NAVIGATION

10 Merek Indonesia Paling Berharga

10 Merek Indonesia Paling Berharga

(ki-ka) Richard McLeod - CCO Kantar Indonesia, Fanny Murhayati - Marketing Director Kantar Indonesia, Mira Wibowo, Executive Vice President BCA, Nila Marita - Chief of Corporate Affairs Go-Jek,Elspeth Cheung - Global BrandZ Valuation Director, Kantar Millward Brown

Melampaui GDP Dengan Tingkat Pertumbuhan Sangat Baik Sebesar 13% Dalam Ajang “BrandZTM Top 50 Most Valuable Indonesian Brands 2018”.

Marketplus.co.id – Merek-Merek Indonesia paling berharga saat ini semakin bertumbuh dengan melebihi dua kali tingkat GDP, sampai dengan sebesar 13% dibandingkan dengan tingkat 5,2% dari keseluruhan pertumbuhan ekonomi, seperti apa yang terdapat dalam ajang “BrandZTM Top 50 Most Valuable Indonesian Brands 2018”, yang telah diumumkan hari ini oleh WPP dan Kantar Millward Brown.

Kesuksesan atas ajang BrandZ Top 50 ini menunjukkan kekuatan merek dalam mendorong performa bisnis. Selama lebih dari tiga tahun, merek-merek terkuat yang masuk dalam daftar Top 50 – yang merupakan merek-merek yang paling memiliki kecenderungan untuk dibeli oleh konsumen – telah tumbuh hampir tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan merek-merek yang lebih lemah.

Merek Indonesia paling berharga sekali lagi adalah Bank Central Asia (BCA), yang mana nilainya telah bertumbuh sebesar 20% menjadi $12,7 milyar. Kesuksesan yang dicapai ini terlihat dari masuknya merek ini dalam daftar BrandZTMTop 100 Merek Global Paling Berharga (urutan ke-99, urutan setelah merek Honda dan sebelum merek Adidas), dan menjadi merek Indonesia pertama yang berhasil masuk dalam urutan global.

Selama setahun terakhir, Bank BCA telah menggunakan berbagai teknologi terkini yang salah satunya adalah teknologi asisten virtual, Vira, yang digunakan untuk menambah servis untuk pelanggan melalui berbagai aplikasi chat yang populer, untuk menyampaikan apa yang selama ini sudah menjadi komitmen mereka yaitu “Selalu ada disampingmu”. Bentuk kontribusi merek ini terhadap komunitas masyarakat termasuk diantaranya adalah program magang kerja untuk para lulusan S1 dan menjadi sponsor tetap dalam pertandingan badminton tahunan Indonesia Open.

Kesuksesan yang terus diraih oleh Bank ini juga menunjukkan betapa pentingnya inovasi. Dari keseluruhan peringkat, merek-merek yang dianggap memiliki inovasi tinggi dan menawarkan pengalaman seru bagi para konsumen telah tumbuh sebesar 20% sejak lebih dari tiga tahun terakhir, dibandingkan dengan pertumbuhan 12% yang dialami oleh berbagai merek lain dengan peringkat yang masih berada di bawah. Kemampuan untuk mengembangkan berbagai produk dan servis baru tidak

cukup untuk menumbuhkan nilai sebuah merek; konsumen perlu melihat dan merasakan sendiri berbagai inovasi merek tersebut dan mengkomunikasikan kehadiran dan manfaat inovasi tersebut kepada konsumen pun tidak kalah pentingnya.

Salah satu merek yang sukses dalam mengkomunikasikan kepada para konsumen atas proposisi baru dan disruptif mereka adalah GO-JEK (di peringkat ke-7 dengan pencapaian $12,4 milyar), penyedia jasa berdasarkan permintaan yang berbasiskan motor dengan melalui aplikasi servis yang didirikan pada tahun 2010 dan saat ini sedang meluaskan jaringannya ke Vietnam. Merek Indonesia lain yang termasuk dianggap sebagai merek yang dapat menciptakan pasar baru (disruptor brand) adalah Traveloka yang merupakan penyedia jasa digital untuk pemesanan perjalanan (di peringkat ke-20 dengan pencapaian $805 juta), yang saat ini sedang membangun operasional mereka di pasar Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam; juga toko retail online Tokopedia (di peringkat ke-33 dengan pencapaian $380 juta) dan Bukalapak (di peringkat ke-37 dengan pencapaian $298 juta).

Keempat merek ini menjadi merek-merek pendatang baru dalam daftar “BrandZTM Top 50 Most Valuable Indonesian Brands 2018”, dengan adanya beberapa perubahan kriteria dalam pendaftaran BrandZ yang kini memperbolhekan merek unicorn dan merek privat untuk dapat masuk selama merek-merek tersebut memiliki informasi finansial yang kredibel atau dapat memberikan keterangan detil mengenai dana kepada publik.

Ke-4 merek tersebut secara keseluruhan memenuhi keinginan seluruh warga negara Indonesia dalam mengakses lebih banyak lagi pilihan, tempat, serta pengalaman bagi para konsumen. Bersama-sama mereka memilii penilaian rata-rata sebesar 123 atas inovasi dan 130 atas pengalaman – yang mana nilai 100 merupakan nilai untuk merek yang dianggap rata-rata. Merek-merek yang mengkombinasikan inovasi dengan pengalaman positif terhadap konsumennya telah tumbuh sebesar 2/3 lebih tinggi dibandingkan dengan merek-merek yang gagal dalam memberikan dua hal tersebut kepada para konsumen.

Namun, memang tidak semua merek-merek Indonesia paling berharga berhasil mengkomunikasikan inovasi mereka, dengan pencapaian nilai rata-rata BrandZ Top 50 Most Valuable Indonesian brand di angka 108, dibandingkan dengan Top 50 merek global yang memiliki angka rata-rata di 113.

David Roth, dari WPP mengatakan, “Pencapaian BCA dengan berhasil masuk ke dalam BrandZ Top 100 Most Valuable Global Brands sangatlah impresif dan menunkkan bahwa inovasi yang kuat dapat menumbuhan nilai merek itu. Untuk dapat menandingi performa BCA, merek-merek Indonesia lain perlu menguasai terlebih dahulu seni untuk berinovasi secara berkesinambungan dan kemudian harus dapat mengkomunikasikan hal itu secara efektif terhadap para konsumen”.

10merek

Top