NAVIGATION

Pawai Para ‘Prajurit’ di Festival Bregada Nusantara 2018

Pawai Para ‘Prajurit’ di Festival Bregada Nusantara 2018

Tak kurang dari 1400 peserta yang terdiri dari 31 Bregada pelajar dan 8 Bregada dari alumni SMA 3 Yogyakarta mengikuti kegiatan ini.

Marketplus.co.id – Sejatinya, bregada adalah prajurit Keraton yang menjadi simbol kewibawaan dan kedaulatan di Yogyakarta. Bregada dibentuk pada masa pemerintahan Hamengkubuwono Pertama sekitar abad ke-17 atau 1755 Masehi.

Pasukan Bregada sempat dibubarkan pada 1813 sebagai bagian dari perjanjian antara Hamengkubuwono III dan perwakilan pemerintah Inggris, yang tidak memperbolehkan Keraton Yogyakarta memiliki pasukan bersenjata. Sehingga pada saat itu bregada hanya menjadi pengawal saja.

Sebagai sebuah kerajaan yang masih bertahan hingga saat ini di Tanah Air, masyarakat Yogyakarta memiliki cara tersendiri dalam mempertahankan budayanya yang tak lepas dari sejarah bangsa.

Salah satunya yang dilakukan oleh Keluarga Besar Alumni (KBA) SMAN 3 Yogyakarta Padmanaba yang menghelat even Festival Bregada Nusantara 2018. Festival yang mengarungi sepanjang Jalan Malioboro dengan ribuan peserta ini berlangsung pada Minggu (23/9/2018).

Festival Bregada Nusantara (FBN) 2018 yang diinisiasi Keluarga Besar Alumni (KBA) SMN Negeri 3 Yogyakarta (Padmanaba) digelar untuk kedua kalinya, setelah sukses digelar pada tahun 2017 lalu.

Mengambil tema “Nyawiji Nguri-Uri Makmuring Negeri”,  tak kurang dari 1400 peserta yang terdiri dari 31 Bregada pelajar dan 8 Bregada dari alumni SMA 3 Yogyakarta mengikuti kegiatan ini.

Selain bregada khas jawa, peserta Festival ini juga membawakan kesenian khas dari berbagai daerah, seperti Papua dan Sumatra Selatan. Menariknya lagi, Festival Bregada Nusantara 2018 juga menampilkan pertunjukkan memukau, mulai dari seni kontemporer oleh para peserta hingga pertunjukkan Bregada Drone yang digelar untuk pertama kalinya.

Menurut  Hendri Saparini, Ketua Umum Keluarga Besar Alumni SMA 3 Yogyakarta, Festival Bregada Nusantara merupakan diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat Yogyakarta dan menghibur wisatawan mancanegara yang sedang berlibur di Yogyakarta.

“Festival ini sebelumnya sudah pernah dilakukan, namun hanya diikuti 10 peserta. Tahun ini sekitar 40 pasukan Bregada yang terdiri dari  bregada pelajar dan 8 bregada Alumni Padmanaba  memeriahkan Festival Bregada Nusantara (FBN) 2018,” ujar Hendri Saparini.

Ia juga menambahkan,  festival ini dimaksudkan untuk mengadaptasi dan melestarikan Bregada sebagai bagian dari Budaya Keraton, yang kemudian untuk diteruskan kepada generasi muda.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Bregada Nusantara (FBN) 2018, Erma Widiastuti juga menuturkan, Padmanaba memiliki misi untuk menanamkan pendidikan karakter kepada generasi muda untuk kembali mencintai kebudayaannya, sekaligus mengakomodir kreativitas mereka.

“Salah satu kombinasi dalam melestarikan budaya dengan teknologi masa kini, kami menghadirkan Bregada Drone, sebuah parade drone untuk pertama kalinya yang ada di dunia,” ungkap Ema.

Festival Bregada Nusantara mengambil rute diawali dari Kompleks Parkir Abu Bakar Ali dan menyusuri Jalan Malioboro hingga finish di Benteng Vredeburg. Sepanjang rute pawai wisatawan dan warga Jogja tampak antusias menyaksikan secara langsung Festival yang diselenggarakan setahun sekali ini.

Top