NAVIGATION

Sampoerna Umumkan Hasil Usaha 2017

Sampoerna Umumkan Hasil Usaha 2017

Memimpin pasar SKT dengan 37,5% pangsa pasar dari segmen tersebut.

Marketplus.co.id – PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna atau Perusahaan/IDX: HMSP) mengumumkan hasil usaha sepanjang tahun 2017 di Jakarta (28/4). Perusahaan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar di Indonesia dengan pangsa pasar sebesar 33% dan volume penjualan tahunan sebesar 101,3 miliar batang.

Kepemimpinan Sampoerna atas 33% pangsa pasar ini mencakup segmen Sigaret Kretek Mesin atau SKM (22,7%), segmen Sigaret Kretek Tangan atau SKT (6,6%), dan Sigaret Putih Mesin atau SPM (3,7%).

Perusahaan melaporkan pendapatan bersih sebesar Rp99,1 triliun, naik 4% dibandingkan tahun 2016. Perusahaan juga mengumumkan dividen sebesar Rp107,3 per saham untuk 2017. Sampoerna adalah pembayar pajak terbesar di Indonesia pada tahun 2017, dengan total pembayaran kepada pemerintah Indonesia sekitar Rp70,3 triliun.

Menurut Mindaugas Trumpaitis, Presiden Direktur Sampoerna, pihaknya mencatat kenaikan penjualan bersih pada tahun 2017, meskipun terjadi penurunan volume industri rokok sebesar 2,6% akibat melemahnya konsumsi konsumen dan adanya pergeseran perilaku konsumen.

“Ini adalah hasil yang solid dan menunjukkan kekuatan merek-merek kami dan kualitas tim Sampoerna,” tukasnya.

Perusahaan mempertahankan dedikasinya pada segmen SKT. Meskipun segmen ini telah lama tertekan sebagai akibat dari pergeseran preferensi perokok dewasa yang beralih dari produk SKT ke produk SKM, Sampoerna tetap menjadi “Raja Kretek” Indonesia sebagai produsen SKT terbesar di negara ini. Sampoerna memimpin pasar SKT dengan 37,5% pangsa pasar dari segmen tersebut.

“Dari waktu ke waktu, beredar opini bahwa Sampoerna telah menjadi perusahaan ‘rokok putih’. Hal ini sama sekali tidak benar. Pada kenyataannya, kami telah berupaya keras untuk menstabilkan segmen SKT, termasuk melakukan berbagai inovasi untuk memperkuat merek kami, seperti meluncurkan Dji Sam Soe 10 + 2, mempertahankan harga kompetitif pada produk SKT dan berinvestasi pada merek melalui aktivitas pemasaran dan penjualan. Kami juga memimpin pasar dengan lebih dari 40 pabrik SKT di Jawa, termasuk lebih dari 60.000 karyawan langsung dan tidak langsung. Pantas untuk disampaikan bahwa tidak ada perusahaan mana pun yang mendukung SKT seperti Sampoerna,” tambah Mindaugas.

 

Top