapat dijumpai di desa-desa sehingga sangat tepat bila perhatian pembangunan kepariwisataan difokuskan pada desa atau desa wisata yang ada di sekitar desinasi pariwisata.

Sementara itu Dr. Heriyanti Ongkodharma, M.A dari Universitas Indonesia menilai masyarakat pedesaan menjadi benteng terakhir dalam mempertahankan ‘wajah kebudayaan’ masyarakat Indonesia.

“Pembangunan kepariwisataan harus menjaga dan melestarikan budaya masyarakat setempat. Oleh karena itu, perlu diberlakukan ‘Amdal Budaya,’’ katanya.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menegaskan, pengembangan kepariwisataan berkelanjutan atau (Sustainable Tourism Development/STDev) mengacu pada standar global UNWTO dan GSTC (Global Sustainable Tourism Council).

Top