NAVIGATION

Fintech Startup KOKU asal Singapura Raih Pendanaan Pra-Seri A Sebesar USD 2 Juta Dari Co-Founder Tencent

Fintech Startup KOKU asal Singapura Raih Pendanaan Pra-Seri A Sebesar USD 2 Juta Dari Co-Founder Tencent

Your Lead Paragrpah goes here

JAKARTA, 11 APRIL 2019 – Fintech Startup KOKU, solusi teknologi penukaran mata uang asing (Valas) asal Singapura, baru-baru ini telah berhasil mengumpulkan pendanaan pra-Seri A sebesar USD 2 juta. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Jason Zeng, Co-founder Tencent Holdings dan pendiri perusahaan angel investment asal China, Decent Capital. Pendanaan ini selanjutnya akan mempercepat pengembangan produk KOKU dan ekspansi regional ke pasar-pasar baru di Asia Tenggara.
Dengan jumlah pendanaan tersebut, saat ini KOKU berada di posisi tepat untuk melanjutkan rencana ekspansi yang mencakup pertumbuhan FX TechUP Suite, menawarkan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan pembelajaran mesin (machine learning) untuk memanfaatkan data dalam rangka memaksimalkan manfaat bagi pengguna di dalam ekosistem yang ada.
Dana tersebut, selain digunakan untuk memungkinkan kemampuan teknologi bagi layanan pengiriman uang non-bank dan penyedia likuiditas, juga akan mendorong bisnis mereka yang selama 6 bulan ke depan ditargetkan mencapai pertumbuhan 30 persen jumlah karyawan, meningkatkan volume transaksi sebesar USD 10 juta per hari menjadi USD 30 juta, serta menumbuhkan potensi untuk masuk ke pasar di Asia Tenggara, termasuk Vietnam, Myanmar, Indonesia, dan Kamboja.
Menurut Bank Dunia, aliran pengiriman uang pada tahun 2019 ke kawasan Asia Timur dan Pasifik diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,2 persen dari nilai perkiraan USD 142 miliar pada tahun 2018.
Adanya bisnis berbasis teknologi di kawasan ini membuka peluang bagi KOKU untuk memanfaatkan peningkatan transaksi lintas batas, pengiriman uang digital dan inklusi keuangan.
“Memampukan layanan pengiriman uang non-bank dan penyedia likuiditas merupakan model bisnis yang cukup kompleks dan berbeda, dan ini adalah sebuah kerja keras,” kata Calvin Goh, pendiri dan CEO KOKU. “Akan menjadi sangat memuaskan ketika kita dapat memberikan kemampuan teknologi kepada kelompok LKBB ini dan membantu mereka meningkatkan kegiatan operasionalnya. Kami telah menciptakan banyak keingintahuan dan minat dalam industri karena hal ini. Dengan jumlah yang didapat dalam putaran pendanaan ini, kami yakin bahwa KOKU berada pada posisi yang tepat untuk dapat mengembangkan penawaran lebih lanjut dan berekspansi ke pasar lainnya selagi bergerak menuju investasi Seri A.”

Calvin Goh, pendiri dan CEO KOKU: “Memampukan layanan pengiriman uang non-bank dan penyedia likuiditas merupakan model bisnis yang cukup kompleks dan berbeda, dan ini adalah sebuah kerja keras.”

Chris Cao, Vice President Decent Capital, Departemen Angel Investment, memiliki visi yang sama tentang bagaimana keahlian KOKU dalam teknologi penukaran mata uang asing akan sangat penting dalam strategi ekspansi yang lebih luas. “KOKU adalah perusahaan pertama di Singapura yang diinvestasikan oleh pendiri kami Jason Zeng sejak mendirikan Tencent. Kami yakin bahwa teknologi KOKU akan membawa peningkatan signifikan pada penawaran bisnis untuk pelanggan mereka.”
“Dengan rencana ekspansi dan kemajuan teknologi mereka, kami berharap dapat melihat dampak positif pada industri pengiriman uang di seluruh kawasan,” tambah Chris.
Sejak putaran pendanaan awal, KOKU telah menunjukkan kemajuan pesat dalam memberdayakan bisnis untuk meningkatkan penawaran melalui teknologi, dan sebagai hasilnya KOKU mampu meningkatkan kolaborasi lintas batas antara layanan pengiriman uang non-bank dan penyedia likuiditas di wilayah tersebut. Lewat kesuksesan ini, KOKU yakin memasuki fase rencana bisnis mereka berikutnya, yaitu dengan putaran pendanaan Seri A yang akan datang.

Top