NAVIGATION

Kelistrikan di Era Industri 4.0, Saatnya Milenial Memimpin

Kelistrikan di Era Industri 4.0, Saatnya Milenial Memimpin

Menjaring lulusan terbaik UGM, PLN menggelar employer branding, untuk mencari bibit unggul yang dapat berkompetisi mengembangkan perusahaan.

Marketplus.co.id – Melihat kondisi yang terjadi saat ini, banyak pekerjaan besar yang harus diselesaikan oleh bangsa ini, di mana salah satunya adalah perlunya meningkatkan kualitas SDM yang harus terus dipacu, pengembangan di bidang industrialisasi, termasuk berbagai kemajuan teknologi dan inovasi yang perlu terus didorong, selain masih banyaknya segudang pekerjaan besar lain, menanti kesediaan dan partisipasi kita bersama.

Hal tersebut disampaikan Dr Paripurna, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni UGM saat menjadi tuan rumah pada kesempatan diadakannya seminar dan employer branding di Grha Sabha Pramana-UGM, Yogyakarta, Kamis (25/4).

Menurutnya, terkait 70% karyawan yang saat ini bekerja di PLN, diisi oleh kaum milenial. Maka dengan seloroh ia mengemukakan, untuk membedakan kaum milenial dengan yang bukan milenial, adalah melihatnya dari aplikasi What’s Application (WA).

Dalam kesempatan tersebut, Bob Saril selaku General Manager (GM) PLN Disjatim yang membawakan presentasi bertajuk “PLN Bangun Negeri” dalam gaya bahasa kekinian, menjadi bagian dari serangkaian tampilan para milenial PLN dalam kolaborasi konsep audio visual pada LED screen, dengan dukungan info grafis, menggambarkan konsep inovasi yang mencerminkan kondisi dan semangat kerja di PLN yang semangatnya kekinian.

Pada paparannya, Bob menggambarkan kondisi aktual saat ini yang memperlihatkan kontribusi PLN untuk negeri. “Salah satunya adalah melalui penetapan tarif listrik yang kompetitif, ternyata menjadi sweetener bagi menggeiatnya sektor industri. PLN juga senantiasa berupaya meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan, ditambah dengan dukungan di bidang infrastruktur kelistrikan.

Hal tersebut akan mendorong masuknya investasi, sehingga pada akhirnya sektor industri mampu bertumbuh, maka baik secara langsung maupun tidak langsung lapangan pekerjaan akan tersedia, sehingga pada akhirnya kesejahteraan masyarakat pada umumnya akan meningkat. Itu sebabnya mengapa listrik menjadi faktor pendorong bertumbuh (bergulirnya) roda perekonomian,” tambah Bob yang hobinya membaca dan bersepeda ini.
Pria yang sudah sempat menjadi GM Wilayah Sulselrabar dan juga GM PLN Wilayah Aceh ini menjelaskan, pada dasarnya setiap insan yang bekerja di PLN adalah pahlawan tanpa sorot lampu panggung. Keberadaan mereka tidak tampak, namun manfaat yang diberikan sangat dirasakan oleh banyak orang.

Tantangan bagi Kaum Milenial

Dalam kesempatan sama, Karyawan Aji selaku Executive Talent Development PLN dengan penyampaian paparan bertajuk “Tantangan Milenial di Era Industri 4.0 pada Industri Kelistrikan,” menyampaikan kondisi aktual, bagaimana saat ini sudah terjadi shifting (peralihan) dari melakukan segala sesuatunya sebagai business as usual seperti perilaku membaca (mengetahui) segala hal dari koran dan majalah secara fisik, menjadi berubah membaca (mencari) berita dan informasi melalui media daring (online); pergi berbelanja ke pasar modern seperti mal dan plasa menjadi berubah berbelanja melalui penyedia market place (toko online) layaknya Bukalapak.com, Blibli.com, Tokopedia, dan Shoppe.

Era disruptif yang terjadi ini akhirnya dilirik juga oleh sejumlah toko fisik seperti Gramedia dan Matahari dept.store untuk mengantisipasi perubahan yang mengglobal dan menggerus hampir sebagian besar sisi kehidupan manusia di muka bumi ini. Tak ayal lagi, sejumlah peritel seperti Gramedia dan Matahari kini juga mulai melayani pemberlian buku dan belanja secara online.

“Perubahan seperti ini harus dilakukan, karena jika tidak demikian, maka mereka akan ‘tergilas’ oleh berkembangnya mekanisme perdagangan bebas yang belum pernah terbayangkan,”ujarnya.

Bagi Aji, sekarang orang tidak lagi perlu lagi mengantri untuk membeli tiket baik untuk keperluan menonton bioskop ataupun untuk bepergian ke satu tempat, karena semuanya dapat dilakukan, hanya melalui sentuhan jari di perangkat gadget ataupun tool bar pada perangkat laptop dan desktop komputer.

“Berbagai pekerjaan baru yang akan muncul, adalah berada pada berbagai bidang usaha seperti bisnis dan finansial; manajemen; komputer dan matematika; arsitektur dan teknik; sales (penjualan) secara daring (online); serta bidang pendidikan dan pelatihan,” tutur Aji.

Sejalan dengan aplikasi Industri 4.0 di sejumlah sektor industri yang sudah siap, maka PT PLN (Persero) juga mulai menyesuaikan melalui penggunaan teknologi sensor secara masif, pengelolaan sumber daya secara cerdas, termasuk juga pengolahan big data secara intensif, sehingga dapat mengambil keputusan secara tepat dan cepat, untuk dapat meningkatkan kinerja.

“Salah satu aplikasi 4.0 di PLN adalah penggunaan layanan aplikasi ‘Listriqu’ – quick and quality solution – layanan total permasalahan listrik di rumah anda, yang dapat diunduh pada telepon seluler. PLN juga mengadopsi smart metering system, sistem meter boks yang terhubung secara online (daring) dengan PLN dengan memanfaatkan sistem jejaring teknologi,” jelasnya.

Itu sebabnya di era transformasi digital menuju industry 4.0, diperlukan juga berbagai perubahan pola pikir dan pola tindak di era digitalisasi yang mampu berpikir dalam alam bit (digital), bukan lagi secara atom (fisik); perlunya mempelajari “pain points” atau apa yang diinginkan klien; guna mengembangkan secepat mungkin produk atau layanan yang diharapkan; dengan memastikan tata kelola penanganan aset secara modular, BUMN ini memerlukan sentuhan para milenial yang mampu menampilkan kualitas mereka secara total.

Itu sebabnya dalam kesempatan menjaring para lulusan terbaik dari UGM ini, PLN menggelar kesempatan employer branding, untuk mencari bibit unggul yang dapat berkompetisi mengembangkan perusahaan sehingga tidak hanya mampu bersaing di era digital, namun mampu mewujudkan harapannya menjadi perusahaan pengelola energi listrik kelas dunia.

Top