NAVIGATION

Kemenpar; Pasar Seksi Wisman India

Kemenpar; Pasar Seksi Wisman India

Wisman India yang berkunjung ke Indonesia didominasi anak muda usia sekitar 25 tahun dengan pengeluaran rata-rata sebesar US$ 900 hingga 1.200 per kunjungan dan lama tinggal mereka rata-rata 7-10 hari.

Marketplus.co.id – Kementrian Pariwisata Republik Indonesia maksimalkan hub regional dengan Singapura dan Malaysia untuk berkontribusi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari India yang mencapai target 700 ribu orang tahun ini.

Menurut Nia Niscaya, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar,  pada Februari tahun 2018 Kemenpar menargetkan wisman India sebanyak 700 ribu, sedangkan capaian tahun lalu sekitar 485 ribu.

“India menjadi pasar yang seksi,” tukas Nia saat acara coffee morning dengan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di Raffles Hotel Jakarta, (11/5).

Nia juga menambahkan, pasar India tahun ini masuk dalam Top-5 penghasil wisman ke Indonesia. Adapun urutannya adalah; China, Eropa, Australia, Singapura, dan India. China menempati urutan teratas karena size nya terbanyak yaitu 2,2 juta wisman dengan pertumbuhan (sustainability) atau tertinggi mencapai 42% dan perolehan devisanya (spread) terbesar.

“Wisman India tahun lalu sebanyak 485.000 wisman, mengalahkan wisman dari Korea ke Indonesia sebanyak 379.000, dan pada tahun ini mengalahkan Jepang yang pertumbuhannya relatif stagnan,” ungkap Nia Niscaya.

Pada temu dialog, Nia Niscaya didampingi Asdep Pemasaran II Regional III Sigit Witjaksono, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II, Ni Wayan Giri Adnyani dan sejumlah pejabat lainnya. Kesempatan tersebut untuk menjelaskan struktur baru dan program kerja Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar dalam upaya pencapaian target kunjungan 17 juta wisman tahun ini.

Asdep Pemasaran II Regional III, Sigit Witjaksono yang membawahi pasar India, Asia Selatan, Asia Tengah, Saudi Arabia, Timur Tengah, dan Afrika menuturkan, untuk meningkatkan kunjungan wisman India mencapai 200 ribu lebih, sementara tahun lalu sebanyak 485 ribu, agar mencapai target 700 ribu.

“Kita akan tetap memanfaatkan Singapura dan Malaysia sebagai hub regional. Wisman India yang berkunjung ke Singapura dan Malaysia kita gaet untuk meneruskan berlibur ke Batam, Bintan, dan Jakarta,” kata Sigit Witjaksono.

Wisman India yang berkunjung ke Indonesia didominasi anak muda usia sekitar 25 tahun dengan pengeluaran rata-rata sebesar US$ 900 hingga 1.200 per kunjungan dan lama tinggal mereka rata-rata 7-10 hari. Sementara destinasi favorit yang dikunjungi adalah Bali, Jakarta, Batam, Tanjung Uban, dan Surabaya.

Top