NAVIGATION

Mencegah Post Power Syndrome pada Pensiunan

Mencegah Post Power Syndrome pada Pensiunan

Ada banyak cara untuk mencegah pensiunan terhindar dari post power syndrome, salah satunya dengan berbisnis.

Marketplus.co.id –  Mereka yang tengah memasuki masa pensiun kerap dihantui gejala post power syndrome. Gejala ini biasanya ditandai dengan perubahan pada emosi seperti misalnya menjadi mudah tersinggung, cepat marah dan lain sebagainya.

Problem psikologis seperti post power syndrome ini memang menjadi salah satu permasalahan yang kerap dialami oleh para pensiunan. Menurut psikolog Dra.Mustika Tarigan M.Psi, hal ini biasanya dikarenakan kehilangan aktivitas rutin, perubahan tingkat kesejahteraan, kehilangan kekuasaan dan kemunduran fisik karena sudah semakin tua.

“Untuk mengatasi permasalahan psikologis itu para pensiunan sebaiknya menerima keadaan mereka. Seharusnya mereka melihat masa pensiun dengan kacamata yang berbeda. Pensiun adalah masa yang dinikmati karena pensiun bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal memulai kegiatan yang baru. Pandanglah masa pensiun sebagai saat yang menyenangkan di mana kita bisa punya waktu lebih banyak untuk keluarga dan terbebas dari rutinitas kerja,” ujar Mustika Tarigan.

Kiat-kiat menghadapi pensiun dari psikolog Dra.Mustika Tarigan M.Psi.

–        Menerima keterbatasan diri

–        Meningkatkan nilai-nilai kebijaksanaan

–        Mencari kegiatan baru

–        Meyakini bahwa pensiun bukan akhir segala-galanya

–        Memecahkan problem dan komunikasi secara aktif dengan keluarga

–        Pasangan hidup tidak boleh menjompokan sang pensiunan

–        Pasangan hidup tidak boleh menuntut terlalu tinggi kepada sang pensiunan

Mencari kegiatan baru merupakan salah satu kiat-kiat menghadapi pensiun. Kegiatan baru yang membuat pensiunan tetap produktif adalah dengan membuka bisnis. Dengan berbisnis, seorang pensiunan bisa tetap berpenghasilan meskipun tak lagi bekerja. Lantas apa saja bisnis yang cocok untuk pensiunan? Beberapa pilihan usaha yang bisa dijalankan oleh pensiunan antara lain adalah usaha agribisnis, peternakan, kuliner dan laundry.

Menurut Teddy Mukti, Owner Cleanlite Laundry, laundry bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat karena pensiunan biasanya ingin bisnis dengan risiko kecil, stabil, cepat balik modal dan tidak menyita banyak waktu serta tenaga.

“Bisnis laundry menjadi pilihan tepat bagi pensiunan karena peluangnya besar, mengingat kepraktisan semakin menjadi tuntutan masyarakat. Selain itu, bisnis laundry bisa balik modal cepat. Contohnya franchise laundry Cleanlite Laundry, hanya dalam waktu kurang dari 1,5 tahun, pengusaha laundry sudah bisa balik modal. Pensiunan yang membuka laundry juga tidak perlu menguras banyak waktu dan tenaga karena laundry bisa dijalankan secara autopilot menggunakan aplikasi kasir laundry. Sehingga sebagai pensiunan, mereka bisa tetap aktif berkegiatan, tetap punya penghasilan dan punya banyak waktu untuk diri mereka dan keluarga.” ujar Teddy.

Ada banyak cara untuk mencegah pensiunan terhindar dari post power syndrome. Salah satunya dengan berbisnis. Karena dengan memulai bisnis, para pensiunan bisa tetap produktif dan sejahtera. Kesejahteraan tentu berkaitan dengan keadaan psikologis. Ini akan membantu kondisi psikis mereka menjadi lebih stabil dan lebih bahagia.

Top