NAVIGATION

IPSOS; Negara dalam Studi Indonesia Flair 2018

IPSOS; Negara dalam Studi Indonesia Flair 2018

Banyak temuan menarik dalam Studi yang mengamati berbagai aspek dan menggambarkan banyak hal yang serba paradoks atau berlawanan yang tengah terjadi di Indonesia.

Marketplus.co.id – IPSOS Indonesia memperkukuh keberadaannya di industri riset pemasaran, survey dan polling di Tanah Air dengan memperkenalkan hasil studi terbaru yang diberi nama Indonesia Flair.

Studi ini menampilkan penelitian dan pengamatan dari perspektif dan spektrum yang luas untuk menggambarkan kondisi sebuah negara. Studi IPSOS Flair diperkenalkan pada Rabu, 30 Mei 2018 dalam sebuah acara Media Gathering dan Buka Bersama, di Bunga Rampai, Jakarta Pusat.

Acara dihadiri oleh Prime Secretary dari Kedutaan Perancis untuk Indonesia, Quentin Biehler, Soeprapto Tan, Managing Director IPSOS Indonesia, dan para spesialis di IPSOS Indonesia yang terlibat dalam pembuatan Indonesia Flair, serta seorang penggiat kuliner khas Indonesia dan ketua Aku Cinta Makanan Indonesia, Santhi Serad.

IPSOS Flair pertama kali diperkenalkan pada tahun 2005 di Perancis, di mana kantor pusat IPSOS beroperasi sejak lebih dari empat puluh tahun yang lalu. Nama IPSOS Flair dipilih, karena kata ‘Flair’ bisa diartikan sebagai insting, atau intuisi. Flair adalah kemampuan untuk menangkap situasi, untuk mengenali langkah yang tepat, dan tahu saat yang tepat untuk bertindak dan mengambil keputusan.

Menurut Soeprapto Tan, Managing Director Ipsos Indonesia, tahun ini IPSOS Indonesia telah merampungkan studi IPSOS Flair yang memfokuskan diri pada beragam hal tentang Indonesia. “Indonesia Flair merupakan bagian Studi IPSOS Flair yang baru pertama kali ini dilakukan oleh IPSOS di Indonesia. Indonesia Flair merupakan rangkuman dari pengetahuan dan hasil pengamatan para spesialis kami, di Indonesia seputar aspek moneter, bisnis, pemasaran, pola penggunaan media massa, kebudayaan, hiburan, tayangan di media massa, pariwisata, telekomunikasi serta otomotif, dan ketenagakerjaan,” papar Soeprapto Tan.

Ia juga menambahkan, banyak temuan menarik dalam Studi yang mengamati berbagai aspek dan menggambarkan banyak hal yang serba paradoks atau berlawanan yang tengah terjadi di Indonesia.

“Untuk itu kami mengambil tema Dealing with The Opposites, untuk Indonesia Flair ini,” imbuh Soeprapto. Studi tahunan ini menjadi tradisi tahunan di IPSOS, yang biasa dibuat oleh masing-masing kantor IPSOS di negara di mana IPSOS beroperasi, sebagai bagian dari upaya untuk menggali pemahaman yang lebih mendalam dan spesifik dari satu negara.

Top