NAVIGATION

Danau Toba sebagai Aset Pariwisata Nasional

Danau Toba sebagai Aset Pariwisata Nasional

Danau vulkanik terbesar di dunia ini terbentuk akibat letusan sekitar 75 ribu tahun lalu yang tercatat dalam sejarah geologi dunia sebagai letusan Super Vulcano.

Marketplus.co.id – Dalam konteks pembangunan nasional, sektor pariwisata mendapatkan perhatian lebih besar untuk dapat dikembangkan dan mampu menjadi penopang perekonomian nasional melalui sumbangan devisa negara.

Hal tersebut merupakan langkah strategis berdasarkan perkembangan industri pariwisata dunia yang semakin dinamis, prospektif dan tren pergerakan wisatawan dunia ke kawasan Asia Pasifik, khususnya ASEAN.

Sepanjang tahun 2010-2015, pariwisata di kawasan ini mampu tumbuh rata-rata 6% per tahun di atas rata-rata pertumbuhan global yang hanya 3,3%. Untuk itu, pemerintah menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 20 juta dan wisatawan nusantara (wisnus) sebesar 275 juta perjalanan di tahun 2019. hal ini juga seiring dengan kontribusi PDB nasional sebesar 15% dan kontribusi devisa sebesar 280 triliun rupiah di tahun 2019.

Pasar wisnus perlu terus didorong pertumbuhannya untuk meningkatkan perjalanan lintas provinsi ataupun antar pulau. Hal ini menjadi tantangan besar dalam pengembangan pasar wisatawan nusantara yang saat ini masih didominasi perjalanan internal atau dalam wilayah provinsi.

Untuk mendorong akselerasi pengembangan pariwisata nasional, Kementerian Pariwisata telah mencanangkan pengembangan 10 destinasi prioritas sebagai “Bali Baru”. Ke 10 destinasi prioritas tersebut adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo Tengger Semeru, Mandalika, Komodo-Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.

Salah satu destinasi prioritas yang menjadi unggulan bagi wisman dan wisnus adalah Danau Toba. Sebagai aset pariwisata nasional, Danau Toba telah memiliki citra positif yang sudah mendunia.

Danau Toba merupakan danau vulkanik dengan ukuran panjang 100km dan lebar 30km. Danau vulkanik terbesar di dunia ini terbentuk akibat letusan sekitar 75 ribu tahun lalu yang tercatat dalam sejarah geologi dunia sebagai letusan Super Vulcano.

Upaya pemerintah untuk mempromosikan dan mengembangkan destinasi Danau Toba telah menunjukkan perkembangan signifikan yang berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke provinsi Sumatera Utara.

Berdasarkan data BPS, tahun 2016 jumlah tamu domestik di hotel berbintang meningkat hingga 44,6% dari tahun sebelumnya di provinsi Sumatera Utara. Sedangkan jumlah tamu domestik di hotel non berbintang meningkat tinggi, yakni 248,19%.

Pencapaian tersebut semakin didukung dengan adanya pengembangan Bandara Silangit di Tapanuli Utara menjadi bandara Internasional. Bandara ini menjadi pintu masuk kedua ke destinasi Danau Toba, setelah Bandara Kuala Namu di Medan.

Top