NAVIGATION

Terbangkan Harap di Puncak Dieng Culture Festival 2018

Terbangkan Harap di Puncak Dieng Culture Festival 2018

Ribuan harap diterbangkan bersama lampion yang dinyalakan serentak oleh ribuan pengunjung di kawasan Candi Arjuna.

Marketplus.co.id – Malam puncak Dieng Culture Festival 2018 yang digelar pada Sabtu malam (4/8) menyuguhkan pemandangan yang mengagumkan. Dieng yang berselimut hawa dingin, seketika berubah menjadi hangat.

Sekitar 5 ribu lampion pada malam itu diterbangkan di langit Candi Arjuna, Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Ribuan lampion beraneka warna yang diterbangkan pada rangkaian Dieng Culture Festival 2018 menerbangkan harap para pengunjung yang hadir.

Suhu dingin yang mencapai di bawah 10 derajat Celcius, tidak mampu menyurutkan minat wisatawan dan masyarakat untuk tetap berada di pelataran Candi Arjuna. Sambil menyulut api untuk menerbangkan lampion, ribuan wisatawan tanpa dikomando menyanyikan lagu Indonesia Pusaka.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dan Bupati Banjarnegara, Budi Sarwono, turut hadir dan menerbangkan lampion dari atas panggung acara. “Malam ini Dieng indah, penuh dengan lampion,” kata Ganjar. Ia juga menambahkan, pelaksanaan Dieng Culture Festival selanjutnya bisa memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat setempat.

“Banyak wisatawan yang datang bahkan hingga 2 sampai 3 kali. Mereka sudah menikmati jazz atas awan semalam. Acara ini selalu menarik dan orang selalu menunggu-nunggu. Kami akan dorong terus pariwisata sebagai potensi ekonomi baru,” ujarnya.

Penerbangan ribuan lampion dilakukan serentak usai pentas musik bertajuk “Senandung Negeri di Atas Awan”. Pentas musik ini menampilkan beberapa grup musik lokal dengan bintang tamu penyanyi Hiroaki Kato dari Jepang dan  Letto, dan The Rain. Lewat hits “Terlatih Patah Hati”, The Rain berhasil menghipnotis ribuan penonton yang hadir. Lagu ini sekaligus menutup event yang sudah 9 kali dilaksanakan itu.

Ketua Pelaksana Top 100 Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti  yang diwakili Koordinator Tim CoE wilayah Jawa, I Gusti Ngurah Putra mengatakan, “Kekayaan adat dan budaya daerah ini tentunya akan memperkaya keragaman adat dan budaya nasional, ini perlu untuk dilestarikan”.

Top