NAVIGATION

Memahami tentang Kepemipinan di The ECGL Leadership Forum

Memahami tentang Kepemipinan di The ECGL Leadership Forum

“Setiap organisasi memerlukan leader yang baik. karena instansi atau organisasi adalah cerminan dari leader-nya,”

Marketplus.co.id – Merayakan pencapaiannya di tahun ke-16, Executive Global Leadership (ECGL) menggelar The ECGL Leadership Forum sekaligus pertemuan alumni yang diadakan hari Rabu, 4 Juli 2018 di ballroom Fairmont Hotel, Jakarta.

Lebih dari dua ratus orang yang terdiri dari jajaran pimpinan dari perusahaan-perusahaan BUMN dan swasta, duta besar dari negara-negara sahabat serta ketua lembaga-lembaga tinggi negara menghadiri acara ini. Tak terkecuali Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia, Ridwan Kamil, kandidat Gubernur Jawa Barat 2018 dan Sofyan Djalil, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia.

ECGL Leadership Forum merupakan forum kepemimpinan pertama di Indonesia. Menurut Tanri Abeng, pendiri dan Chairman ECGL, setiap organisasi memerlukan leader yang baik. Karena instansi adalah cerminan dari leader-nya. “Memimpin BUMN itu sensitif secara politik dan berisiko membuat keputusan yang merugikan negara,” tukasnya.

Menteri BUMN ke-delapan, Rini M. Soemarno,  yang juga menjadi pembicara menuturkan, tantangan Kementerian BUMN adalah meningkatkan kualitas hidup manusia. Untuk menjadi seorang leader BUMN harus dapat membangun hubungan strategis dengan pemangku kepentingan, harus jadi agen perubahan, dan berani melakukan investasi jangka panjang sehingga BUMN dapat sustain 10-20 tahun ke depan. “Ada 143 BUMN, potensi jadi pemimpin adalah tentang kapabilitas,” ungkap Rini.

Lain lagi bila bicara tentang Kepemimpinan Politik. Pembicara dalam ECGL Leadership Forum terkait bidang politik adalah Datuk Seri Anwar Ibrahim, pemimpin koalisi partai politik Pakatan Harapan di Malaysia. Dalam pemaparannya ia mengatakan, “Pemimpin negara bisa memiliki target pertumbuhan ekonomi hingga dua digit, penawaran investasi yang menarik, inflasi rendah, tapi itu semua bukan kepemimpinan bila tidak disertai kepedulian terhadap rakyat jelata. Apa arti perkembangan ekonomi bila tidak ada distribusi kekayaan yang merata? Janganlah menjadi pemimpin yang datang ke rakyat dari kalangan pra sejahtera hanya saat pemilihan. Tapi kemudian saat sudah berkuasa, kita sibuk memperkaya diri sendiri, keluarga dan kroni-kroninya”.

Datuk Seri Anwar Ibrahim juga memandang pentingnya pemimpin politik mengubah sudut pandangnya dalam hal kekuasaan, “Kuasa itu adalah amanah. Pemimpin itu harus pikul amanah. Bukan menggunakan kuasa untuk merampok,” ujarnya.

Sejak tahun 2012, ECGL telah meluncurkan Advanced Leadership Program (ALP). Kemudian pada tanggal 4 Juli 2018  menjadi momen peluncuran ALP 2018. Program ini terdiri dari 11 modul yang setiap modulnya dilaksanakan dalam 20 jam. Setiap sesi akan diadakan di kelas ECGL yang terdapat di Jakarta dan Bali. Pengajar modul berasal dari fasilitator kelas dunia yang memiliki pengalaman akademis yang kuat dan beraneka latar belakang manajemen bisnis. Kebanyakan dari para pengajar berasal dari mitra ECGL, yaitu Rotterdam School of Management, Erasmus University di Belanda.

Program Advanced Leadership 2018 yang ditawarkan ECGL akan memberikan perspektif baru, konsep yang realistik dan metode akurat dalam kepemimpinan dan manajemen. Sehingga peserta yang berpartisipasi memiliki kemampuan strategi manajemen, pengembangan organisasi dan transformasi bisnis untuk ketahanan dan pertumbuhan berkelanjutan yang berdaya guna.

Top