NAVIGATION

Peran Teknologi dalam Meningkatkan Akses Kesehatan

Peran Teknologi dalam Meningkatkan Akses Kesehatan

Philips HealthTech mengangkat tema pentingnya peranan teknologi untuk kesehatan dalam acaraf Thought Leadership Forum.

Marketplus.co.id –  Saat ini permasalahan besar yang sangat dirasakan dalam dunia kesehatan adalah layanan kesehatan. Menurut Suryo Suwignjo, Presiden Direktur Philips Indonesia, isu kesehatan merupakan isu yang lebih dari ranah individual. Isu kesehatan sangat berkaitan dengan banyak sektor, dan menjadi hal yang paling disoroti saat masa pemilihan kepala negara atau kepala daerah.

Edukasi mengenai kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab banyak pihak, termasuk sektor swasta. Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang kesehatan, Philips pun mengambil peranan dalam upaya peningkatan pemikiran progresif mengenai isu-isu terkait layanan kesehatan di Indonesia, penguatan kesadaran akan hidup sehat, dan peningkatan upaya kolaborasi antara pemerintah dengan instansi-instansi terkait dalam upaya bersama mencari dan memberi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi industri kesehatan.

Bagi Suryo, ada empat hal terkait layanan kesehatan yakni: Accessibility atau akses, memang kita melihat besarnya pertumbuhan rumah sakit, namun untuk tenaga-tenaga spesialis masih belum terjangkau oleh masyarakat yang berada di daerah-daerah terpencil. Semua fasilitas yang baik dan tenaga ahli-ahli masih terpusat di kota-kota besar. Kemudian, Pak Suryo pun menambahkan masalah capability, di mana tenaga-tenaga dokter umum mungkin memang banyak, tetapi tidak dengan dokter-dokter spesialis. Capacity, alat-alat medis dengan terobosan-terobosan inovatif yang belum dimiliki oleh banyak rumah sakit. Kalau pun ada, ketersediaannya mungkin hanya 1 atau 2 sehingga tidak mampu mengakomodir jumlah pasien yang banyak. Affordability, keterjangkauan biaya kesehatan.

Dunia kesehatan sebenarnya memiliki tingkat regulasi yang lebih tinggi. Suryo pun memprediksikan bahwa disruptive technology di bidang kesehatan ini akan lebih tinggi. “Philips akan terus berinovasi sebagai wujud kepeduliannya terkait penyediaan layanan kesehatan dan akses ke arah layanan kesehatan yang lebih baik, efektif, dan tidak mengenal batas,” ujar Suryo.

Fajaruddin Sihombing, perwakilan dari Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia juga menuturkan, permasalahan distribusi akses layanan kesehatan adalah hal yang tidak lagi bisa dipungkiri saat ini. Bahwa 1 rumah sakit DKI Jakarta yang diperuntukkan untuk penanganan 1000 penduduk, sudah benar-benar melebihi kapasitas seharusnya.

Menurutya, era digitalisasi ini tidak bisa dihindari. Semua pihak dalam bidang kesehatan harus bersiap. Untuk itulah dibutuhkan adanya suatu sinergi di antara pemain-pemain di sektor kesehatan. Pasar kesehatan sekarang sudah cenderung homogen, persaingan sudah harus mulai diminimalisir. Yang perlu dipikirkan adalah mengedepankan pelayanan yang efisien dan menyeluruh. Dengan penggunaan teknologi, diharapakan jumlah pasien yang tidak tertangani berkurang. Karena baik pasien maupun puskesmas yang melakukan rujukan, dapat mengetahui dengan pasti apakah dokter yang dirujuk tersedia atau tidak. Jangan sampai ketika pasien sudah tiba di rumah sakit rujukan, tidak dapat ditangani karena tiba-tiba baru mendapat informasi bahwa dokter yang dirujuk tidak bertugas.

Top