NAVIGATION

Ericsson Perluas Platform 5G end-to-end di Indonesia

Ericsson Perluas Platform 5G end-to-end di Indonesia

Radio Access Network (RAN) Compute yang digunakan bisa meningkatkan fleksibilitas jaringan untuk use case baru 5G, menurunkan latensi lebih jauh, dan menurunkan total biaya kepemilikan.

Marketplus.co.id – Ericsson (NASDAQ: ERIC) memperluas Platform 5G end-to-end dengan menambahkan produk-produk perangkat keras dan perangkat lunak baru ke portofolio Sistem Radio Ericsson, agar semakin meningkatkan kemudahan dan kecepatan operator dalam menyelenggarakan implementasi jaringan 5G. Ericsson juga memperkuat solusi transport seluler end-to-end dengan memanfaatkan keahliannya di bidang radio serta penambahan teknologi transport terbaik di kelasnya dari Juniper Networks dan ECI.

RAN Compute – arsitektur untuk fleksibilitas yang lebih besar

Ericsson meluncurkan portofolio RAN Compute, yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan penyedia layanan akan fleksibilitas yang lebih besar dalam penyelenggaraan fungsi perangkat lunak dan perangkat keras Radio Access Network (RAN). RAN Compute adalah arsitektur yang memungkinkan penyedia layanan mendistribusikan fungsi RAN secara fleksibel – seperti beamforming dan kontrol radio – yang diperlukan untuk menyempurnakan kinerja penggunaan, serta mengurangi total biaya kepemilikan.

Portofolio RAN Compute mencakup semua modul basebands yang ada, sebagai tambahan dari empat produk RAN Compute baru yang menyediakan hingga tiga kali lipat kapasitas modul basebands saat ini. Dua jenis modul Basebands RAN Compute yang baru memungkinkan penyedia layanan untuk menyelenggarakan fungsi RAN secara terpusat, atau di lokasi radio, sedangkan di lain pihak dua RAN Compute Radio Processors yang baru memungkinkan fungsi RAN ditempatkan lebih dekat ke radio untuk meningkatkan mobile broadband, aplikasi latensi ultra-rendah sambil mengurangi penggunaan ruang di lokasi.

Jerry Soper, Presiden Direktur Ericsson Indonesia, mengatakan, “5G memungkinkan latensi rendah, kecepatan dan keandalan yang tinggi – menjadikannya salah satu infrastruktur terpenting untuk digitalisasi industri dan mempercepat ambisi Pemerintah untuk mewujudkan Making Indonesia 4.0. Solusi yang kami luncurkan hari ini menawarkan sebuah platform 5G yang lebih luas dan bisa beradaptasi dengan baik sehingga penyedia layanan mobile akan lebih mudah melakukan implementasi 5G.”

Sesuai dengan Ericsson Mobility Report edisi Juni 2018, pada akhir tahun 2023, trafik data global diproyeksikan akan tumbuh sebesar 40 persen per tahun dengan lebih dari 20 persen trafik data seluler di seluruh dunia diperkirakan akan menggunakan jaringan 5G. Tentunya dengan trafik data 1,5 kali lebih banyak dari total trafik data yang dilayani jaringan 4G/3G/2G hari ini,jaringan seluler harus mengatasi lonjakan trafik ini untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik. Video mewakili lebih dari 50% volume data di sebagian besar jaringan saat ini, memberikan tekanan pada jaringan yang memengaruhi pengalaman pelanggan. Tren trafik data seluler global juga tercermin di Indonesia.

Jerry Soper mengatakan “Ericsson adalah mitra pilihan bagi operator telekomunikasi di Indonesia untuk memastikan migrasi tanpa hambatan dari 4G ke 5G. Melalui portofolio solusi 5G-ready kami, termasuk produk perangkat keras dan perangkat lunak yang baru diluncurkan, operator akan mampu mengelola jaringan mereka secara efisien, dan pada saat yang sama menurunkan total biaya yang diperlukan untuk pengembangan dan peyelenggaraan 5G.”

