NAVIGATION

Nias Menuju Gerbang Destinasi Wisata Dunia Lewat Sail Nias 2019

Nias Menuju Gerbang Destinasi Wisata Dunia Lewat Sail Nias 2019

Selain menjadi lokasi surfing terbaik dunia, Nias juga memiliki daya tarik wisata sejarah (arkeologi) megalitikum yang hingga kini terawat dengan baik.

Marketplus.co.id — Kepulauan Nias, Provinsi Sumatera Utara tengah dipersiapkan menjadi tuan rumah Sail Indonesia tahun 2019. Tahun ini Sail Nias, yang merupakan rangkaian dari ajang tahunan Sail Indonesia, diharapkan benar-benar bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sail Indonesia sendiri merupakan ajang tahunan wisata bahari yang telah diselenggarakan sejak 2009. Daerah terakhir yang menjadi tuan rumah penyelenggara Sail Indonesia ini adalah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada September 2018 yaitu Sail Moyo Tambora.

Peluncuran Sail Nias 2019 sendiri digelar di Hotel Sultan Jakarta pada Kamis (14/3) malam yang dihadiri oleh wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah, Bupati Sekepulauan Nias, Hilarius Duha.

Selain itu, dihadiri pula tiga wakil kementerian, yaitu Menko Pembangunan Manusia (PMK) Puan Maharani, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly selaku Ketua panitia Sail Nias 2019, serta Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Sail Nias 2019 mengangkat tema Nias Menuju Gerbang Destinasi Wisata Dunia. Akan berlangsung selama tiga bulan mulai Juli hingga September 2019, 18 rangkaian kegiatan akan berlangsung di lima Kabupaten Kota Kepulauan Nias.

Sementara, puncak acara akan digelar di Teluk Dalam Nias Selatan pada 14 September 2019. Yasonna menyebut event Sail Nias 2019 menjadi sarana efektif untuk mempromosikan potensi pariwisata serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Nias yang sejak lama sudah dikenal di mancanegara dengan daya tarik wisata yang merupakan perpaduan keindahan alam, bahari, dan budaya.

“Nias sejak lama dikenal oleh wisatawan mancanegara (wisman) sebagai salah satu destinasi surfing terbaik di dunia,” kata Yasonna.

Menpar Arief Yahya menambahkan, selain menjadi lokasi surfing terbaik dunia, Nias juga memiliki daya tarik wisata sejarah (arkeologi) megalitikum yang hingga kini terawat dengan baik.

“Sektor pariwisata Nias secara khusus oleh Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya pada 19 Agustus 2016 yang lalu telah ditetapkan sebagai sektor unggulan selain perikanan dan kelautan,” kata Arief Yahya.

Ia menjelaskan, pengembangan pariwisata Nias telah didukung dengan unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) yang memadai sehingga mempermudah wisatawan yang berkunjung, khususnya wisman, yang dalam empat tahun terakhir ini rata-rata mencapai 240.000 orang per tahun.

Untuk aksesibilitas, kata Menpar, Nias memiliki bandara yang setiap hari sudah ada penerbangan langsung dari Jakarta, Medan, dan Padang. Untuk penerbangan Jakarta-Gunung Sitoli sebanyak tiga kali per minggu ditempuh dalam 2 jam 20 menit, sedangkan Medan–Gunung Sitoli 6-7 kali perhari dengan waktu tempuh hanya 50 menit dengan pesawat jenis ATR.

Juga dari Padang-Gunung Sitoli satu kali sehari dalam 1 jam, dan Padang-Tello-Gunung Sitoli-Sibolga tiga kali seminggu. Begitu juga untuk untuk transportasi laut dilayani dengan rute pelayaran Gunung Sitoli-Sibolga setiap hari ditempuh dalam delapan jam dan Teluk Dalam – Sibolga, Teluk Dalam-Tello-Padang, dan Gunung Sitoli-Padang.

Top