NAVIGATION

Luqman Arifin Siswanto, Talenta di Bidang IT yang Sarat Prestasi

Luqman Arifin Siswanto, Talenta di Bidang IT yang Sarat Prestasi

“Pemrograman itu abstrak dan melelahkan, namun disitulah tantangan yang membuat kita semakin mengasah kreatifitas untuk mencari solusi,”

Marketplus.co.id –  Banyaknya start up dan inovasi-inovasi teknologi baru yang muncul saat ini,  menunjukkan kreatifitas orang Indonesia dalam pemanfaatan teknologi yang semakin marak. Ini juga menjadi indikasi bahwa literasi teknologi masyarakat Indonesia tidak tertinggal oleh negara-negara maju.

Hal tersebut disampaikan oleh Luqman Arifin Siswanto, mahasiswa berprestasi penerima program BukaBeasiswa dari Bukalapak. Talenta muda Indonesia ini memiliki kemampuan mengolah internet dan komputer yang apik, serta telah menorehkan berbagai prestasi nasional maupun internasional di usia muda.

Sejak kecil, Luqman mengaku telah menyukai matematika dan logika. Untuk itulah sang ayah menyarankan untuk menempuh pendidikan di Teknik Informatika, ITB.

“Di SMA, saya belajar programming untuk pertama kalinya, saat itu saya pake Embarcadero C++ Builder. Ternyata setelah belajar sedikit tentang programming, ternyata seru,” aku Luqman.

Baginya pemrograman itu abstrak dan melelahkan, namun disitulah tantangan yang membuatnya semakin mengasah kreatifitas untuk mencari solusi. “Intinya, semakin sulit dan banyak lika-likunya, justru membuat cara berpikir kita semakin kreatif,” tukasnya.

Sejak tahun pertama di bangku kuliah, pria kelahiran Surabaya, 4 Oktober 1996 ini memiliki mimpi untuk bisa mewakili kampusnya dalam kompetisi pemrograman internasional ACM-ICPC World Final (WF). Mimpi ini dianggap terlalu jauh untuk mahasiswa semester awal yang baru saja belajar programming. Pun begitu, karena kesabaran dan kegigihannya, mimpi Luqman terwujud.

“Di tingkat 4, tim kami hampir lolos ke WF tapi tetap gagal. Akhirnya mimpi ini terkabul di tingkat 5 kuliah. Kami juara di Asia Tenggara dan berhasil mewakili kampus dalam ACM-ICPC 2018 di Beijing. Ini capaian yang menurut saya paling fulfilling selama ini. Semacam old dream comes true,” kenang Luqman.

Sebelumnya, pada tahun 2016 Luqman juga sempat mengikuti Bukalapak Programming Competition (BLPC) di Bandung bersama lebih dari 100 peserta mahasiswa lainnya dari Jabodetabek dan Bandung. Luqman pun berhasil terpilih menjadi pemenang dalam 3 besar. Salah satu privilege sebagai pemenang adalah mendapat kesempatan di BukaBeasiswa oleh Bukalapak.

“tu adalah suatu kehormatan dan sebuah kesempatan emas untuk saya, karena setau saya jarang sekali ada beasiswa yang fokus di pengembangan talenta IT. Program BukaBeasiswa oleh Bukalapak membuka banyak sekali kesempatan dan pembelajaran,” ujar sulung dari 4 bersaudara ini.

Luqman mengaku, BukaBeasiswa oleh Bukalapak menawarkan kesempatan yang lengkap bagi mahasiswa Computer Science di Indonesia. Selain diberikan fasilitas dana untuk tunjangan kuliah penuh per semester dan kebutuhan sehari-hari, penerima BukaBeasiswa juga diberikan kesempatan berkarir di Bukalapak sebagai engineer.

“Karena sebenarnya hal tersebut yang menjadi permasalahan untuk mahasiswa, ketika kita sudah memperlajari teori dan disiplin ilmu di bangku kuliah, lalu penerapannya di dunia kerja bagaimana? Inilah mengapa BukaBeasiswa oleh Bukalapak menjadi sebuah program yang benar-benar memfasilitasi pengembangan talenta di bidang IT,” paparnya.

Menurutnya, dunia engineering Bukalapak sangat menarik karena dinamis dan banyak ilmu yang didapat dari para seniornya di Bukalapak. Di sisi lain, rata-rata usia penerima beasiswa adalah 20-22 (tingkat akhir kuliah S1) dimana mahasiswa mulai berusaha mandiri dan tidak merepotkan orangtua.

“BukaBeasiswa oleh Bukalapak adalah salah satu start yang tepat bagi mahasiswa untuk menjadikan pribadi yang lebih mandiri dan berkarya di bidang IT,” kata penghobi puzzle, coding, dan travelling.

Top