Migrasi jaringan lebih mulus dengan Ericsson Spectrum Sharing

Ericsson juga meluncurkan perangkat lunak Ericsson Spectrum Sharing baru, yang meningkatkan keserbagunaan Ericsson Radio System untuk implementasi 5G. Teknologi perangkat lunak ini memberi penyedia layanan (service provider) peluang yang lebih besar untuk mengaktifkan 5G dan mempercepat proses penjangkauan jaringan.

Ericsson Spectrum Sharing memungkinkan migrasi jaringan yang mulus dan cepat melalui dukungan simultan dan dinamis 4G dan 5G dalam spektrum yang sama menggunakan Ericsson Radio System, saat operator siap untuk melakukan transisi. Fungsionalitas baru ini dapat diimplementasikan melalui instalasi perangkat lunak secara remote pada radio dengan Sistem Radio Ericsson yang telah ada sejak 2015.

Kemampuan ini akan memungkinkan penyedia layanan untuk memberikan jangkauan 5G di tingkat nasional dengan strategi migrasi spektrum yang jauh lebih fleksibel – menghindari kebutuhan untuk mengalokasikan spektrum khusus hanya untuk 5G yang nantinya berdampak negatif terhadap kinerja 4G. Solusi Spectrum Sharing Ericsson akan memungkinkan operator Indonesia untuk memberikan end-user experience yang unggul dengan cara yang paling hemat biaya.

Meningkatkan kapasitas di daerah perkotaan dengan Street Macro dan transport  terintegrasi

Ericsson hari ini juga mengumumkan solusi transport seluler baru yang disesuaikan untuk menciptakan solusi Street Macro yang terintegrasi dan lebih lengkap untuk penyelenggaraan millimeter wave 5G. Hal ini diperlukan untuk mengelola trafik data di daerah di mana permintaan layanannya tinggi – yaitu daerah perkotaan.

Seluruh solusi akan tersedia di pasar secara komersial pada semester kedua 2019.

Solusi Transport end-to-end untuk 5G

Dengan fokus pada fungsi transport antara fungsi radio dan core, Ericsson memberikan portfolio transport khusus untuk backhaul dan fronthaul.  Solusi transport yang tersedia sejauh ini untuk 4G dan 5G semakin banyak digunakan penyedia layanan. Bahkan, produk backhaul seluler andalan Ericsson – Router 6000 – telah digunakan oleh hampir 60 operator. Lebih dari 110 operator juga menggunakan teknologi microwave 5G-ready Ericsson, solusi MINI-LINK.

Untuk meningkatkan portofolio transportasi end-to-end 5G, Ericsson kini memperluas kemitraannya dengan Juniper Networks. Keluarga produk Router Ericsson 6000 akan dilengkapi dengan solusi terdepan dan terpusat dalam penyediaan konektivitas tanpa batas dari lokasi radio ke pusat, sehingga menjamin kinerja, kualitas, dan kemudahan penggunaan sistem 5G.

Produk keamanan Juniper juga akan menjadi bagian dari solusi Ericsson untuk mengamankan jaringan selulernya sebagai bagian dari pendekatan end-to-end untuk mengamankan jaringan 5G yang sudah ada maupun yang baru.

Ericsson juga melengkapi tawaran transportasi optikalnya  untuk metro dengan kemitraan baru dengan ECI, penyedia solusi jaringan elastis global. Dengan ECI sebagai mitra, Ericsson bisa memberikan solusi transportasi optikal baru yang lebih baik untuk penyedia layanan, serta pelanggan infrastruktur vital lainnya.

“Pada dasarnya, melalui inovasi 5G terdepan Ericsson, kami mampu memberikan beragam solusi terkait jaringan seluler operator telekomunikasi di Indonesia dan memungkinkan mereka untuk melakukan implementasi 5G lebih cepat dan memberikan pengalaman 5G yang lebih unggul bagi konsumen Indonesia” kata Jerry Soper.

 

Top