NAVIGATION

Yang Orang Indonesia Inginkan Selama Bulan Ramadhan untuk Industri Ritel

Yang Orang Indonesia Inginkan Selama Bulan Ramadhan untuk Industri Ritel

Event shopping terbesar dalam industri ritel – seperti halnya Black Friday dan Cyber Monday di Amerika Utara. Saat yang baik untuk mengamati daya beli penganut muslim.

Marketplus.co.idBrand market riset yang mendedikasikan dirinya pada dunia ecommerce, ecommerceIQ bulan April lalu melakukan penelitian tentang apa yang masyarakat Indonesia cari sepanjang bulan Ramadhan dan juga perilaku belanja mereka sebelum, selama dan setelah bulan suci Ramadhan usai. Berikut adalah hasil dari penelitian kami dan kira-kira situs ecommerce mana yang menjadi pilihan orang Indonesia.

Hal terpenting tentang Ramadan dalam ritel

Setahun sekali, sekitar 2 milyar umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh. Tahun Ini Ramadan akan berlangsung pada pertengahan Mei dan berakhir pada pertengahan Juni (perkiraan: 16 Mei – 15 Juni 2018).

Di Asia Tenggara, khususnya di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam seperti Malaysia dan Indonesia, keluarga yang tinggal jauh kembali ke kampung halamam mereka untuk merayakan Idul Fitri bersama setelah sebulan penuh berpuasa. Selain berpuasa setiap hari dari subuh hingga matahari terbenam, ada perilaku konsumen lain yang telah membangunkan peritel dan dan pemain ecommerce serupa.

Idul Fitri merupakan perayaan besar setelah sebulan penuh berpuasa yang mirip sekali dengan budaya Natal di Barat. Apa yang biasanya diasosiasikan dengan hari libur ini? Pemberian hadiah, pakaian baru dan kemeriahan.

Bulan yang baik untuk berkumpul dengan keluarga yang kita sayang ini, merupakan salah satu event shopping terbesar dalam industri ritel – seperti halnya Black Friday dan Cyber Monday di Amerika Utara. Saat yang baik untuk mengamati daya beli penganut muslim.

Profil pembeli di bulan Ramadan

Terlepas dari preferensi belanja online dan offline, mayoritas orang Indonesia akan menghabiskan uang lebih banyak di bulan Ramadan.

Berdasarkan hasil dari survei kami, rata-rata pembeli di bulan Ramadan adalah perempuan, berumur antara 31 – 40 tahun dengan barang yang biasa dibeli adalah produk fesyen dan kebutuhan sehari-hari.

THR (Tunjangan Hari Raya) menjadi alasan mengapa pengeluaran menjadi lebih besar di bulan Ramadan. Para pekerja mendapatkan satu bulan gaji tambahan untuk merayakan kemeriahan lebaran bersama keluarga.

Tidak mengherankan, semakin banyak penghasilan yang dihasilkan, semakin banyak yang akan mereka belanjakan selama Ramadan seperti yang ditunjukkan oleh survei kami.

Hal yang penting dicatat adalah hitungan rumah tangga kelas menengah di Indonesia diperkirakan akan meningkat menjadi 23,9 juta dalam 12 tahun mendatang dari 19,6 juta pada 2016.

Kelas menengah yang berkembang berarti munculnya karakteristik kelas menengah – lebih banyak menghabiskan waktu dalam perjalanan, liburan, dan hadiah untuk keluarga. Inilah sebabnya mengapa perusahaan menghabiskan banyak uang untuk membangun kredibilitas sejak awal sebagai brand yang dapat diandalkan dan yang dapat mempengaruhi perilaku generasi mendatang.

Puncak belanja selama Ramadan

Mengingat semakin populernya ecommerce di seluruh wilayah yang mengutamakan mobile first (kecenderungan untuk selalu mengandalkan smartphone), tren apa yang dapat kita identifikasi dalam perilaku pembelian online selama Ramadan seperti perangkat apa yang mereka gunakan untuk belanja dan pada jam berapa?

Begitu matahari terbenam, pengeluaran dimulai. Data dari Ramadan aCommerce pada tahun 2017 menunjukkan bahwa penelusuran seluler di situs ecommerce mencapai puncaknya pada pukul 04.00 dan 17.00 ketika orang-orang duduk di kemacetan.

Meskipun rata-rata panjang sesi web lebih panjang di desktop, ada lebih banyak lalu lintas yang berasal dari handphone selama Ramadan membuat mobile UX yang menarik penting untuk mendorong konversi.

Data juga menunjukkan bahwa pria cenderung menjelajah lebih dari wanita, tetapi wanita memiliki rasio konversi yang lebih tinggi. Meskipun para marketing harus menyesuaikan kampanye yang menarik bagi keduanya, mengonversi pria bisa menjadi sedikit lebih sulit.

Pria cenderung untuk mengapresiasi belanja online yang tanpa basa basi dan sederhana dibandingkan pengalaman sosial dan komprehensif. Mereka juga membeli berdasarkan langkah-langkah logis (versus emosional) dan suka melakukan riset sebelum membeli, yang dapat menjelaskan peningkatan aktivitas browsing.

Menjangkau para Ramadan shopper

Berdasarkan survei, channel online terpopuler untuk shopping selama bulan Ramadan adalah Shopee dan Lazada.

Meskipun para top player telah beralih dari pertanyaan apakah mereka harus memiliki kehadiran online resmi, memiliki shop-in-shop saja tidak cukup mengingat jumlah penjual yang tersedia.

Pertanyaan yang para Brand Manager perlu tanyakan kepada diri mereka sendiri adalah: seberapa baik peringkat produk saya dalam pencarian? Bagaimana pricing strategy yang harus saya lakukan? Bagaimana ulasan produk saya? Seberapa menarik brand presence saya? Seberapa cepat pengiriman barang?

Konsumen di Indonesia berbagi tiga alasan utama yang meyakinkan mereka untuk berbelanja online lebih sering.

  1. Promosi Spesial Ramadan untuk produk yang mereka butuhkan seperti makanan dan fesyen
  2. Opsi pembayaran cash on delivery
  3. Same day delivery tanpa biaya tambahan

Situs yang tidak menampilkan item berharga lebih rendah akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan klik konversi. Orang Indonesia sadar harga dan bahkan dengan THR yang mereka dapatkan, penghematan adalah faktor utama dalam perilaku konsumsi.

Sah-sah saja sebenarnya mencantumkan harga beberapa harga normal dan mencampurnya dengan harga diskon di homepage, harga barang yang lebih rendah harus dibawa ke garis terdepan. Ini adalah waktu yang tepat untuk mengeluarkan inventaris.

Logistik dan pembayaran tetap menjadi tantangan terhebat saat ini untuk para pemain ecommerce di Indonesia karena infrasuktruktur yang belum memadai dan kurangnya pengetahuan mengenai keuangan. Kebanyakan perusahaan pada umumnya mengambil langkah untuk outsource dalam memecahkan dua masalah tersebut untuk pengalaman berbelanja yang lebih efisien.

Hasil yang didapatkan untuk industri ritel Ramadan 2018

Selama periode ini, peritel, brand, perusahaan, pedagang kecil berlomba-lomba untuk kompetisi yang sama. Semuanya mengeluarkan uang lebih banyak untuk menarik perhatian para pembeli.

Karena tidak setiap perusahaan memiliki budget fantastis untuk dihamburkan, para marketing harus menjadi lebih cerdas dalam menghabiskan uang mereka dan langkah yang mereka ambil untuk memahami kebiasaan konsumen dan juga preferensi mereka.

Top