NAVIGATION

Pentingnya Zat Besi untuk Generasi Bebas Anemia

Pentingnya Zat Besi untuk Generasi Bebas Anemia

Merck menggandeng 1000 Guru melalui program Teaching and Giving untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya kecukupan zat besi melalui kampanye #GenerasiBebasAnemia.

Marketplus.co.id – Kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab utama penyakit anemia yang dapat mempengaruhi perkembangan psikomotorik, kognitif, dan sosial-emosional pada anak. Pun begitu, pemahaman keluarga Indonesia mengenai pentingnya kecukupan zat besi dan dampaknya pada tumbuh kembang dan kemampuan kognitif anak dinilai masih cukup minim.

Hal tersebut melatarbelakangi Merck untuk mengedukasi keluarga Indonesia melalui kegiatan Teaching and Giving, yang dilaksanakan dengan berkolaborasi bersama komunitas 1000 Guru dalam mengedukasi para siswa, orang tua murid, dan guru SDN Cisitu Serang, Banten mengenai pentingnya kecukupan zat besi.

Menurut Anie Rachmayani, Associate Marketing Director PT Merck Tbk., tujuan Merck adalah untuk memungkinkan masyarakat hidup sehat dan aktif sampai usia tua – hingga 100 tahun, yang sejalan dengan komitmen Merck yakni ‘WE 100’.

“Kami merasa bertanggung jawab untuk turut serta berkontribusi mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan, terutama anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa. Secara spesifik, kegiatan Teaching and Giving ini bertujuan untuk mengedukasi lebih banyak masyarakat di Indonesia mengenai pentingnya kecukupan zat besi terutama dari usia anak. Kegiatan kali ini melibatkan karyawan Merck, relawan dari 1000 Guru, serta Mona Ratuliu selaku aktivis kampanye Indonesia Bebas Anemia. Selain kegiatan belajar mengajar dan permainan edukatif di lapangan sekolah, kami juga memfasilitasi kegiatan konsultasi kesehatan gratis bagi para warga lokal,” papar Anie.

Ia juga menambahkan, sebelum kegiatan Teaching and Giving diadakan, Merck dan 1000 Guru mengawali kolaborasinya dengan mengadakan Training of Trainers, di mana Merck memberikan pelatihan bagi para relawan, termasuk Mona Ratuliu, mengenai materi edukasi yang diajarkan kepada para murid, orang tua, dan guru sekolah dasar sekaligus bagaimana cara mengajarkannya ke siswa, orang tua murid dan guru.

Jemi Ngadiono selaku pendiri Komunitas 1000 Guru menyampaikan, “Saya menyambut positif kolaborasi yang diajukan oleh Merck, yang saya lihat sejalan dengan tujuan dari 1000 Guru. Saya juga merasa bahwa sudah saatnya para murid, guru, serta orang tua murid di berbagai wilayah pelosok Indonesia juga dapat terpapar pengetahuan mengenai kesehatan langsung dari ahlinya, termasuk pengetahuan tentang kecukupan gizi terutama zat besi dan anemia yang hubungannya dengan tumbuh kembang anak. Bagi saya, ini juga merupakan kesempatan bagi relawan untuk dapat menyampaikan materi yang sedikit berbeda dari biasanya, yang pastinya menjadi pengalaman baru yang juga berguna bagi mereka.”

Merck

Mona Ratuliu, selebritis pemerhati isu parenting yang juga merupakan salah satu relawan Teaching and Giving sekaligus aktivis kampanye Indonesia Bebas Anemia mengatakan, “Sebagai seorang ibu yang menjadi penentu kesehatan keluarga, saya merasa terpanggil untuk dapat juga menularkan pemahaman yang saya miliki kepada para murid, orang tua, dan guru di Indonesia. Dari edukasi sederhana yang saya dan para rekan relawan sampaikan, saya berharap akan timbul kesadaran dan pemahaman akan pentingnya kecukupan zat besi. Sambil mengajar pun, saya memperoleh banyak ilmu baru yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Contohnya saja, saya baru tahu kalau misalnya kekurangan zat besi pada anak dapat menyebabkan konsentrasi belajar hingga prestasi belajar menurun.”

Sri Nurhayati selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Banten, juga menuturkan, “Saya sangat mengapresiasi kegiatan positif yang diinisiasikan oleh Merck terhadap salah satu sekolah di kabupaten kami. Selama ini kami telah secara rutin mengadakan kegiatan mengenai kesehatan, dan bantuan tenaga serta ilmu yang disumbangkan oleh para relawan kegiatan Teaching and Giving ini merupakan suntikan penyemangat, tanda bahwa kami tidak bergerak sendirian. Saya berharap semakin banyak kabupaten-kabupaten di luar sana juga dapat merasakan manfaat positif seperti kegiatan hari ini.”

Setelah Serang – Banten, Merck juga akan menjangkau lebih banyak kota di Indonesia untuk menularkan semangat kampanye #GenerasiBebasAnemia dalam kegiatan Teaching and Giving. Adapun sembilan kota yang akan dikunjungi dalam penghujung tahun ini diantaranya Belitung, Lampung Selatan, Jambi, Riau, Purwakarta, Jember, Entikong, Balikpapan, serta Banjarmasin.

“Kegiatan Teaching and Giving merupakan bagian dari kampanye Indonesia Bebas Anemia sepanjang tahun 2018 dalam mengedukasi keluarga Indonesia mengenai anemia dan pentingnya kecukupan zat besi. Sebelumnya, Merck telah sukses melakukan edukasi kepada para praktisi medis Indonesia melalui kegiatan Merck Pediatric Forum 2018. Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk dapat membantu mempercepat perbaikan status gizi masyarakat Indonesia dan menciptakan generasi produktif, generasi bebas anemia,” tutup Anie.

Top