NAVIGATION

alaRitus, Hangout Asyik dalam Suasana Unik

alaRitus, Hangout Asyik dalam Suasana Unik

“Edible flower dalam setiap hiasan menu memperkuat kesan alaRitus (ritual). Bunga cantik ini akan menjadi pelengkap dan bisa disantap,"

Marketplus.co.id – Mau menyantap kuliner Nusantara dengan nuansa masa lampau? Datang saja ke alaRitus. Resto yang terletak di di Gedung Filateli, Pasar Baru, Jakarta Pusat ini,  menjadi salah satu pilihan tepat untuk bersantap atau sekedar hangout bersama rekan atau keluarga.

alaRitus berada di gedung heritage yang dulu digunakan sebagai Kantor PT Pos Indonesia. Gedung bergaya arsitektur Art Deco yang dipengaruhi oleh aliran Art & Craft pada detail interiornya ini, didirikan antara 1912-1929 dan dirancang oleh arsitek Belanda, John van Hoytema.

Tak ayal, selain menyajikan menu Nusantara yang lezat dan kaya rasa,  alaRitus juga menyuguhkan suasana masa lampau yang membawa pengunjungnya seperti berada di zaman kolonial.

Pun begitu, di resto dengan suasana calm ini, pengunjung dapat bersantai sambil berburu spot keren yang instagramable untuk berswafoto. Saat memasuki alaRitus, pengunjung akan disuguhkan coffe shop dengan nuansa catchy. Ini menjadi ruangan pertama yang disusul green corner pada bagian dalamnya yang berfungsi sebagai smoking area dengan vertical garden.

Menurut Merie Mangawing, pemilik alaRitus, salah satu tujuan resto alaRITUS adalah untuk membangkitkan kembali kuliner Indonesia dengan segala ciri khasnya.

“Pengunjung yang datang ke sini dapat menikmati berbagai macam menu Nusantara dengan platting cantik. Edible flower dalam setiap hiasan menu akan memperkuat kesan ritual. Bunga cantik ini akan menjadi pelengkap dan bisa disantap,” ujar Merie Mangawing, saat Opening alaRitus di Gedung Filateli, Jakarta, (11/5).

Dalam mengembangkan alaRitus, Merie Mangawing tidak sendiri. Ia dibantu rekannya Fatimah untuk menghadirkan aneka kreasi menu yang otentik sekaligus inovatif. Setidaknya alaRitus menyediakan 44 menu makanan yang disajikan untuk pengunjung. Beberapa menu andalan yang bisa dicicipi pengunjung adalah lobster pesmol, tongseng iga, krim bakar jahe, jantung pisang, tumis bunga durian, dan masakan Nusantara lainnya. Semua masakan menggunakan bumbu spesial yang diolah oleh chef berpengalaman.

“Harga yang ditawarkan mulai dari Rp6.000 hingga Rp380.000 ribu untuk lobsternya. Ini sudah termasuk tax,” kata Merie.

Top