NAVIGATION

Penulis Buku Motivasi Termuda Ini Sempat Kecanduan Game

Penulis Buku Motivasi Termuda Ini Sempat Kecanduan Game

Andrew mengajak orang-orang yang menghabiskan waktu dan energinya di dunia maya, kembali ke dunia nyata yang jauh lebih menyenangkan.

Marketplus.co.id – Seorang remaja belia berusia 16 tahun, Andrew Ryan Samuel telah meluncurkan buku perdananya yang berjudul ‘The Trigger To Everything’ pada 2018 lalu. Buku ‘The Trigger To Everything’ ini berisi wawasan mengenai bagaimana seseorang merencanakan dan mengembangkan impiannya sampai mimpinya terwujud. Buku ini dapat menjadi referensi positif untuk meningkatkan rasa percaya diri yang semakin menipis di dalam diri para remaja khususnya dan di dalam masyarakat pada umumnya.

Siapa sangka, Andrew yang menjadi penulis buku motivasi termuda ini, sempat menjadi seorang pecandu Game saat usianya 14 tahun. Saat itu Andrew yang masih duduk di bangku SMP sulit berkonsentrasi dalam belajar, dan bahkan kesehatannya menurun dan juga minus matanya terus bertambah.

Bahkan, Andrew yang biasanya sering berkomunikasi dengan orang tuanya akhirnya lebih memilih menyendiri di kamar. Untungnya, kecanduan ini tidak berlangsung lama, dalam waktu hampir satu tahun Andrew bisa mengurangi kebiasaan main gamenya.

Dia menyadari bahwa masa depannya tidak ditentukan oleh Game, bahwa ada faktor edukasi, sosial dan kesehatan yang jauh lebih penting. Akhirnya dengan dukungan dari lingkungan dan orangtuanya, Andrew bisa mengalihkan kebiasaan main game nya ke aktivitas di dunia nyata, yaitu dengan berolah raga fitnes dan menulis buku.

Di seminar parenting yang digelarnya, Andrew mengajak orang-orang yang menghabiskan waktu dan energinya di dunia maya,  kembali ke dunia nyata yang jauh lebih menyenangkan.

“Pengakuan yang akan diterima lebih nyata dan jauh lebih menyenangkan. Yang perlu kita lakukan hanya terus mencoba menemukannya. Sekali lagi, peran orang tua sangatlah besar di sini untuk menjadi media yang menginformasikan dunia ini. Orang tua  harus “update” dan terus mencari tahu bentuk pemerimaan seperti apa yg sebenarnya dibutuhkan oleh putra/putrìnya,” tutur Andrew.

Top