NAVIGATION

Jagartha, Maksimalkan Peran Penasihat Investasi Independen

Jagartha, Maksimalkan Peran Penasihat Investasi Independen

Diharapkan mampu mendorong iklim investasi di Indonesia yang masih berada pada persentase 0,5% dari total populasi.

Marketplus.co.id – PT Jagartha Penasihat Investasi (“Jagartha Advisors”) secara resmi diluncurkan sebagai perusahaan penasihat investasi yang independen. Mengantongi izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Maret 2018, Jagartha Advisors akan memaksimalkan perannya untuk menghadirkan banyak penasihat investasi yang independen, guna mendorong iklim investasi di kalangan masyarakat Indonesia, melalui pendampingan, edukasi dan sosialisasi produk-produk investasi pasar modal yang tepat dan independen.

Dalam peluncuran ini, Jagartha Advisors juga secara resmi menggandeng praktisi dan asosiasi melalui penandatanganan nota kesepahaman bersama Muhammad Idrus selaku Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Perbankan HIPMI serta Perkumpulan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (PDPLK) yang diwakili oleh Abdul Rachman. Melalui kolaborasi ini, Jagartha akan memaksimalkan perannya sebagai penasihat investasi independen dalam memberikan akses informasi yang lebih dekat bagi para pengusaha UMKM dan pengelola dana pensiun.

Menurut FX Iwan, Co–Founder Jagartha Advisors, Jagartha sebagai penasihat investasi yang independen berkomitmen untuk turut memperkuat fundamental perekonomian nasional di masa mendatang, melalui berbagai kolaborasi bersama para pelaku investasi di Indonesia.

“Edukasi dan pendampingan yang tepat bagi para pengusaha UMKM dapat mempersiapkan mereka untuk menggunakan jalur pasar modal sebagai salah satu upaya percepatan pertumbuhan UMKM, sekaligus menyoroti pentingnya manajemen kekayaan pribadi bagi para pelaku UMKM, sehingga hasil kerja keras di dalam membangun bisnis juga dapat dikelola dengan baik dan dinikmati. Lebih lanjut, pengenalan instrumen investasi, termasuk risikonya, bagi pengelola dana pensiun diharapkan mampu membantu memaksimalkan peran mereka dalam mempercepat pembangunan nasional,” tutup Iwan.

Top