NAVIGATION

Peran GAKESLAB Jembatani Pertumbuhan Industri Alkes Di Tanah Air

Peran GAKESLAB Jembatani Pertumbuhan Industri Alkes Di Tanah Air

Perkembangan industri kesehatan secara umum akan langsung berpengaruh kepada perkembangan industri Alkes.

Marketplus.co.id – Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat dunia setelah Republik Rakyak Tiongkok, India dan Amerika Serikat, Indonesia memiliki kebutuhan untuk ketersediaan industri kesehatan (termasuk industri Alat Kesehatan (Alkes)) yang besar untuk melayani sekitar260,000,000 (dua ratus enam puluh juta) penduduk. Jumlah ini masih akan terus bertambah dengan pesat setiap tahunnya, sehingga harus diikuti dengan perkembangan ketersediaan industri kesehatan.

Industri kesehatan di Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan hingga 2 kali lipat dalam 6 tahun kedepan dan pada tahun 2018, belanja kesehatan di Indonesia akan mencapai US$60,600,000,000 dengan pertumbuhan (Compound Annual Growth Rate- CAGR) sebesar 14,9% selama periode 2012-2018. Perkembangan industri kesehatan secara umum akan langsung berpengaruh kepada perkembangan industri Alkes.

Pertumbuhan ini harus dikawal dan didukung oleh pemerintah, mengingat bahwa industri Alat Kesehatan merupakan industri yang memerlukan modal, investasi, sumber daya manusia, teknologi tinggi,tetapi sangat terikat dengan regulasi untuk memastikan keamanan, kualitas dan kinerja Alat Kesehatan pada saat digunakan dalam layanan kesehatan.Dalam menjalankan peranannya, pengusaha Alkes diwajibkan untuk tunduk kepada berbagai peraturan–dengan segala sanksi hukumnya–dan jika pemerintah tidak berperan untuk menyeimbangkan kondisi ini dengan jaminan untuk kemudahan dan kelayakan berusaha, maka industri Alkes akan sulit berkembang, dan pada akhirnya akan berdampak besar kepada pelayanan kesehatan nasional.

Pemerintah memegang peranan penting karena memiliki berbagai fungsi, antara lain sebagai pembuat kebijakan (regulator), pelaksana layanan (contohnya Rumah Sakit milik pemerintah pusat (RSUP) dan daerah (RSUD), dan fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah lainnya), dan pemberi biaya (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan).

GAKESLAB Indonesia sebagai asosiasi pengusaha Alat Kesehatan dan Laboratorium yang diakui oleh pemerintah berdasarkan

  • S.K. Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.216/SK/IX/1977
  • S.K. Kemenkuham Republik Indonesia Nomor: AHU-0000875.AH.01.07. Tahun2017

Yang beranggotakan 31 Pengurus Daerah dan terdiri dari total 411 perusahaan pemegang Ijin Penyalur Alat Kesehatan (IPAK) di seluruh Indonesia, secara konsisten memainkan peranan yang penting untuk menjembatani pemerintah dan pengusaha Alkes.

GAKESLAB Indonesia menjadi rekan kerja yang setara semua pemangku kepentingan dalam rangka mewujudkan ketersediaan Alkes yang aman, bermutu dan bermanfaat untuk mendukung program-program pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau untuk seluruh masyarakat Indonesia, serta mengembangkan industri Alkes di Indonesia.

Berbagai inisiatif GAKESLAB Indonesia dalam membangun pengusaha Alkeslab Indonesia agar menjadi PROFIT (Profesional Berintegritas), antara lain adalah:

  1. Membuat kode etik yang mengadopsi kode etik Asosiasi APACMED
  2. Membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan (KPK, LKPP, Kemenkes, Bappenas, BPJS/DJSN, Kemenko Perekonomian)
  3. Membina anggota melalui berbagai forum pertemuan dan pelatihan pra & pasca pemasaran
  4. Menguatkan keberadaan asosiasi dalam rangka membangun, mengembangkan dan meningkatkan produk dan industri Alkes dalam negeri.

Acara ini merupakan salah satu forum yang mempertemukan pemerintah dan pengusaha Alkes dalam berdiskusi dan menyamakan gerak langkah dalam mengawal perkembangan industri Alkes di Indonesia, untuk memastikan ketersediaan Alkes untuk mendukung layanan kesehatan di Indonesia.

Top