NAVIGATION

Jeffry Lomanto, Ciptakan Keberhasilan Sendiri Melalui ‘Proses’

Jeffry Lomanto, Ciptakan Keberhasilan Sendiri Melalui ‘Proses’

“To be the best in whatever I do and if I fail, let my biggest regret be not that I didn’t try my best,”

Marketplus.co.id – Dunia Keuangan dan Investasi bukanlah hal baru bagi Jeffry Lomanto. Menggeluti industri ini tak lagi sekedar sebuah profesi apalagi karir, melainkan sudah menjadi passion bagi pria yang akrab disapa JeLo ini.

Buku Rich Dad Poor Dad, karya Robert T. Kiyosaki, adalah pemicu bagi JeLo untuk memutuskan terjun di dunia investasi dengan menempuh pendidikan di bidang tersebut. Setelah lulus Bachelor of Commerce, Honors Graduate in Business Administration di University of Windsor, Ontario-Canada pada tahun 2003, ia mendedikasikan waktunya untuk bekerja di industri keuangan atau perbankan khususnya bidang investasi.

Sejak tahun 2004, pria kelahiran Surabaya, 24 Mei 1981 ini telah berkarir dan mengasah pengalamannya di beberapa perusahaan besar berskala global. Sebut saja Citibank, Manulife Aset Manajemen Indonesia, HSBC, dan Commonwealth Life Indonesia yang telah menggunakan jasanya untuk mengembangkan bisnis di bidang investasi.

Berbagai instrumen dan produk investasi dijalani dan dipraktikkannya. Setelah 15 tahun menerapkan ilmu dan pengalamannya di bidang investasi, akhirnya JeLo memutuskan untuk memulai bisnisnya sendiri dengan mendirikan sebuah perusahaan finansial berbasis teknologi bernama Moduit.

Berbekal ilmu dan pengalaman selama belasan tahun itulah JeLo menghadirkan Moduit ke tengah masyarakat Indonesia. JeLo mengaku, dirinya ingin berkontribusi bagi dunia investasi Tanah Air dengan membantu menciptakan iklim investasi yang inklusif bagi masyarakat di tengah rendahnya pertumbuhan investasi Indonesia dibandingkan negara lain.

“Moduit menyediakan platform investasi yang mengutamakan user experience, curated products, dan fitur Rencana Keuangan yang membantu perencanaan tujuan investasi individu,” papar JeLo.

Menurutnya, masyarakat Indonesia memiliki adaptasi terhadap teknologi yang cukup baik. Apalagi keuntungan bonus demografi yang dimiliki membuat Indonesia memiliki ceruk pasar yang luas bagi industri financial technology (fintech).

“Pengalaman saya sebagai profesional offline di bidang keuangan dan investasi menjadi bekal untuk mengembangkan Moduit. Ketika tahun 2004, saya sempat menjadi sales reksa dana door to door. Dan untuk memasarkan produk reksa dana yang hanya sebanyak 10 produk, saya harus membawa dokumen yang sangat banyak, itupun hanya sampai pada pengenalan produk saja. Sekarang, jangankan pengenalan produk, tahap perencanaan, dan transaksi saja, bahkan hingga monitoring pun bisa dilakukan secara online dengan platform Moduit,” kenang anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Selain itu, JeLo juga melihat terdapat perbandingan besar mengenai kompetisi di industri ini. “Kalau di offline itu kompetisinya bersifat head to head, dan biasanya berujung pada price war yang berujung pada menang dan kalah. Sedangkan di online, itu lebih bersifat Coopetition, yakni paduan antara cooperation dan competition. Dimana konsep ini lebih menitik beratkan pada optimalisasi sumber daya kedua pihak yang berkolaborasi untuk peningkatan revenue. Jadi ujung-ujungnya tidak harus win-lose, bahkan lebih mengedepankan win-win,” ungkapnya.

JeLo juga menambahkan, persaingan di dunia fintech ini membuatnya lebih excited untuk terus berinovasi. Selain sumber daya bisa lebih efisien, pencapaian tujuan bisa lebih besar, dan yang lebih penting lagi adalah kita berpacu untuk berusaha lebih kreatif. Karena sudah terbukti di beberapa negara maju, yang memenangkan pasar adalah mereka yang lebih kreatif.

Di Moduit, kreatifitas JeLo diaplikasikan pada sebuah modul bernama MAP atau Moduit Advisor Partner. Di sini, pengguna platform Moduit bisa mendapatkan income tak terbatas dengan memilih klien yang sesuai, dan mendampingi mereka mencapai kebebasan finansial. “Pahami, Nikmati, dan Karyakan lewat Moduit Advisor Partner (MAP),” tukas JeLo.

Selain kreatif, JeLo adalah sosok yang sangat menghargai sebuah proses. Bagi ayah dua anak ini, dalam bekerja, keberhasilan harus diciptakan sendiri dengan melewati sebuah proses. Tak ayal, kegemarannya having barbeque tak hanya sekedar demi menikmati sebuah steak lezat, melainkan mencermati proses barbeque itu sendiri hingga menjadi hidangan lezat siap santap.

To be the best in whatever I do and if I fail, let my biggest regret be not that I didn’t try my best,” tutup JeLo.

Top