NAVIGATION

Asetku Tawarkan Return hingga 24%

Asetku Tawarkan Return hingga 24%

Menggandeng Akulaku sebagai partner eksklusif penyedia Peminjam Berkualitas.

Marketplus.co.id – Asetku yang berada di bawah naungan PT Pintar Inovasi Digital turut berkontribusi dan mendukung program pemerintah dalam mencapai inklusi keuangan 75% pada 2019. Asetku diperkenalkan sebagai perusahaan Fintech Peer to Peer Lending (P2PL) yang telah terdaftar dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Andrisyah Tauladan, Direktur Asetku, sebagai perusahaan yang menghubungkan Pemberi Pinjaman dengan Peminjam dari segmen consumer lending, Asetku meyakini melalui tagline-nya #JelasBerkembang, mampu memberikan pengembalian dana pokok beserta return kepada Pemberi Pinjaman melalui aplikasi dengan proses yang cepat dan mudah.

“Setiap pendanaan di Asetku menggunakan fixed return rate, sehingga Pemberi Pinjaman dapat melihat return rate pasti, estimasi jumlah pengembalian beserta besaran return, dan jelas waktu kembalinya” jelas Andri pada konferensi pers Asetku #JelasBerkembang di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, (11/1).

Return rate yang ditawarkan di masing-masing tipe pendanaan bervariasi mulai dari 20-24% p.a. Tenornya pun beragam dari yang paling singkat 15 hari sampai dengan tenor terlama saat ini yaitu 30 hari.

“Siapapun dapat melakukan pendanaan di Asetku karena minimum dana pokok pendanaan cukup terjangkau. Mulai dari 2 juta rupiah, Pemberi Pinjaman sudah bisa mendapatkan return dengan meminjamkan dananya kepada Peminjam Berkualitas,” imbuh Andri.

Asetku menggandeng Akulaku sebagai partner eksklusif penyedia Peminjam Berkualitas. Menurut Andri, hanya Peminjam Akulaku yang memiliki grade “Sangat Baik” dengan tenor tertentu yang didanai.

“Penentuan grade ini dilihat dari credit history, frekuensi pinjaman, dan juga ketepatan pembayaran,” ungkapnya. Hingga kini, jumlah pendanaan yang berhasil disalurkan kepada Peminjam sudah lebih dari Rp 200 Milyar. Asetku menargetkan pada kuartal 2 tahun 2019, penyaluran dana kepada Peminjam mencapai Rp 500 Milyar tiap bulannya.

Top